Kanker Payudara

4 November 2009

Kanker payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara.

Penyebab
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seorang wanita menjadi lebih mungkin menderita kanker payudara.

Faktor Risiko
Baca entri selengkapnya »


Tanda Awal Kanker

4 November 2009

Membicarakan soal kanker tentu yang terpikirkan oleh kita adalah betapa mengerikannya penyakit ini. Penyakit yang belum ditemukan pengobatan secara mujarab ini sudah menjadi momok yang sangat menakutkan bagi sebagian orang. Kanker merupakan penyakit pembunuh nomor wahid diantara penyakit non infeksi yang lain, sehingga bila seseorang telah terdiagnosa menderita kanker maka kematianlah yang akan menghantuinya.

Baca entri selengkapnya »


Deteksi Dini Kanker

4 November 2009

Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati.

Pencegahan terhadap penyakit juga akan menghindarkan kita dari biaya pengobatan yang sungguh luar biasa mahalnya. Tidak ada satupun penyakit yang ada di muka bumi ini yang tidak mampu untuk dicegah. Sebaliknya, banyak sekali penyakit yang sampai saat belum ditemukan obatnya.

Baca entri selengkapnya »


Aneka Zat Gizi Penyubur Untuk Menghadirkan Buah Hati

22 Oktober 2009

1. KARBOHIDRAT

Sebagai zat pembangkit energi, karbohidrat diperlukan oleh pria maupun wanita. Mereka yang bugar tak akan loyo saat melakukan aktivitas apapun termasuk aktivitis seksual. Mereka yang bugar juga mempunyai dorongan seksual/libido yang lebih tinggi dibanding mereka yang tidak. Namun karbohidrat yang tak terpakai dapat tertimbun menjadi lemak. Oleh karena itu, asupan karbohidrat juga perlu diperhatikan agar tidak terjadi kegemukan. Pasalnya wanita yang kegemukan berpeluang tidak subur. Penyebabnya, sel-sel tertutup lemak dan kadar insulin naik. Selain itu wanita hamil dengan kelebihan BB lebih potensial mengalami keguguran dibandingkan wanita seusia dengan BB ideal. Kegemukan juga dapat menurunkan libido pada pria dan wanita.

Baca entri selengkapnya »


Makanan Penyubur Untuk Menghadirkan Buah Hati

21 Oktober 2009

Sering ada pasangan yang setelah satu tahun menikah belum dikarunia anak. Mereka ini termasuk infertility atau tidak subur. Oleh karena itu baiknya pasangan ini memeriksakan diri kedokter kandungan. Jika setelah dilakukan pemeriksaan medis, tidak ada masalah pada organ reproduksi maka kemungkinan perlunya mereka untuk memperhatikan pola makan mereka, termasuk mengkonsumsi makanan penyubur.

Baca entri selengkapnya »


Tips Singkat Tingkatkan Kesuburan

21 Oktober 2009
  • Tingkat kesuburan berhubungan dengan berat badan. Pria dan wanita yang kegemukan perlu menurunkan berat badan bila ingin merencanakan kehamilan
  • Rajin berolahraga dengan melakukan aktivitas fisik yang menyenangkan agar tetap fit seperti joging, jalan kaki, berenang dan lain-lain
  • Baca entri selengkapnya »

CARA AMAN & EFEKTIF MENYAPIH SI KECIL

7 Oktober 2009

Menyapih si batita dari ASI mudah saja asal dilakukan dengan cara yang tepat.

Hingga kini masih banyak ibu yang menggunakan cara-cara penyapihan seperti yang dilakukan ibu-ibu zaman dulu. Dari mengoles putingnya dengan zat-zat yang berasa pahit seperti jamu dan brotowali, sampai memplester puting. Bahkan ada yang mengolesnya dengan obat merah. Padahal, sudah seharusnyalah kita meninggalkan cara-cara lama itu. Apalagi pada dasarnya, menyapih anak dari ASI dapat dilakukan secara alami, sehingga anak lebih siap menerimanya.

Jika menyapih dilakukan dengan cara yang benar, maka kelekatan anak dengan ibunya akan berada dalam porsi yang tepat. Maksudnya, anak dapat belajar bahwa ibu tetap mencintainya meskipun ia tak mendapatkan ASI lagi. Anak akan merasa, disapih bukanlah suatu yang menyakitkan. Dengan begitu, efek lain yang bisa timbul adalah anak belajar kemandirian.

SALAH CARA MENYAPIH DAN EFEK YANG MUNGKIN TIMBUL

1. Mengoleskan obat merah pada puting

Baca entri selengkapnya »


Efek Penjepitan & Pemotongan Tali Pusat Tertunda

3 Oktober 2009

PENGANTAR
Waktu penjepitan dan pemotongan tali pusat merupakan salah satu komponen manajemen aktif kala III dalam Asuhan Persalinan Normal (komponen lainnya adalah pemberian profilaktik uterotonic pada saat atau setelah kelahiran bayi, peregangan tali pusat terkendali dan masase uterus). Namun, tidak ada konsensus (persetujuan umum) yang tepat mengenai arti kata “Awal/Dini” dalam konteks ini. Percobaan manajemen aktif kala III tentang penjepitan dan pemotongan tali pusat secara awal telah menggunakan beragam definisi, mulai dari segera setelah kelahiran bayi sampai sekitar satu menit setelah persalinan. Perbedaan yang sama juga terdapat pada definisi tentang “terlambat” atau “penundaan” penjepitan dan pemotongan tali pusat. Istilah tersebut umumnya dipahami sebagai penundaan 2 – 3 menit setelah persalinan atau ketika denyutan tali pusat telah berhenti. Namun definisi tersebut tetaplah belum jelas.
Waktu yang tepat dalam penjepitan dan pemotongan tali pusat mungkin penting karena terdapat beberapa bukti tentang kemungkinan manfaatnya untuk bayi ketika tali pusat tidak dijepit dan dipotong segera setelah persalinan. Studi fisiologis telah menunjukkan bahwa terdapat transfer dari plasenta sekitar 80 ml darah pada satu menit setelah persalinan, mencapai 100 ml pada 3 menit stelah persalinan (1,2). Penambahan volume darah tersebut dapat menyuplai zat besi sebesar 40-50 mg / kg berat badan. Ketika zat besi ditambahkan sekitar 75 mg/kg berat badan, maka jumlah total zat besi dapat mencapai 115-125 mg / kg berat badan, hal tersebut dapat membantu mencegah defisiensi zat besi selama tahun pertama kehidupan bayi (3). Disamping itu, juga terdapat bukti yang menunjukkan bahwa penundaan penjepitan dan pemotongan tali pusat dapat meningkatkan risiko polycythemia, hiperbilirubinemia dan gangguan neonatal lainnya (4). Terkait dengan kondisi ibu bersalin, sangat sedikit bukti yang menyatakan bahwa waktu penjepitan dan pemotongan tali pusat berdampak pada insiden pendarahan postpartum. Tujuan dari review Cochrane ini adalah untuk mengetahui dampak kebijakan waktu penjepitan dan pemotongan tali pusat bagi ibu dan bayi baru lahir (5).

METODE
Baca entri selengkapnya »


Preeklampsia Dan Eklampsia Pada Kehamilan

11 September 2009

Apakah preeklampsia itu?

Preeklampsia atau sering juga disebut toksemia gravidarum adalah suatu kondisi yang bisa dialami oleh setiap wanita hamil. Penyakit ini ditandai dengan meningkatnya tekanan darah yang diikuti oleh peningkatan kadar protein di dalam urine. Wanita hamil dengan preeklampsia juga akan mengalami pembengkakan pada kaki dan tangan. Preeklampsia umumnya muncul pada pertengahan umur kehamilan, meskipun pada beberapa kasus ada yang ditemukan pada awal masa kehamilan.

Apakah eklampsia itu?

Baca entri selengkapnya »


Pengertian Dan Macam-Macam Abortus (Keguguran) Serta Penyebabnya

11 September 2009

Sering sekali wanita hamil mengalami abortus atau keguguran. Tapi banyak orang yang belum mengetahui apa itu pengertian abortus/keguguran, macam-macam abortus/keguguran dan penyebab abortus/keguguran.

Apa sih abortus/keguguran itu? Abortus/keguguran sendiri artinya suatu ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan, dan sebagai batasan digunakan kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat anak kurang dari 500 gram.

Abortus pun dibagi bagi lagi menjadi beberapa bagian, antara lain :
1. Abortus Komplet
Seluruh hasil konsepsi telah keluar dari rahim pada kehamilan kurang dari 20 minggu.
Baca entri selengkapnya »