Anakku Hilang di tengah Keegoisanku

Di tengah dunia yang makin sibuk, kebutuhan rumah tangga yang sangat tinggi memaksa sepasang suami istri untuk membanting tulang dari pagi hingga malam. Apapun yang bisa menghasilkan uang akan dikejar dengan alasan membahagiakan keluarga, membahagiakan anak.

Pernahkan kita berpikir kembali, apakah alasan kita itu memang benar Apakah anak2 cukup bahagia dengan tidak adanya kita di rumah? Benarkah kebutuhan mereka hanyalah kebutuhan material? Ataukah kita bekerja pontang panting di luar jujur untuk memenuhi rasa ego kita, untuk kebanggaan diri, mendapat penghargaan dan pujian dari sekitar kita.

Saat kumerenungkan, ternyata sebenarnya seringkali kita sibuk diluar, dengan alasan bekerja dan membahagiakan anak2 kita malah membuat anak2 kita menderita. Dari sisi kita orang tua, kita akan banyak kehilangan waktu melihat perkembangan mereka waktu ke waktu. Secara psikologispun hubungan kita dengan anak2 juga hanyalah sebatas uang dan sebenarnya kitapun sedang mengajarkan anak-anak kita bahwa kita menghargai anak2 dengan uang dan tentu saja kelak mereka akan menghargai orang tuanya dengan uang.

Segala tanggung jawab orang tua seolah-olah bisa digantikan dengan uang. Demikian juga anak2 akan menghargai orang tuanya selama orangtuanya memiliki uang. Suatu saat, saat anak2 tumbuh menjadi dewasa mungkin kita baru akan memetik buah yang sudah kita tabur bertahun-tahun.

Dari sisi anak-anak, mereka tentu akan kehilangan rasa aman, saat-saat berkomunikasi, saat kebersamaan yang lebih mereka butuhkan daripada sekedar materi. Hal-hal itu tentu tidak adakn terbeli dan tergantikan dengan uang dan tidak akan tergantikan dengan materi yang kita hasilkan.

Kita mungkin akan banyak mengalami hal-hal yang membuat kita kaget disaat kita merasakan macetnya komunikasi kita dengan anak2. Anak-anak akan lebih menghargai temannya dan mungkin pembantu kita daripada kita. Mereka akan berusaha baik di hadapan kita agar aliran dana tetap dapat mengalir.

Di saat komunikasi dalam keluarga macet, maka akan sangat mudah pengaruh-pengaruh yang kurang baik itu masuk. Baik melalui TV maupun pergaulan yang tidak terarah. Mereka akan lebih percaya pada TV maupun pergaulan-pergaulan itu. Suara kita mungkin akan terdengar sangat lirih, berbeda dengan pengaruh-pengaruh itu. Mereka akan merasa asing dengan suara orang tuanya.

Mencari uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga memang tidak salah, tapi sebaiknya kita melihat kembali kebutuhan hakiki anak-anak kita sehingga mereka tidak hilang dalam keegoisan kita.

Dalam masyarakat kita banyak orang yang mengalami kesepian, kalau kita mau menelaah, mereka banyak yang merasakannya sejak masa kecilnya. Bila kita sebagai keluarga mau berpikir kembali, menjaga anak2 dari rasa kesepian, maka kita tidak menyumbangkan anak2 kita untuk menjadi masyarakat yang kesepian.

Sumber: Super Parenting

Satu Balasan ke Anakku Hilang di tengah Keegoisanku

  1. […] Anakku Hilang Di Tengah Keegoisanku Blognya Ummu Kautsar, 24 Aug 09 – 22:34Di tengah dunia yang makin sibuk, kebutuhan rumah tangga yang sangat tinggi memaksa sepasang suami istri untuk membanting tulang dari pagi hingga malam. Apapun yang bisa menghasilkan uang akan dikejar… […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: