Posisi Menggendong

* GENDONG DEPAN

Jika Anda merasa cukup aman untuk melakukannya, gendonglah si kecil dengan satu lengan. Posisikan satu tangan untuk menahan bokong bayi dan tangan lainnya untuk menyangga punggung, leher, serta kepalanya.

Atau tempatkan satu tangan di bawah tungkai kaki dan bokong, sementara tangan lainnya menyangga punggung, leher, dan kepala bayi. Dengan kata lain, lengan Anda melingkari tubuh bayi, tangan memegangi lengan bayi, dan pergelangan tangan berada di bawah kepala.

Kedua cara di atas dapat juga dilakukan dengan menggunakan kain panjang (jarit) atau alat gendong (sling) yang sekarang populer. Tapi ingat, satu tangan Anda tetap harus menyangga leher dan kepala si kecil. Jika Anda menggunakan alat gendong, perhatikan tali-tali dan pengaitnya. Pilih yang tak licin dan tak mudah lepas. Cari pula yang berbahan lembut dan menyerap keringat, semisal katun.

Beberapa bayi lebih menyukai digendong di pundak. Angkat si kecil sampai ke pundak dengan meletakkan satu tangan Anda di bokong bayi, sementara tangan lain di bawah kepala dan leher. Hal ini dapat dilakukan bahkan dengan hanya satu tangan, jika Anda meletakkan bokong bayi pada bagian dalam siku Anda, lalu lengan depan dan tangan lainnya mendukung bagian punggung, leher, serta kepala.

Anda pun dapat menggendong si kecil dengan posisi wajahnya menghadap ke depan. Ia pasti senang karena jangkauan pandangannya jadi lebih luas. Ia dapat leluasa melihat “dunia” ini. Caranya, hadapkan bayi ke muka, tekan tubuhnya ke arah tubuh Anda, sementara tangan Anda yang lainnya menyangga bagian bokong.

Jika Anda ingin menggendong si kecil di depan dada dengan alat gendong, pastikan alat itu mampu menopang keseluruhan tubuh bayi. Mulai dari leher hingga bagian bawah tubuh.

* GENDONG BELAKANG

Posisi ini boleh dicoba jika si kecil sudah bisa duduk sendiri, meskipun hanya sebentar. Kebanyakan bayi senang digendong di belakang, sebab, posisinya lebih tinggi dan ia bisa melihat sekelilingnya secara leluasa.

Anda dapat menggendongnya dengan menggunakan kedua tangan atau alat gendong. Sebaiknya, gunakan alat gendong agar lebih aman. Pastikan si kecil “terikat” dengan aman. Juga perlu diperhatikan, posisi ini memungkinkan si kecil bergerak lebih banyak. Misalnya, ia dapat menarik benda-benda dari rak yang ada di dekatnya, memetik, dan memakan daun dari pohon di taman jika Anda menggendongnya di halaman/taman. Perhatikan pula ketinggian tempat, misalnya ketika melewati pintu yang pendek.

Para ibu Indonesia zaman dulu, kisah Ucok, umumnya menggendong bayinya di punggung dengan bantuan kain panjang yang dililit di seputar punggung dan pinggang ibu agar tangan sang ibu bebas bekerja. “Jika masih bayi sekali, si ibu akan menutupi si bayi dengan seluruh kainnya. Kain itu ternyata berfungsi menyangga keseluruhan tubuh si bayi. Jadi, meski ibu bergerak ke sana ke mari, bayinya tak akan cidera karena sudah ada penopangnya.”

Bila bayi bertambah besar dan lehernya sudah kuat menyangga kepalanya, biasanya si bayi akan memunculkan kepalanya dari balik kain.

* MONKEY POSITION

Yang dimaksud monkey position ialah menggendong bayi di sisi kiri atau kanan ibu/ayah, dengan kedua kaki bayi melingkari pinggul ibu/ayah. Pada posisi ini, ibu/ayah hanya memegang bagian pinggang si anak, sebab kepala dan punggungnya sudah kuat. Di negara Barat, posisi ini ternyata sekarang disukai. Meski konon, cara menggendong model ini berasal dari gaya menggendong suku-suku di Asia.

Dalam istilah kedokteran, seperti diterangkan Ucok, posisi ini disebut abdaction ternal rotation. “Posisi ini bagus. Sebab, dalam posisi kaki mengangkang, kepala panggul si bayi masuk ke dalam mangkok sendi panggul,” terangnya.

Keuntungan lain, Anda dapat menggendongnya dengan satu tangan sementara tangan Anda yang lainnya dapat digunakan untuk melakukan pekerjaan lain. Pegangi bayi ke arah tubuh Anda dengan satu lengan, dengan bagian bokongnya “duduk” di panggul Anda.

Menggendong dengan monkey position di bagian pinggang samping atau depan ibu/ayah, menurut Ucok, juga sama saja. “Asal anak tak punya kelainan atau cacat panggul bawaan, safety zone-nya sama saja. Tapi jika punya kelainan atau cacat, ada safety zone-nya, yakni seberapa lebar kaki boleh dikangkangkan. Sebab, jika terlalu lebar, malah merusak kepala panggul si bayi dan bisa bertambah parah,” jelasnya.

Untuk bayi yang punya kelainan atau cacat panggul bawaan (yang menurut Ucok masih sangat jarang terjadi di Indonesia) posisi yang paling aman ialah dengan menyangga seluruh tubuhnya. Jika ayah-ibu ingin menggendongnya dengan posisi lain, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter.

Santi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: