Tips Memerah ASI

  • Memerah ASI lebih mudah dilakukan bila anda dalam keadaan relaks – cobalah untuk menarik napas dalam-dalam
  • Rutinitas dapat membantu proses relaksasi tubuh – siapkan pompa, lihat album foto bayi, buat secangkir teh atau hal-hal lainnya dapat anda lakukan menjadi semacam ritual persiapan
  • Kebanyakan wanita merasa lebih mudah memerah ASI bila bersama bayi. Bila anda tidak dapat berada dalam satu ruangan dengan bayi, melihat foto bayi, mencium bau bayi atau membayangkan anda sedang menyusui bayi mungkin dapat membantu
  • Jangan cemaskan jumlah ASI yang anda peroleh – bayi lebih efektif mendapatkan ASI bila langsung menyusu pada anda, dan mencemaskan bahwa anda tidak memperoleh ASI sebanyak yang diperlukan akan membuat tubuh melepaskan adrenalin, yang bekerja melawan oksitosin yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi ASI
  • Pastikan anda memerah hingga mendapatkan Hind Milk – yaitu ASI yang lebih pekat dan putih, yang keluar setelah ASI pertama yang lebih encer
  • Kebanyakan wanita mendapatkan beberapa “Let-Down” dalam satu sesi pemerahan Jadi jika anda merasa aliran ASI agak berkurang, lebih baik pemerahan tetap diteruskan sambil menunggu “Let-Down” berikutnya. (“Let-Down” terasa sebagai suatu sensasi tertentu di daerah payudara yang diikuti aliran ASI yang deras, dirasakan beberapa menit setelah bayi menyusu. “Let-Down” dapat terjadi dengan menyusui, melihat, mendengar bayi menangis atau hanya dengan memikirkan bayi)
  • Sebaliknya, memerah lebih dari 20 menit pada satu payudara tidak direkomendasikan karena akan merusak payudara
  • Pijatan dari bagian luar payudara ke arah putting dan gerakan jari yang membentuk lingkaran-lingkaran kecil akan membantu payudara agar siap untuk diperah, dan dapat dilakukan setiap aliran ASI dirasakan berkurang
  • Anda mungkin akan lebih mudah memerah selagi bayi menyusu pada payudara lainnya. Hal ini memerlukan keahlian tertentu dan mungkin diperlukan bantuan dari orang lain
  • Mengompres payudara dengan handuk hangat atau mandi air hangat juga dapat membantu
  • Bila anda memerah secara rutin, cobalah untuk memerah pada waktu dan tempat yang sama. Tubuh anda akan beradaptasi dengan cepat
  • Jangan terkejut bila pada sesi-sesi pertama pemerahan anda tidak mendapatkan banyak ASI. Cobalah lagi hari berikutnya pada waktu yang berbeda, dan lihat hasilnya
  • Kebanyakan wanita dapat memperoleh lebih banyak ASI perah pada pagi hari ketimbang malam hari. Produksi ASI bervariasi sepanjang hari dan dari hari ke hari, jadi jangan berharap anda akan selalu mendapatkan jumlah ASI yang sama
  • Jika anda berusaha untuk meningkatkan produksi ASI perah, cobalah untuk memerah pada malam hari sebelum tidur. Walaupun produksi ASI anda mungkin tidak banyak, rata-rata jumlah hormon di dalam tubuh menunjukkan bahwa menyusui atau memerah ASI di malam hari merupakan waktu dimana persediaan paling banyak.
  • Kebanyakan ahli berpendapat diperlukan waktu 3 hari untuk menstimulasi tubuh agar dapat memproduksi ASI sesuai dengan kebutuhan. Jadi jika anda menambahkan sesi pemerahan, tambahkan pula sesi menyusui kepada bayi sampai tercapai jumlah produksi ASI yang diinginkan.
  • Penelitian menunjukkan pemerahan dengan menggunakan tangan menghasilkan ASI yang lebih banyak mengandung Hind Milk yang kaya lemak dibandingkan dengan menggunakan pompa, dan ASI yang mengandung Hind Milk ini akan lebih banyak diperoleh bila kedua payudara diperah pada saat yang sama
  • Bila anda memerah dari satu payudara, dianjurkan untuk memerah sampai aliran ASI berkurang secara signifikan, baru kemudian perahlah payudara lainnya, dan seterusnya dilakukan secara bergantian

Diterjemahkan oleh Dini dari General Expressing Milk, www.breastfeedingandbabywearing.co.uk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: