Mengajarkan Nilai-Nilai Dasar Kehidupan Pada Anak-Anak

MENGAJARKAN EMPATI

Berikan nama pada perasaan yang dialami. Anda bisa mengatakan kepada si kecil, “ Kamu baik sekali” saat ia mencium jari anda yang sakit terjepit pintu. Si kecil akan belajar bahwa respon tersebut diakui dan bernilai untuk anda. Ajari juga untuk memahami emosi negatif, misalnya “ Adik sedih sekali karena kamu rebut mainannya. Coba, kamu bisa lakukan apa supaya ia tidak sedih lagi?”. Cara lain adalah dengan mengajarkan si kecil untuk memahani dan merasakan arti emosinya. Setiap minggu tentukan perasaan apa yang akan diajarkan, carilah gambar yang melukiskan orang yang sedang mengalami perasaan tersebut. Ajaklah si kecil untuk mendiskusikan apa yang ia rasakan.

Puji si kecil jika ia berempati. Saat si kecil menunjukkan sikap baik, pujilah dia dengan detil. “Kamu baik sekali karena mau berbagi mainan dengan adik bayi. Ia senang sekali. Lihat senyumnya! “

Dorong si kecil untuk mencurahkan perasaannya. Tunjukkan bahwa anda perduli dengan perasaannya. Dengarkan sewaktu ia bercerita dan berilah nama pada perasaan itu. Mungkin ia tidak bisa menjelaskan alasannya tetapi ia tahu apa yang dirasakan.

Lakukan hal yang sama dengan perasaan anda. Katakan padanya bahwa anda sedih karena ia memukul anda hanya karena tidak mau memakai baju yang itu. Tanyakan padanya cara lain untuk mengatakan aku tidak mau pakai baju itu tanpa harus membuat orang lain sedih.

Anda juga bisa bercerita padanya mengenai perasaan anda hari itu. Anak kecil akan belajar bahwa orang dewasa juga memiliki perasaan dan emosi juga, dan belajar untuk mengelola emosi adalah proses untuk menjadi dewasa.

Tunjukkan tingkah laku orang lain. Ajarkan si kecil untuk memperhatikan tingkah laku orang lain. Anda bisa menunjukkan kepada si kecil bahwa bapak di tempat parkir itu baik karena membantu memungut dompet anda yang terjatuh karena terburu-buru. Dengan menunjukkan hal ini, anda mengajarkan bahwa tindakan orang lain bisa berpengaruh secara emosi. Buku-buku juga bisa menjadi sumber diskusi menarik bagi si kecil.

Ajarkan kata-kata verbal. Beberapa anak kesulitan mengerti perbedaan nada suara. Mungkin saja si kecil tidak mengerti bahwa adik kecilnya menangis karena digoda olehnya. Buatlah permainan untuk mengajarkan nada suara orang jika senang atau sedih, marah dan sebagainya.

Ajarkan juga petunjuk non verbal. Selain kata-kata verbal, ajarkan juga si kecil untuk mengerti petunjuk non verbal seperti bahasa tubuh yang menunjukkan perasaan seseorang. Ajak ia untuk menebak perasaan seseorang dengan meilhat bahsa tubuhnya. Buku, film bisa menjadi sumber yang baik bagi kegiatan ini.

Ajarkan aturan dasar kesopanan. Sopan santun merupakan dasar bagi si kecil untuk menunjukkan peduli dan menghargai orang lain. Kata-kata ‘tolong’ dan ‘terima kasih’ termasuk kata-kata pertama yang harus ia bisa ucapkan pada orang lain. Tentu saja anda dan orang dewasa lain di rumah juga harus menunjukkan contoh dengan mengatakan hal yang sama.

Jangan gunakan amarah untuk mengontrol anak anda. Pada usia ini, instruksi dan contoh jauh lebih efektif dibandingkan amarah anda.

Berikan tanggung jawab sesuai usianya. Hasil penelitian menunjukkan anak-anak yang belajar bertanggung jawab juga belajar peduli pada orang lain. Beri si kecil pekerjaan yang bisa ia lakukan sesuai dengan usianya dan pujilah ia saat ia mengerjakan tugasnya dengan baik.

Beri contoh. Ajak si kecil saat mengirim makanan ke tetangga yang sakit atau minta dia untuk membantu membereskan baju bekas yang akan disumbangkan untuk korban bencana alam.

Jangan bedakan anak laki-laki dan perempuan. Umumnya masyarakat menganggap laki-laki lebih kurang empati dibanding wanita. Jika kita mengajarkan sejak kecil, bukan tidak mungkin anak laki-laki juga bisa berempati seperti anak perempuan.

MENGAJARKAN BERBUAT BAIK

Tunjukkan cara berbuat baik. Memberikan contoh merupakan cara paling efektif untuk mempengaruhi tingkah laku balita anda. Tunjukkan bahwa anda mau berbagi roti, berbagi buku atau berbagi tempat duduk dengannya.

Bicarakan kebutuhan dan keinginan orang lain. Cobalah untuk mensosialisasikan anak anda dengan menunjukkan bahwa ada dunia lain yang lebih besar dibanding dengan dirinya. Misalnya ajak si kecil untuk berpikir apa yang sedang dibutuhkan oleh ayah di rumah saat sedang berbelanja di supermarket. Hal ini akan lebih efektif karena mengajaknya untuk memperhatikan kebutuhan orang lain.

Ajarkan si kecil bahwa berbagi itu bisa hanya untuk sementara. Anak kecil akan lebih senang jika ia tahu bahwa ia bisa mendapat mainannya kembali setelah dipinjam oleh temannya. Jadi jelaskan, meminjam itu hanya bersifat sementara dan bukan selamanya.

Tunjukkan bahwa anda tidak suka jika ia egois. Teguran yang tegas dan konsisten namun jangan kasar akan mengajar si kecil batasan mengenai berbuat baik. Namun, jangan beri hukuman hanya karena ia tidak mau berbagi. Hal in ijustru akan membuatnya makin keras kepala dan bukan berbuat baik.

Jangan pelit akan pujian. Setia kali si kecil berbagi, beritahukan bahwa anda senang sekali. Ia akan merasa gembira karena sudah membuat anda senang dan perilaku baik akan dengan sendirinya lebih sering terjadi.

Jangan keluarkan semua mainan. Berbagi tidak selamanya mudah apalagi jika mainan itu merupakan mainan kesayangannya. Biarkan si kecil menyembunyikan mainan barunya jika ada teman yang berkunjung, namun jelaskan bahwa mainan lain boleh dimainkan bersama-sama.

Biarkan si kecil belajar dari teman-temannya. Cara terbaik untuk si kecil belajar berbagi adalah dengan membiarkannya belajar dari teman-temannya. Cobalah untuk membiarkan mereka menyelesaikan pertengkaran sendiri dan mereka akan belajar bahwa perilaku egois akan membuat teman-temannya menjauhinya.

Coba cari tau alasan si kecil tidak mau berbagi. Jika si kecil tetap tidak mau berbagi, coba analisa hal-hal lainnya. Apakah anda baru saja pindah rumah? Apakah ia baru saja mulai kelas baru? Atau ada binatang peliharaannya yang baru saja mati? Beberapa balita akan lebih terikat dengan barang-barang kesayangannya jika mengalami suasana baru. Cobalah untuk tidak memarahinya. Berikan waktu dan dukungan untuk mengetahui apa yang mengganggunya.

MENGAJARKAN KEJUJURAN

Hindari memberi label. Jangan pernah memanggil anak anda sebagai si pembohong. Hal itu hanya akan menyebabkan ia semakin membela diri dan semakin lama ia akan percaya dengan panggilan tersebut. Sebaliknya, katakana padanya dengan lembut namun tegas bahwa anda tidak suka pembohong tetapi anda tetap menyayanginya apapun yang ia lakukan. .

Jangan bertanya sesuatu yang sudah anda ketahui jawabannya. Jika anda cukup yakin bahwa si kecil belum membereskan mainannya, jangan menanyakan,” Apakah kamu sudah membereskan mainanmu?”. Hal itu justru akan mendorongnya untuk berbohong. Lebih baik anda mengatakan bahwa anda tahu ia belum membereskan mainannya. Atau mintalah ia menunjukkan mainan yang sudah dirapihkan. Dengan cara ini, anda mengajak ia untuk bertanggung jawab dan tidak ada kemungkinan baginya untuk berbohong.

Cari tahu mengapa anak anda curang. Jika si kecil bermain curang sewaktu bermain, jangan langsung menguliahinya. Katakan padanya bahwa anda mengerti bahwa ia ingin sekali menang, dan biarkan ia bercerita mengapa ia ingin sekali menang. Sesudahnya anda bisa membicarakan cara untuk menang tanpa berbuat curang dan pentingnya bermain secara benar.

Pujilah jika ia mengatakan yang sebenarnya. Jika si kecil mengatakan yang sebenarnya, berikan pujian. Apalahi jika ia pernah berbohong sebelumnya, katakana bahwa anda senang bahwa ia mengatakan yang sebenarnya.

Jangan lupakan ‘bohong putih’. Anda ingin si kecil untuk selalu berkata jujur tetapi tentunya tidak ingin ia menyakiti perasaan orang lain seperti misalnya ia tidak suka dengan hadiah dari nenek. Jelaskan pentingnya untuk mengatakan sesuatu yang positif seperti misalnya, ” Terima kasih karena Nenek ingat ulang tahun saya” sehingga tidak menyakiti perasaan orang lain.

Ajarkan si kecil bahwa berbohong tidak akan berhasil. Kita semua pasti pernah melakukan kesalaha. Jika si kecil melakukan kesalahan tak disengaja, beritahukan bahwa anda mengerti hal itu, dan beri dia kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya.

Berikan contoh yang baik. Cara terbaik untuk mengajarkan kejujuran adalah dengan berlaku jujur. Si kecil tentu akan bingung tentang aturan tersebut jika anda tidak mau menjawab telepon dan minta pembantu untuk mengatakan anda tidak ada di rumah.

MENGAJARKAN TANGGUNG JAWAB

Berikan tugas sesuai usia. Tugas yang terlalu sulit hanya akan membuat anak-anak dan bahkan anda frustasi. Tugas yang sederhana yang bisa mereka selesaikan akan membangkitkan rasa percaya diri dan rasa bangga dalam diri si kecil .

Beri contoh. Cara terbaik (dan tersulit) untuk menimbulkan rasa tanggun gjawab adalah dengan memberikan contoh yang baik dengan barang-barang milik anda.

Ajarkan prioritas. Si kecil bisa diajarkan mengenai konsep bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian. Jelaskan dengan bahasa yang mudah bahwa anda harus menyelesaikan pekerjaan dahulu baru bisa berjalan-jalan ke taman. Katakan bahwa anda juga lebih senang berjalan-jalan namun pekerjaan tetap harus selesai.

Buatlah tugas tersebut menjadi permainan. Anak-anak bahkan dewasa akan lebih menikmati suatu tugas jika dilakukan secara senang dan bersama-sama.

Susun rutinitas. Si kecil akan lebih mudah belajar mengenai tanggung jawab jika hal itu menjadi suatu rutinitas. Ia akan menganggap hal tersebut sebagai bagian dari kegiatan harian.

Katakan dalam konotasi positif. Daripada memberikan ultimatum kepada anak-anak (”Kalau kamu tidak membereskan mainan, maka kamu tidak dapat es krim”) akan lebih baik jika anda mengatakan ” Kalau kamu sudah selesai membereskan mainan, setelah itu kamu boleh makan es krim”. Juga jangan mengatakan,”Kalau kamu membereskan mainan, mama akan memberikan hadiah” karena memungkinkan ia untuk tidak melakukan tugas tersebut karena ia tidak mau ambil hadiahnya.

Beri waktu bagi si kecil. Jangan tergoda untuk membereskan sendiri mainan si kecil. Biarkan ia melakukannya dan fokus pada usahanya. Mungkin hasilnya memang tidak sebagus yang kita inginkan, namun jangan dikritik karena ia menjadi malas untuk mencoba lagi. Beri komentar yang mendorongnya untuk mencoba lebih baik.

Persiapkan diri untuk hari-hari buruk. Umumnya anak-anak akan lebih cepat belajar jika ada pola yang teratur. Cobalah untuk tidak memarahinya jika si kecil sedang mengalami hari yang buruk. Ingatkan dengan lembut mengenai tugas yang harus dia lakukan .

Beri pujian. Anak-anak akan menganggap komentar positif bahwa usaha mereka penting dan dihargai. Berikan pujian yang spesifik, “ Kamu membereskan mainan mobil-mobilan kamu dengan sangat rapi karena semua mobil ada di tempatnya”. Dan bukan hanya ” Kamu pintar!”.

MENGAJARKAN BAGAIMANA MENGHARGAI ORANG LAIN

Tunjukkan perilaku menghargai orang lain. Pada umumnya kita mengharapkan si kecil untuk menghargai kita namun tidak sebaliknya. Mualilah dengan mencoba mendengarkannya. Berjongkoklah dan tatap matanya. Biarkan dia tahu bahwa kita benar-benar memperhatikan dan mendengarkan apa yang akan dia katakan. Dengan demikian, kita memberikan contoh bagaimana seharusnya mendengarkan.

Ajarkan bereaksi secara sopan. Anak-anak dapat menunjukkan penghargaan terhadap orang lain melalui sopan santun. Jika ia sudah belajar bicara, ajarkan untuk selalau mengatakan ‘tolong’ dan ‘terima kasih’.. Jangan lupa untuk melakukan hal yang sama terhadapnya dan juga orang lain sehingga mereka belajar bahwa kata-kata tersebut merupakan cara untuk berkomunikasi.

Jangan bereaksi berelebihan. Jangan marah yang berlebihan. Sebaliknya katakan dengan lembut namun tegas apa kesalahannya secara spesifik dan tunjukkan cara yang baik untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.

Persiapkan diri jika si kecil tidak mau melakukannya. Ingatlah bahwa jika si kecil tidak mau melakukan apa yang disuruh, ia memiliki pendapat yang berbeda bukan bersikap tidak menghargaii. Ajarkan bahwa apa yang diinginkan lebih mungkin tercapai jika ia mengungkapkannya dengan cara positif.

Tentukan batasan.
Cara terbaik untuk menunjukkan perghargaan pada orang lain adalah bersikap baik dan tegas dalam disiplin. Bersikap baik berarti menghargai si kecil dan bersikap tegas berarti menghargai apa yang harusnya dilakukan. Jadi jika si kecil mengamuk di supermarket, ajaklah dia keluar dan diamkan sampai ia selesai marah. Setelah itu anda bisa mengajaknya bicara dengan tenang dan mengajaknya kembali ke dalam supermarket untuk menyelesaikan belanja. Si kecil akan belajar bahwa mengamuk tidak aakan membuat anda menuruti mentah-mentah apa yang dia inginkan.

Bicarakan hal itu setelahnya. Terkadang cara terbaik untuk menangani perilaku yang buruk adalah dengan mendiskusikannya setelah itu, saat anda dan si kecil sudah tenang. Anda bisa menyatakan perasaan anda dan menanyakan alsannya marah dan cara untuk mengatasinya agar lain kali tidak terjadi lagi.

Beri pujian. Beri pujian spesifik setiap kali si kecil menunjukkan perilaku menghargai orang lain. Si kecil akan cepat belajar bahwa usahanya ada hasilnya dan pantas dihargai.

Sumber : www. babycenter. com

Satu Balasan ke Mengajarkan Nilai-Nilai Dasar Kehidupan Pada Anak-Anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: