Jika Tangisnya Tak Kunjung Berhenti

Jika ia tak berhenti menangis, boleh jadi karena Anda sangat cemas dan gugup. Ingatlah, ketegangan Anda akan menular padanya. Ia dapat merasakannya dari otot-otot lengan Anda yang mengeras saat Anda menggendongnya, maupun dari raut wajah Anda yang menunjukkan kecemasan.

Nah, ketika ia melihat sinyal-sinyal tersebut, ia tahu ada yang salah dan ini akan membuatnya merasa lebih buruk. Tangisnya menjadi lebih keras sebagai hasil dari kecemasan Anda. Di pihak lain, Anda pun semakin bertambah cemas. Jadi, bersikap rileks dan lakukan cara-cara berikut:
1. Katakan pada diri Anda untuk percaya diri. Suatu tangisan bayi bukan refleksi dari ketidakmampuan Anda sebagai orangtua. Cobalah untuk tak melemahkan rasa percaya diri Anda.
2. Bersikap realistis. Bayi Anda akan banyak menangis pada banyak kesempatan, tak apa-apa. Anda perlu merancang standar yang realistis untuk diri sendiri.
3. Jika Anda tak tahu lagi harus bagaimana menenangkannya, tinggalkan si kecil di boksnya. Minta suami Anda untuk mengambil alih.
4. Bicarakan dengan suami. Berurusan dengan tangis bayi memang bisa menyulitkan. Katakan padanya, bagaimana cemasnya Anda. Berbagi perasaan dengan suami akan membantu membuat diri Anda lebih tenang.
5. Terima pertolongan ketika ditawarkan. Sebuah pelepasan dari “tanggungjawab” akan mengurangi kecemasan Anda. Anda akan merasa lebih enak setelah satu atau dua jam kemudian.
6. Ingatlah, segalanya pasti akan menjadi mudah. Penelitian membuktikan, tangisan bayi akan berkurang tingkatannya mulai usia 4 bulan. Nanti ia akan lebih mudah dikendalikan.
7. Jika Anda mencurigai tangisan si kecil disebabkan penyakit tertentu, segera periksakan ke dokter anak.

Julie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: