Taurin, Sahabat Mata si Kecil

Pertumbuhan otak dan mata si buah hati tak lepas dari asupan nutrisinya. Bukan hanya karbohidrat, protein, dan lemak yang perlu Anda cermati, tapi juga berbagai asam amino yang bersifat esensial bagi si kecil.

Taurin merupakan asam amino yang disintesis tubuh dari asam amino metionin dan sistein. Keberadaannya penting dalam perkembangan berbagai sistem organ. Sayangnya, tubuh si kecil belum dapat menghasilkan cukup taurin sampai dia berusia 1 tahun, sehingga ia bergantung pada asupan dari luar.

Manfaat Taurin

Taurin berperan dalam perkembangan mata si kecil. Pada mata, taurin banyak terdapat di retina, terutama terkonsentrasi di epitel pigmen retina dan lapisan fotoreseptor. Asupan taurin yang adekuat dapat menjaga penglihatan si kecil dari gangguan retina.  Selain itu, ia juga berperan dalam perkembangan otak dan sistem saraf. Bayi prematur yang diberikan diet rendah taurin dikatakan menderita gangguan belajar. Anda tentu tak mau si kecil sulit belajar bukan?
Taurin juga membantu pembentukan asam empedu yang berfungsi dalam penyerapan lemak. Dengan absorpsi lemak yang baik, si kecil akan mendapat sumber energi yang cukup untuk menunjang pertumbuhannya.

ASI, Sumber Taurin Terbaik

Bila si kecil mendapat air susu ibu (ASI), Anda tak perlu khawatir karena ASI mengandung tinggi taurin. Namun bila anak Anda  minum susu formula, bagaimana dengan kecukupan gizinya? Berbeda dengan ASI, susu sapi atau formula bayi biasa hanya mengandung taurin dalam jumlah minimal. Oleh karena itu, pastikan susu formula yang Anda pilih telah diperkaya dengan zat gizi ini.

Taurin bisa didapat dari daging, unggas, dan makanan laut. Walaupun si kecil telah bisa makan makanan padat, namun jumlah asupan taurinnya belum dapat menyamai kebutuhannya. Itu sebabnya ia masih perlu bantuan asupan dari susu. Mengingat pertumbuhan otak berlangsung pesat sampai usia 3 tahun, maka pastikan juga asupan taurinnya adekuat dalam periode emas tersebut. Asupan si kecil yang adekuat akan menjadi investasi Anda di masa depan bukan?

Referensi:

  1. Effects of taurine on human embryo development in vitro. Human Reproduction vol.14 no.9 pp.2350–2356, 1999
  2. Wright CE et al. Taurine : biological update. Ann. Rev. Biochem.1986.55:427-53

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: