Pilih mana, RAMBUT SEHAT atau LEBAT?

Rambut sehat lebih penting daripada rambut lebat.

Rambut hitam dan lebat selalu mengundang decak kagum. Enggak heran kalau orangtua agak kecewa begitu melihat bayinya yang baru lahir ternyata berambut tipis. Padahal, wajar saja bayi baru lahir berambut tipis karena rambut itu merupakan rambut bawaan saat berada dalam kandungan. Velus, istilah medisnya. Ciri-cirinya antara lain, rambut lebih tipis dan halus dibanding rambut permanen. “Rambut ini akan rontok sendiri secara perlahan, lalu digantikan rambut permanen sebelum bayi berusia setahun,” ujar dr. Maria Dwikarya, Sp.KK, yang berpraktik di Klinik Tomang, Jakarta.

Berkaitan dengan itu, Maria juga minta orangtua agar tak cemas bila pada minggu-minggu pertama, bayinya mengalami kebotakan di beberapa lokasi. Umumnya, di bagian belakang dan samping kepala. Biasanya kebotakan ini terjadi akibat gesekan dengan bantal atau ada tekanan de-ngan alas tidur, sehingga rontoklah rambut si kecil. Kelak, rambut yang rontok ini akan digantikan rambut permanen seiring dengan bertambahnya usia.

Sebaliknya, jangan senang dan bangga dulu bila si kecil yang baru lahir memiliki rambut tebal. Boleh jadi, tebalnya rambut adalah efek hormon, khususnya hormon androgen yang didapat dari ibunya karena bayi belum memproduksi hormon androgen. Efek androgen ini secara perlahan akan menghilang beberapa bulan kemudian. Rambut bayi pun kembali ke “asli”nya. Jika secara genetik berambut tipis, maka rambut tebal tinggal kenangan. Sebab, tebal-tipisnya rambut ditentukan faktor keturunan. Jika bapak atau ibunya berambut lebat, anaknya pun berbakat memiliki rambut lebat. Demikian pula sebaliknya.

Sebetulnya, kata Maria, yang terpenting bukanlah tebal-tipisnya rambut, melainkan kesehatan rambut. Buat apa rambut lebat tapi tidak sehat seperti mudah rontok dan mudah patah? Sebaliknya, biarpun tipis, tetapi kalau sehat tetap akan memesona karena kuat dan indah. Jadi pilih mana, rambut lebat atau sehat? Rambut sehat dan lebat tentunya. Nah, jagalah rambut si kecil agar tetap sehat!

AnEkA GANGGUAN dan KELAINAN RAMBUT

* Rambut Tidak Tumbuh

Penyebabnya, kelainan genetik. Sangat mungkin saat kehamilan, ibu mengalami gangguan seperti terkena paparan radiasi, bahan kimia, atau radioaktif. Akibatnya, sejak lahir bayi tak memiliki rambut, bahkan tidak tumbuh-tumbuh seiring pertambahan umurnya. Untunglah, kasus ini sangat jarang.

* Rambut Rontok

Rambut tumbuh dan berganti setiap hari. Itulah mengapa, hal yang wajar jika rontok setiap hari. Cuma, kerontokan bisa ditoleransi jika tidak lebih dari 100 lembar setiap harinya. Juga terjadi tidak lebih dari 3 bulan. Apalagi kerontokannya tidak merata, hanya di tempat-tempat tertentu seperti pitak. Tak ada jalan lain, segera bawa ke dokter karena kerontokannya bersifat patogen atau disebabkan penyakit.

* Gangguan Autoimun

Biasanya terjadi pada anak yang lebih besar. Tubuh anak menghasilkan antibodi yang merusak akar rambut sehingga rambut tak bisa tumbuh (alofecia totalis). Penyakit bawaan ini tak hanya membuat rambut rontok di seluruh kepala, tapi juga seluruh alis dan bulu mata. Jika cepat tertangani, gangguan ini bisa diatasi. Penyakit genetik lainnya antara lain, adanya kelainan kelenjar keringat hingga anak tak bisa mengeluarkan kelenjar keringat.

* Infeksi Jamur

Umumnya disebabkan orangtua mengabaikan kebersihan rambut dan kulit kepala. Gangguan yang banyak terjadi adalah infeksi jamur kurap. Tinea kapitis, istilah medisnya. Ini karena kulit kepala kaya lemak yang disukai jamur. Gejala yang ditunjukkan adalah kulit kemerahan, bersisik, terjadi penebalan (pembengkakan), dan disertai rasa gatal.

Gangguan ini terbagi 3, yaitu black dot (bentuknya seperti pitak dan masih terdapat tunggul rambut), graypatch (rambut rontok sendiri tanpa ada tunggul rambut) ­keduanya bisa diatasi dengan sampo khusus dan obat antijamur, dan kerion celsi. Gangguan yang terakhir ini paling parah, serta menimbulkan nyeri dan gatal hebat. Kulit kepala dipenuhi bisul dan koreng hingga gangguan ini akrab disebut sarang tawon. Jika tak diatasi, infeksi jamur kerion bisa menyebabkan pitak permanen. Pengobatannya tidak hanya antijamur, tapi juga antibiotik.

TiP Menjaga KESEHATAN RAMBUT

* Kepala bayi sebaiknya digunduli setelah sebulan. Dengan cara itu, akar-akar rambut baru akan lebih terangsang pertumbuhannya. Disamping, pada usia 2-3 bulan umumnya kulit kepala bayi mengalami pergantian. Pergantian ini biasanya memunculkan timbunan lemak yang akrab disebut sarap, kerak kepala, atau dermatitis seboroik istilah medisnya. Sarap ini selain menghambat keluarnya keringat, juga menimbulkan rasa gatal yang hebat. Jika cara penanganannya salah, maka sarap ini bisa mengakibatkan infeksi. Nah, dengan cara menggunduli rambut bayi, akan mencegah munculnya sarap. Proses pembersihan kulit kepala bayi pun lebih mudah dilakukan.

* Pengguntingan rambut sebaiknya diulang saat bayi berusia satu tahun. Dengan demikian, rambut bayi bisa berkembang lebih optimal.

* Bersihkan kepala bayi yang plontos itu secara rutin dan teratur, dengan menggunakan kapas dan air hangat. Pastikan lemak dan kotoran yang menempel hilang.

* Jika rambutnya mulai tumbuh dan banyak, keramasi setiap kali mandi. Pilihlah sampo khusus untuk bayi. Umumnya sampo ini tidak membuat pedih di mata, juga tak menggunakan banyak pewangi dan pewarna. Selain bersih, kepala bayi pun lebih segar dan tidak bau.

* Berikan juga nutrisi terbaik buat bayi. Bagi bayi usia 6 bulan ke bawah, berikanlah ASI karena ASI merupakan makanan terbaik bayi. Agar ASI-nya berkualitas, ibu sebaiknya mengonsumsi makanan bergizi seimbang, beragam, dan bervariasi. Dengan begitu, bayi bisa mendapatkan nutrisi terbaik untuk rambutnya. Ingat, rambut juga butuh makanan berkualitas setiap hari.

* Lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan rambut. Polusi atau paparan matahari terlalu lama, bisa membuat rambut mudah rontok, mudah patah, tipis, dan berwarna kemerahan. Kondisi ini juga bisa terjadi jika asupan nutrisi anak kurang alias kurang gizi.

Saeful Imam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: