Membangun Kepercayaan Diri Anak

Rasa percaya diri anak akan tumbuh subur jika anak merasa berkuasa dan memiliki tanggungjawab pada dirinya.  Anak bukan digunakan sebagai alat pemuasan keinginan orangtua sehingga segala sesuatunya diatur oleh orangtua.  Bahkan  anak tidak diberikan kebebasan dalam melakukan kegiatan sehari-hari sampai masa depan anak sendiri.

Untuk itu yang dapat dilakukan orangtua untuk membangun kepercayaan diri anak antara lain adalah:

– Melihat anak sebagai pribadi yang unik, menghargai setiap usaha anak.

Tidak membandingkan seorang anak dengan saudara kandung atau kawan sebayanya.  Melihat kelebihan anak dari pada kekurangan anak.  Mendukung minat anak walaupun berbeda dengan keinginan kita sebagai orangtua. Kadangkala sebagai orangtua tanpa kita sadari kita telah membandingkan anak dengan saudaranya.  “Kamu ini makan berantakan. Adik kamu bisa makan dengan rapi.” “Kakak kamu suka gambar. Masa kamu tidak tidak suka gambar.”

– Realistis Terhadap Kemampuan Anak.

Pelajarilah tumbuh kembang anak. Jangan mengharapkan anak melakukan sesuatu untuk meningkatkan gengsi Anda. Misalnya saja saat ini orangtua berlomba-lomba mengajarkan anaknya membaca sejak bayi. Orangtua bangga jika anaknya dapat membaca sejak dini. Padahal semua itu sebenarnya bukan untuk anak tetapi untuk memenuhi keinginan gengsi orangtua saja.

– Berilah kebebasan pada anak untuk melakukan kesalahan alias biarkan anak belajar dari kesalahan tersebut.

Ingatkan anak untuk tidak takut gagal.  Ajarkan anak  ketrampilan dalam memecahkan masalah agar  mereka bisa terus berusaha. Daripada Anda memikirkan kesalahan anak lebih baik  memusatkan pikiran bagaimana cara menyemangati anak.

– Bangun kesuksesan.

Ciptakan suasana untuk meminimalkan kegagalan. Misalnya dengan memerinci tugas ke dalam rentetan langkah mudah dan menceritakan mereka secara jelas dan singkat. Sediakan latihan. Beri anak kesempatan untuk berpartisipasi di bidang yang mereka kuasai.

– Semangati anak.

Lihat usaha yang sudah dilakukan anak, daripada kecewa dengan hasil yang dicapai oleh anak.

– Hargai perasaaan anak.

Ajarkan anak untuk menerima dan menghadapi perasaannya sendiri. Jika anak merasa kecewa dengan teman mainnya, dengarkan apa yang dirasakan anak, berikan tanggapan terhadap apa yang dirasakan anak.

– Berikan pilihan.

Anak tidak akan mengetahui pengertian kepemilikan dan tanggung jawab,  jika orang lain selalu mengambil keputusan terhadap apa  akan mereka melakukan.  Untuk itu berikan pilihan  sesuai umur anak, juga ijinkan mereka untuk mengadakan percobaan.

– Berikan tanggungjawab dan ajarkan untuk bekerjasama.

Beri kesempatan pada anak untuk menolong atau melakukan tugas di rumah. Hindari membantu anak melakukan sesuatu jika hal tersebut dapat dilakukan oleh anak sendiri.  Misalnya, biarkan anak memakai sepatu sendiri walaupun Anda harus menunggu.

– Bangun sense of humor.

Tetapi jangan sampai mentertawakan anak. (MD)

* Penulis buku parenting dan bacaan anak

*Owner http://betterkidz.com

4 Balasan ke Membangun Kepercayaan Diri Anak

  1. أحسنت بارك الله فيك

  2. ummu salamah mengatakan:

    subhanalloh….
    ana copy ya umm…
    buwat belajar ana..
    jazakillah khoyr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: