<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Blognya Ummu Kautsar</title>
	<atom:link href="http://ummukautsar.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ummukautsar.wordpress.com</link>
	<description>Blogku... blog untuk semua</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Jan 2012 14:43:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ummukautsar.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/7755c9c38a369dc8d4d26c7a6a3afb69?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Blognya Ummu Kautsar</title>
		<link>http://ummukautsar.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ummukautsar.wordpress.com/osd.xml" title="Blognya Ummu Kautsar" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ummukautsar.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Wanita Hamil Tidak Boleh Makan Durian?</title>
		<link>http://ummukautsar.wordpress.com/2011/05/27/wanita-hamil-tidak-boleh-makan-durian/</link>
		<comments>http://ummukautsar.wordpress.com/2011/05/27/wanita-hamil-tidak-boleh-makan-durian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 May 2011 16:13:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Kautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya durian]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya durian bagi ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[durian]]></category>
		<category><![CDATA[efek durian bagi ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[kandungan]]></category>
		<category><![CDATA[makan durian saat hamil]]></category>
		<category><![CDATA[makanan ibu hamil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummukautsar.wordpress.com/?p=647</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Wanita hamil tidak boleh makan durian.&#8221; Hmm.. mungkin Bunda pernah mendengar larangan itu. Ada sebagian masyarakat yang mengatakan durian pantang bagi wanita hamil, tapi ada juga yang mengatakan tidak masalah asalkan tidak terlalu banyak. Lalu bagaimana yang sebenarnya, apakah wanita hamil diperbolehkan mengonsumsi durian? Jangan khawatir, pertanyaan itu akan segera terjawab setelah membaca artikel ini. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&amp;blog=2819269&amp;post=647&amp;subd=ummukautsar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="justify"><img src="http://www.infobunda.com/images/%5Bart%5D-duren-n-hamil.gif" alt="" align="left" border="0" hspace="10px" vspace="10px" /><br />
&#8220;Wanita hamil tidak boleh makan durian.&#8221;</p>
<p>Hmm.. mungkin Bunda pernah mendengar larangan itu. Ada sebagian masyarakat yang mengatakan durian pantang bagi wanita hamil, tapi ada juga yang mengatakan tidak masalah asalkan tidak terlalu banyak. Lalu bagaimana yang sebenarnya, apakah wanita hamil diperbolehkan mengonsumsi durian? Jangan khawatir, pertanyaan itu akan segera terjawab setelah membaca artikel ini.</p>
<p><span id="more-647"></span>Menurut dr. Fitriadi Kusuma, SpOG dari Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta sampai saat ini memang belum ada penelitian resmi yang menyatakan bahwa buah durian tidak baik untuk Bunda yang sedang hamil. Meski begitu, ia mencoba menganalisisnya berdasarkan kandungan dalam buah musiman ini.</p>
<p>Buah durian mengandung banyak gas, glukosa, kolesterol dan juga sedikit alkohol. Setelah mengonsumsi durian, gas dalam perut Bunda bisa saja menimbulkan kontraksi. Dampak buruk lainnya Bunda bisa terkena diabetes karena glukosa yang ada dalam durian. sedangkan kolesterol dan alkohol menimbulkan efek buruk pada jantung.</p>
<p>Tapi Bunda boleh merasa lega karena menurut dr. Fitriadi akibat mengonsumsi durian tidak sampai menimbulkan hal negatif pada janin.</p>
<p>Ia menjelaskan sebenarnya tidak ada larangan makanan apa pun untuk wanita yang sedang hamil. Semua makanan boleh dikonsumsi. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah seberapa besar porsinya. “Untuk durian satu atau dua biji saja sudah cukup, jangan lebih!” paparnya. Hal ini untuk menghindari efek yang ditimbulkan dari kandungan durian (diabetes dan penyakit jantung).</p>
<p>Pada pasien dengan kehamilan trimester pertama sebaiknya menahan diri dulu untuk tidak mencicipi buah ini. Karena pada usia kehamilan ini kontraksi yang timbul kemungkinannya lebih besar.</p>
<p><strong>TIPS :</strong></p>
<ul>
<li>minum banyak air putih setelah mengonsumsi durian membantu menetralisir kembali tubuh Bunda</li>
</ul>
</div>
<div align="justify">Sumber:  <a title="infobunda.com" href="http://www.infobunda.com/pages/articles/artikelshow.php?id=171" target="_blank">infobunda</a></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummukautsar.wordpress.com/647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummukautsar.wordpress.com/647/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummukautsar.wordpress.com/647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummukautsar.wordpress.com/647/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummukautsar.wordpress.com/647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummukautsar.wordpress.com/647/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummukautsar.wordpress.com/647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummukautsar.wordpress.com/647/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummukautsar.wordpress.com/647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummukautsar.wordpress.com/647/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummukautsar.wordpress.com/647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummukautsar.wordpress.com/647/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummukautsar.wordpress.com/647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummukautsar.wordpress.com/647/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&amp;blog=2819269&amp;post=647&amp;subd=ummukautsar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummukautsar.wordpress.com/2011/05/27/wanita-hamil-tidak-boleh-makan-durian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu Kautsar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.infobunda.com/images/%5Bart%5D-duren-n-hamil.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>ASI Perah, Solusi Buat Ibu Bekerja</title>
		<link>http://ummukautsar.wordpress.com/2011/04/06/asi-perah-solusi-buat-ibu-bekerja/</link>
		<comments>http://ummukautsar.wordpress.com/2011/04/06/asi-perah-solusi-buat-ibu-bekerja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Apr 2011 05:01:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Kautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[ASI eksklusif]]></category>
		<category><![CDATA[ASI perah]]></category>
		<category><![CDATA[menyusui bayi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummukautsar.wordpress.com/?p=637</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar 70 persen ibu di Indonesia bekerja. Ini berarti, banyak ibu yang tak bisa menyusui. Namun bukan berarti si kecil tak bisa mendapatkan ASI sama sekali. Toh, ASI bisa diperas. Dengan begitu, si kecil bisa tetap memperoleh ASI, bahkan ASI eksklusif yaitu hanya ASI tanpa makanan tambahan apa pun hingga si kecil berusia 6 bulan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&amp;blog=2819269&amp;post=637&amp;subd=ummukautsar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;">Sekitar 70 persen ibu di Indonesia bekerja. Ini berarti, banyak ibu yang tak bisa menyusui. Namun bukan berarti si kecil tak bisa mendapatkan ASI sama sekali. Toh, ASI bisa diperas. Dengan begitu, si kecil bisa tetap memperoleh ASI, bahkan ASI eksklusif yaitu hanya ASI tanpa makanan tambahan apa pun hingga si kecil berusia 6 bulan. </span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;">Hanya sayang, ASI peras tak bisa menggantikan tindakan menyusui itu sendiri. Seperti diketahui, tindakan menyusui punya banyak pengaruh untuk pertumbuhan mental dan fisik bayi. “Kalau saja semua bayi mendapatkan <em>exclusive breast feeding</em> minimal 4 bulan, saya yakin tak akan ada tawuran seperti sekarang ini. Karena anak-anak yang diberi ASI akan tumbuh menjadi anak yang kepribadiannya baik, lantaran mereka tumbuh dalam keadaan yang dinamakan <em>secure attachment</em>, suatu suasana yang aman, hingga mereka akan mempunyai kepribadian yang baik,” tutur <strong>dr. Utami Roesli, SpA, MBA. </strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span id="more-637"></span>Itu sebab, ASI peras hanya dianjurkan bagi bayi-bayi yang ibunya bekerja. “Bila ibu tak bekerja atau si bayi bisa dibawa ke tempat di mana ibunya berada, harus diusahakan <em>breast feeding</em> atau menyusui langsung, bukan ASI peras,” lanjut ketua Lembaga Peningkatan Penggunaan Air Susu Ibu RS Sint. Carolus, Jakarta ini. Jadi, Bu, hanya bila situasi dan kondisinya tak memungkinkan untuk menyusui langsung, barulah si kecil boleh diberi ASI peras/perah. “Ibaratnya, tak ada rotan, akar pun jadi.” </span></span></p>
<p><a title="TokoDEA.com dedicated to breastfeeding" href="http://tokodea.com/" target="_blank"><span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">POMPA PISTON</span></span></a></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;">Namun sebelum kita memberikan ASI peras pada si kecil, ada beberapa “aturan” yang penting diperhatikan. Pertama, sebelum si kecil berusia 4 bulan, sebaiknya ASI peras/perah yang diberikan jangan menggunakan dot dulu karena si kecil akan “bingung puting.” Maksudnya, ia akan susah untuk kembali menyusu dengan benar pada payudara ibu. Kedua, bila sudah berada satu atap lagi dengan si kecil, hendaknya ASI peras yang masih ada jangan diberikan lagi, tapi bayi harus menyusu langsung pada ibu. Bukankah tindakan menyusui adalah rotan? Jadi, bila ada rotan, mengapa harus menggunakan akar? </span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;">Adapun cara “menabung” ASI peras, yang paling baik dan efektif dengan menggunakan alat pompa ASI elektrik. Hanya saja, harganya relatif mahal. Lagi pula, masih ada cara lain yang lebih terjangkau bila punya dana lebih, yaitu piston atau pompa berbentuk suntikan. Prinsip kerja alat ini memang seperti suntikan, hingga memiliki keunggulan, yaitu setiap jaringan pompa mudah sekali dibersihkan dan tekanannya bisa diatur. </span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;">Ironisnya, pompa-pompa yang ada di Indonesia jarang sekali berbentuk suntikan, lebih banyak berbentuk <em>squeeze and bulb</em>. Padahal, harga kedua pompa tersebut relatif sama. Namun bentuk <em>squeeze and bulb</em> tak pernah dianjurkan banyak ahli ASI. Soalnya, pompa seperti ini sulit dibersihkan bagian <em>bulb</em>-nya (bagian belakang yang bentuknya menyerupai bohlam) karena terbuat dari karet hingga tak bisa disterilisasi. Selain itu, tekanannya tak bisa diatur, hingga tak bisa sama/rata. </span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">MEMERAH DENGAN JARI</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;">Tentu saja ada yang lebih murah ketimbang pompa-pompa ASI tadi, yaitu memerah dengan jari. Cara <em>back to nature</em> ini amat sederhana dan tak perlu biaya. Namun agar hasil perahannya memuaskan, kita perlu mengenal sedikit anatomi payudara. </span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;">Seperti dijelaskan Utami, payudara terdiri tiga komponen yang prinsipil, yaitu “pabrik” (di daerah berwarna putih), saluran, dan “gudang” (di daerah warna cokelat atau areola) ASI. Ketiganya seperti bejana berhubungan. “ASI diproduksi di ‘pabrik’nya yang berbentuk seperti kumpulan buah anggur. Setiap ‘pabrik’ ASI dilalui otot-otot. Bila otot-otot ini mengkerut, ia akan memompa ASI ke salurannya menuju ‘gudang’. Nah, agar pabrik memproduksi ASI lagi, syarat utamanya ASI di ‘gudang’ harus habis lebih dulu. Bila ‘gudang’ kosong, barulah ‘pabrik’ akan mengisinya kembali, begitu seterusnya,” papar Utami. </span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;">Jadi, pada prinsipnya kita harus bisa mengeluarkan ASI yang ada di “gudang”. Caranya, tempatkan tangan kita di salah satu payudara, tepatnya di tepi areola. Posisi ibu jari terletak berlawanan dengan jari telunjuk. Tekan tangan ke arah dada, lalu dengan lembut tekan ibu jari dan telunjuk bersamaan. Pertahankan agar jari tetap di tepi areola, jangan sampai menggeser ke puting. Ulangi secara teratur untuk memulai aliran susu. Putar perlahan jari di sekeliling payudara agar seluruh saluran susu dapat tertekan. Ulangi pada sisi payudara lain, dan jika diperlukan, pijat payudara di antara waktu-waktu pemerasan. Ulangi pada payudara pertama, kemudian lakukan lagi pada payudara kedua. Letakan cangkir bermulut lebar yang sudah disterilkan di bawah payudara yang diperas. </span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">CARA MENYIMPAN</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;">Sebenarnya, tutur Utami, memerah ASI hampir sama dengan mengeluarkan pasta gigi. Bila kita hanya menekan ujung pasta gigi, tentu pastanya tak akan keluar. Jadi, kita harus menekan agak ke belakang. “Bila tak keluar banyak, kemungkinan teknik ibu salah. Mungkin cara memerah susunya seperti melakukan <em>massage</em> payudara. Ini tak akan mengeluarkan ASI, karena yang ditekan pada <em>massage</em> payudara adalah ‘pabrik’ ASI bukan ‘gudang’nya. Kan, kita tak bisa langsung mengeluarkan ASI dari ‘pabrik’ tapi harus melalui ‘gudang’ dulu.” Jadi, bila tekniknya sudah benar, lama-kelamaan memerah ASI akan menjadi pekerjaan biasa. Waktu yang dibutuhkan pun tak sampai setengah jam, tapi susu yang terkumpul bisa mencapi 500 cc, lo. </span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;">Setelah diperah, ASI harus di simpan dengan baik agar dapat bertahan lama. Menurut Utami, di udara terbuka, ASI perah bisa tahan 6-8 jam, tapi bila ditaruh di kantong plastik lalu dimasukan termos dan diberi es batu, akan tahan kira-kira 1X 24 jam. Lain lagi bila ASI perah dimasukan di lemari es, bisa tahan 2X24 jam. Sedangkan bila dimasukkan dalam <em>freezer</em>, bisa tahan 3 bulan. </span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;">Namun dari semua cara penyimpanan tadi, lebih dianjurkan untuk memasukkan ASI ke dalam termos dan lemari es. “Sudah dibuktikan, lo, ASI perah yang dimasukkan ke termos dan lemari es tak mengalami perubahan komposisi gizi sama sekali. Hanya mungkin warna dan bentuknya saja yang berubah.” Tak demikian halnya jika dimasukkan dalam freezer, “ASI akan mengalami perubahan dalam hal jumlah imunoglobulin, yaitu protein molekul yang berfungsi sebagai daya tahan tubuh, karena ada yang mati akibat kedinginan.” </span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">SUAPI PAKAI SENDOK</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;">Selanjutnya, ketika ingin memberikan ASI perah pada si kecil, kita harus menghangatkannya dulu. Namun jangan dipanaskan di atas api, lo, karena mengakibatkan beberapa enzim penyerapan mati kepanasan. Beberapa buku dari luar menganjurkan untuk menyiram ASI dengan <em>running tap water</em>, tapi di Indonesia, kan, jarang ada keran yang berisi air hangat. Jadi cukup dengan mangkuk yang diisi air hangat (suhu airnya sama dengan suhu air yang biasa kita gunakan untuk mandi atau suhu tubuh). Adapun lama penghangatan tergantung suhu ASI, tapi prinsipnya buatlah suhu ASI seperti suhu tubuh karena akan menyerupai ASI yang dikeluarkan langsung. Nah, setelah selesai bisa langsung diberikan pada bayi. </span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;">Namun cara pemberiannya jangan pakai botol susu dan dot, melainkan disuapi pakai sendok. Kalau si kecil langsung menyusu dari botol, lama-lama ia jadi “bingung puting”. Jadi, ia hanya menyusu di ujung puting seperti ketika menyusu dot. Padahal, cara menyusu yang benar adalah seluruh areola ibu masuk ke mulut bayi. Jadi, kalau si kecil sudah “bingung puting”, tak heran bila ia gagal mengeluarkan ASI di “gudang”nya. Salah satu tanda posisi si kecil salah menyusu ialah payudara ibu lecet. Akhirnya, si kecil jadi ogah menyusu langsung dari payudara lantaran ia merasa betapa sulitnya mengeluarkan ASI. Sementara kalau menyusu dari botol, hanya dengan menekan sedikit saja dotnya, susu langsung keluar. </span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;">Tak usah cemas si kecil akan kekurangan ASI berapapun jumlah ASI perah yang dikeluarkan. Memang, pada awalnya si kecil akan gelisah dengan jumlah yang mungkin lebih sedikit dari biasanya, tapi bayi akan cepat beradaptasi, kok. “Maksimal pada hari keempat, bayi akan sudah terbiasa. Seberapa pun ASI yang ada, akan diminum. Kalau ditinggali 500 cc, akan diminum; begitu juga 300 cc, bahkan 200c. Namun ketika ibunya datang, ia akan minum habis-habisan. Jadi, bayi tak akan kekurangan ASI. Itu sudah dibuktikan, lo,” tutur Utami. </span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;">Nah, Bu, tak ada lagi yang perlu dicemaskan, bukan? Ingat, lo, meski bunda bekerja, si kecil tetap bisa mendapatkan ASI ekslusif! </span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><em><br />
</em><strong>sumber:</strong> tabloid Nakita<em> </em></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummukautsar.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummukautsar.wordpress.com/637/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummukautsar.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummukautsar.wordpress.com/637/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummukautsar.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummukautsar.wordpress.com/637/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummukautsar.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummukautsar.wordpress.com/637/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummukautsar.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummukautsar.wordpress.com/637/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummukautsar.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummukautsar.wordpress.com/637/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummukautsar.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummukautsar.wordpress.com/637/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&amp;blog=2819269&amp;post=637&amp;subd=ummukautsar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummukautsar.wordpress.com/2011/04/06/asi-perah-solusi-buat-ibu-bekerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu Kautsar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengecek Kemampuan Bicara Anak Sesuai Usia</title>
		<link>http://ummukautsar.wordpress.com/2011/04/01/mengecek-kemampuan-bicara-anak-sesuai-usia/</link>
		<comments>http://ummukautsar.wordpress.com/2011/04/01/mengecek-kemampuan-bicara-anak-sesuai-usia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Apr 2011 07:55:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Kautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Balita]]></category>
		<category><![CDATA[Batita]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[tumbuh kembang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummukautsar.wordpress.com/?p=633</guid>
		<description><![CDATA[Orangtua terkadang bingung karena pada usia tertentu anaknya belum bisa berbicara. Hal ini membuat orangtua bertanya apakah kondisi tersebut masih terbilang normal atau justru menandakan adanya gangguan. Ike R Sugianto, Psi, seorang psikolog anak menuturkan untuk mengetahui apakah anak mengalami gangguan bicara atau tidak perlu diperhatikan tahapan dari perkembangan bicara anak. Berikut ini tahapan perkembangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&amp;blog=2819269&amp;post=633&amp;subd=ummukautsar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Orangtua terkadang bingung karena pada usia tertentu anaknya belum bisa berbicara. Hal ini membuat orangtua bertanya apakah kondisi tersebut masih terbilang normal atau justru menandakan adanya gangguan.</p>
<p>Ike R Sugianto, Psi, seorang psikolog anak menuturkan untuk mengetahui apakah anak mengalami gangguan bicara atau tidak perlu diperhatikan tahapan dari perkembangan bicara anak. Berikut ini tahapan perkembangan bicara dan bahasa yang dialami anak yaitu:</p>
<p><strong>Usia 0-6 bulan</strong><br />
Perkembangan bicara dan bahasa:<span id="more-633"></span></p>
<ol>
<li>Cooing (suara yang tidak beraturan)</li>
<li>Menoleh ke sumber bunyi atau berhenti menangis kalau mendengar suara</li>
<li>Adanya kontak mata untuk mengikuti gerakan benda</li>
</ol>
<p>Stimulasi yang bisa diberikan:</p>
<ol>
<li>Berbicara pada bayi dengan penuh atensi</li>
<li>Menggunakan intonasi yang menarik</li>
<li>Berkomunikasi misalnya bermain cilukba atau bernyanyi saat melakukan aktivitas bersama seperti pada waktu makan, mandi atau ganti popok.</li>
</ol>
<p><strong>Usia 6-12 bulan</strong><br />
Perkembangan bicara dan bahasa:</p>
<ol>
<li>Babbling atau pengulangan suku kata yang sama seperti mamama atau bababa</li>
<li>Meningkatnya pemahaman atas kegiatan sehari-hari</li>
<li>Ada echolalia (membeo) mulai dari 3-5 kata</li>
</ol>
<p>Stimulasi yang bisa diberikan:</p>
<ol>
<li>Memberikan respons pada ocehan yang dikeluarkan si kecil</li>
<li>Menggunakan kalimat pendek dengan tempo lambat dan 1 bahasa</li>
</ol>
<p><strong>Usia 12 bulan</strong><br />
Perkembangan bicara dan bahasa:</p>
<ol>
<li>Mengenali nama sendiri</li>
<li>Memahami instruksi sederhana seperti kiss bye atau dagh-dagh</li>
<li>Kata pertama sebanyak 5-6 kata</li>
</ol>
<p>Stimulasi yang bisa diberikan:</p>
<ol>
<li>Memberikan tanda pada setiap tindakan</li>
</ol>
<p><strong>Usia 18 bulan</strong><br />
Perkembangan bicara dan bahasa:</p>
<ol>
<li>Memahami 10-20 kata termasuk nama-nama orang</li>
<li>Menyebutkan nama obyek dari foto atau gambar</li>
<li>Mulai menggunakan kalimat yang terdiri dari 2 kata</li>
<li>Mulai mengungkapkan keinginannya seperti &#8216;minta&#8217; atau &#8216;permen&#8217;</li>
<li>Mampu bertanya dengan kalimat sederhana seperti &#8216;mana bola?&#8217;</li>
<li>Menggunakan bahasa non-verbal seperti menunjuk, bersenandung</li>
</ol>
<p>Stimulasi yang bisa diberikan:</p>
<ol>
<li>Memberikan  kata yang berulang-ulang</li>
<li>Menjelaskan apa yang sedang ditonton si kecil</li>
<li>Memberikan pujian</li>
</ol>
<p><strong>Usia 24 bulan</strong><br />
Perkembangan bicara dan bahasa:</p>
<ol>
<li>Memahami pertanyaan dan perintah sederhana</li>
<li>Memahami instruksi yang lebih luas</li>
<li>Lebih banyak menggunakan penggabungan dua kata dan menggunakan kalimat yang lebih panjang (3 kata)</li>
<li>Anak menunjuk dirinya sendiri dengan nama</li>
<li>Mulai menggunakan kata negatif seperti &#8216;tidak pergi&#8217; atau &#8216;jangan&#8217;</li>
<li>Memahami minimal 50 kata</li>
<li>Bertahan mengikuti aktivitas selama 6-7 menit</li>
</ol>
<p>Stimulasi yang bisa diberikan:</p>
<ol>
<li>Memperluas penggunaan kata baru</li>
<li>Memperjelas arti suatu kata dengan menggunakan bahasa tubuh dan intonasi</li>
<li>Menggunakan percakapan sederhana</li>
<li>Merangsang anak dengan pertanyaan sederhana lalu tunggu respons dari anak selama 10 detik</li>
<li>Membaca buku dengan kalimat yang berulang-ulang dan sederhana</li>
<li>Memberikan permainan dengan instruksi seperti &#8216;Pegang hidung&#8217; atau anggota tubuh lainnya</li>
</ol>
<p><strong>Usia 30 bulan</strong><br />
Perkembangan bicara dan bahasa:</p>
<ol>
<li>Memahami 400-800 kosa kata</li>
<li>Mampu menyebutkan nama depan</li>
<li>Bisa menggabungkan antara kata kerja dan kata benda</li>
<li>Mampu menyebut 7 anggota tubuh</li>
<li>Mulai bisa membedakan barang berdasarkan bagian atau fungsinya seperti &#8216;mana yang punya roda&#8217; atau &#8216;yang mana yang bisa dipakai untuk makan&#8217;</li>
<li>Bisa memahami konsep besar dan kecil</li>
</ol>
<p>Stimulasi yang bisa diberikan:</p>
<ol>
<li>Membaca cerita dan menjawab pertanyaan sederhana</li>
</ol>
<p><strong>Usia 3 tahun</strong><br />
Perkembangan bicara dan bahasa:</p>
<ol>
<li>Paling sedikit mampu menyebutkan 1 warna</li>
<li>Sering berbicara waktu bermain atau saat sedang sendiri</li>
<li>Bisa menceritakan sebuah cerita sederhana</li>
<li>Bisa menggunakan 3-4 kalimat</li>
<li>Memahami kalimat seperti &#8216;Coba tunjuk yang mana bintang&#8217;</li>
<li>Memahami 900-1.500 kosa kata</li>
<li>Menggunakan kata tanya seperti mengapa dan apa</li>
</ol>
<p>Stimulasi yang bisa diberikan:</p>
<ol>
<li>Mulai menggunakan kalimat yang terdiri dari 3-4 kata</li>
<li>Membicarakan kegiatan sehari-hari</li>
<li>Bermain dengan teman sebayanya</li>
</ol>
<p><strong>Usia 4 tahun</strong><br />
Perkembangan bicara dan bahasa:</p>
<ol>
<li>Mamahami 1.500-2.000 kosa kata</li>
<li>Memahami kata jika, karena atau siapa</li>
<li>Menggunakan 4-5 kata dalam satu kalimat</li>
<li>Mulai menggunakan struktur bahasa yang rapi</li>
<li>Memberikan artikulasi yang lebih jelas</li>
<li>Mampu mengikuti perintah 2-3 langkah</li>
</ol>
<p>Stimulasi yang bisa diberikan:</p>
<ol>
<li>Mengunjungi kebun binatang atau sebuah pertunjukkan</li>
<li>Berbicara dengan kalimat atau membacakan cerita yang lebih panjang</li>
</ol>
<p><strong>Usia 5 Tahun</strong><br />
Perkembangan bicara dan bahasa:</p>
<ol>
<li>Memahami 2.500-2.800 kosa kata</li>
<li>Mendefinisikan obyek berdasarkan fungsinya</li>
<li>Terkadang masih bingung antara kemarin, dulu atau besok</li>
<li>Mampu bertukar informasi, bisa menjawab telepon dan menghubungkan cerita</li>
<li>Menggunakan 5-6 kata dalam satu kalimat</li>
</ol>
<p>Stimulasi yang bisa diberikan:</p>
<ol>
<li>Mendengarkan apa yang diucapkan anak</li>
<li>Memberi kesempatan bagi anak untuk mengutarakan perasaannya</li>
</ol>
<p>Jika anak belum mencapai tahapan tersebut ada kemungkinan anak mengalami gangguan bicara. Namun ada beberapa faktor yang terkait dengan gangguan perkembangan bicara dan bahasa pada anak seperti:</p>
<ol>
<li>Gangguan pendengaran</li>
<li>Gangguan pemrosesan sensorik</li>
<li>Kelainan organ bicara</li>
<li>Bingung bahasa (bilingual)</li>
<li>Selective autism</li>
<li>Perkembangan otak yang kurang optimal</li>
<li>Indikasi adanya gangguan yang lebih serius seperti keterbelakangan mental atau gangguan spektrum autis.</li>
</ol>
<p>Untuk mengetahui apakah ada gangguan tersebut atau tidak, orangtua bisa melakukan beberapa pemeriksaan seperti ke dokter THT dan pemeriksaan tumbuh kembang dengan ahli terapis wicara, psikolog, psikiater, dokter anak.</p>
<p>&#8220;Jika memang diketahui adanya gangguan, maka pemilihan terapi yang diberikan sangat tergantung dengan faktor terkait tersebut dan juga kondisi anak.</p>
<p>Meski demikian ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orangtua dan guru yaitu:</p>
<ol>
<li>Memperbanyak waktu untuk bermain bersama</li>
<li>Mengikuti minat dan masuk ke dalam dunia anak, baru secara perlahan mengarahkan anak</li>
<li>Menggunakan 1 bahasa terlebih dahulu sehingga anak tidak bingung</li>
<li>Menggunakan tempo bicara yang sedang</li>
<li>Menggunakan kalimat pendek seperti 1-2 kata</li>
<li>Memperbanyak ekspresi yang seru seperti &#8216;Wow ! Oh-oo&#8217;</li>
<li>Meminta respons timbal balik dari anak mulai dari hal yang bisa dilakukannya seperti tos, cium atau mengangguk</li>
<li>Memberikan jeda 5 detik antar kalimat pengulang</li>
<li>Menggunakan alat bantu visual</li>
</ol>
<p>Sumber : detik</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummukautsar.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummukautsar.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummukautsar.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummukautsar.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummukautsar.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummukautsar.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummukautsar.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummukautsar.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummukautsar.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummukautsar.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummukautsar.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummukautsar.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummukautsar.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummukautsar.wordpress.com/633/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&amp;blog=2819269&amp;post=633&amp;subd=ummukautsar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummukautsar.wordpress.com/2011/04/01/mengecek-kemampuan-bicara-anak-sesuai-usia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu Kautsar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>14 Tips Agar Cepat Hamil</title>
		<link>http://ummukautsar.wordpress.com/2011/03/08/14-tips-agar-cepat-hamil/</link>
		<comments>http://ummukautsar.wordpress.com/2011/03/08/14-tips-agar-cepat-hamil/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Mar 2011 08:07:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Kautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummukautsar.wordpress.com/?p=625</guid>
		<description><![CDATA[mempunyai anak adalah dambaan setiap keluarga, bahkan dengan anak hidup kita akan terasa sempurna, namun seringkali kita jumpai ada keluarga yang sudah bertahun tahun hidup bersama tetap belum di karuniai seorang anak. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan bagi pasangan suami isteri agar cepat mendapatkan kehamilan: 1.Tidak Memakai Alat KB Tidak menggunakan semua alat KB [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&amp;blog=2819269&amp;post=625&amp;subd=ummukautsar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>mempunyai anak adalah dambaan setiap keluarga, bahkan dengan anak hidup kita akan terasa sempurna, namun seringkali kita jumpai ada keluarga yang sudah bertahun tahun hidup bersama tetap belum di karuniai seorang anak.</p>
<p>Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan bagi pasangan suami isteri agar cepat mendapatkan kehamilan:</p>
<p><strong>1.Tidak Memakai Alat KB</strong></p>
<p>Tidak menggunakan semua alat KB adalah hal pertama yang harus diperhatikan. Hal ini karena penggunaan alat ini akan menyebabkan siklus haid Anda menjadi tidak teratur dan perlu waktu beberapa bulan untuk menjadi normal kembali.</p>
<p><strong>2. Periksakan Kondisi Kesehatan Anda</strong></p>
<p><span id="more-625"></span>Hal pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan pemeriksaan kesehatan yang mencakup kesehatan tubuh anda sendiri, mengenai sistem reproduksi anda, tingkat kesuburan dan hal lainnya kepada ahlinya. Periksakan hal ini baik suami maupun isteri. Hal ini merupakan modal penting untuk terjadinya kehamilan dan untuk diketahui oleh pasangan suami isteri, karena jika terjadi kendala pada hal tersebut, tentunya diperlukan perawatan dan pengobatan lebih lanjut dan bukan hanya sekedar tips. Jika setelah diperiksakan dan dinyatakan kondisi anda dan pasangan anda sehat, maka mungkin tips selanjutnya bisa bermanfaat dan dapat anda lakukan.<br />
Ketahui Mengenai Pengetahuan Dasar Terjadinya Kehamilan<br />
Hal ini juga penting diketahui oleh pasangan suami isteri agar dapat dijadikan sebagai gambaran untuk mendapatkan kehamilan. Mengetahui seberapa banyak jumlah sperma normal, kondisi serviks saat masa subur, berapa lama sperma mencapai sel telur dsb</p>
<p><strong>3. Ketahui Masa Subur Anda</strong></p>
<p>Masa subur ditandai oleh kenaikan Luteinizing Hormone secara signifikan sesaat sebelum terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium). Kenaikan LH akan mendorong sel telur keluar dari ovarium menuju tuba falopii. Didalam tuba falopii ini bisa terjadi pembuahan oleh sperma. Masa-masa inilah yang disebut masa subur, yaitu bila sel telur ada dan siap untuk dibuahi. Sel telur berada dalam tuba falopi selama kurang lebih 3-4 hari namun hanya sampai umur 2 hari masa yang paling baik untuk dibuahi, setelah itu mati.</p>
<p><strong>4. Ketahui dan Hindari Masalah-Masalah Kesuburan (Infertilitas)</strong></p>
<p>Masalah kesuburan terjadi akibat terganggunya sistem reproduksi pada wanita dan terjadinya penurunan kualitas dan kuantitas sperma pada pria. Sebuah penelitian menyatakan bahwa masalah kesuburan terjadi pada 40% akibat perempuan, 40% akibat laki-laki dan 30% akibat keduanya.</p>
<p><strong>5. Waktu terbaik untuk konsepsi</strong></p>
<p>Penting untuk mengetahui kapan saat terbaik untuk terjadinya pembuahan pada seorang wanita. Waktu terbaik untuk konsepsi atau pembuahan adalah saat masa subur atau ovulasi dari seorang wanita.<br />
Yang perlu diperhatikan bahwa telur yang matang hanya hidup 24 jam sedangkan sperma hidup 48-72 jam dalam tubuh wanita. Oleh karenanya, melakukan hubungan seks sebelum saat ovulasi lebih baik untuk meningkatkan kehamilan daripada sehari atau dua hari sesudahnya.</p>
<p><strong>6. Frekuensi hubungan seksual</strong></p>
<p>Frekuensi atau seberapa sering untuk melakukan hubungan seksual, ini semua tergantung dari setiap pasangan. Tidak ada angka khusus yang dapat memastikan berapa kali seseorang harus melakukan seks untuk dapat hamil. Ada wanita yang hamil hanya dengan satu kali saja tapi yang lain memerlukan waktu yang lebih lama. Yang terpenting “seberapa sering” anda melakukan hubungan seksual pada ” waktu yang terbaik untuk konsepsi”.</p>
<p><strong>7. Jangan Banyak Bergerak Setelah Seks?</strong></p>
<p>Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa setelah hubungan seksual dengan tidak bergerak dan tetap dalam posisi tidur dengan kaki atau pinggul lebih tinggi setelah seks akan meningkatkan kesuburan. Karena sebenarnya sperma sudah berada di dalam servik sesaat setelah ejakulasi.<br />
Tapi ada ahli yang tetap menganjurkan untuk memberi waktu sejenak untuk sperma berenang ke servik dan menganjal pinggul dengan sebuah bantal selama seks.<br />
Yang terpenting juga sewaktu anda membersihkan, hindari mengunakan cairan pembersih vagina sesaat setelah hubungan seksual, karena cairan pembersih vagina dapat bersifat toxic untuk sperma.<br />
-Buat para suami<br />
Para suami sebaiknya menghindari memakai celana yang terlalu ketat atau mandi air hangat, hal ini akan menurunkan kemungkinan kehamilan karena proses penekanan atau panas didaerah testis (pembentuk sperma).</p>
<p><strong>8. Hindari Rokok dan Narkoba</strong></p>
<p>Merokok atau mengkonsumsi narkoba sangat mngurangi peluang seorang wanita untuk hamil, dan dapat menyebabkan terjadinya keguguran, kelahiran prematur, dan bayi dengan berat badan rendah.</p>
<p><strong>9. Kurangi Kafein</strong></p>
<p>Banyak penelitian menunjukkan, terlalu banyak kafein bisa mengurangi kemampuan tubuh dalam menyerap zat besi. Jika ingin hamil, hindari minum kopi, teh, atau cola yang kandungan kafeinnya tinggi.</p>
<p><strong>10. Menerapkan Pola Hidup Sehat</strong></p>
<p>Hal lain yang tidak kalah penting adalah menerapkan pola hidup sehat. Inilah yang harus anda perhatikan :<br />
Jika kebetulan anda atau suami perokok, sebaiknya menghentikan merokok. demikian juga dengan kebiasaan meminum alkhohol.<br />
meminum alkohol sedikit pun mengurangi peluang kehamilan hingga 50 %<br />
Pastikan Berat Badan Anda Tidak Kurang/Tidak Lebih (ideal) karena berat badan yang kurang/lebih selain bisa mempersulit pembuahan, juga menjadi masalah saat anda hamil. Sedangkan bagi pria, kekurangan berat badan bisa mengurangi pembentukan sperma.<br />
Rajin Olahraga, dengan demikian kondisi badan anda selalu fit dan dalam proses pembuahan pun akan lebih besar terjadi.<br />
Pola Makan Bergizi Seimbang dalam mengkonsumsi makanan sarat gizi yang diperlukan untuk mendapatkan kehamilan sehat kelak.</p>
<p><strong>11. Gunakan Posisi Berhubungan Badan Yang Tepat</strong></p>
<p>Banyak pakar kesuburan yang berpendapat bahwa posisi pria di atas saat berhubungan badan memberikan peluang terbaik bagi terjadinya kehamilan. Agar lebih efektif, wanita bisa mengganjal pinggulnya dengan bantal sehingga serviks-nya bisa menampung banyak sperma. Usahakan setelah ejakulasi antar pasangan terjadi, selama 10-20 menit agar wanita tetap dalam posisi berbaring. Janganlah beranjak dulu dari sikap tiduran ini karena dalam menit waktu ini cairan semen akan mencair, dan jika wanita bangkit cairan semen akan mengalir kembali ke vagina dan suasana asam membuat sperma melemah dan mati. Hal ini juga merupakan suatu supaya agar kesuburan seorang wanita dapat terjaga dengan baik.</p>
<p><strong>12. Hadirkan suasana Santai Saat Berhubungan</strong></p>
<p>Kegiatan berhubungan suami isteri ini selayaknya dilakukan dalam suasana yang santai dan juga romantis. Saat masa subur tiba dan direncanakan untuk berhubungan intim, sediakanlah waktu yang cukup. Jika selesai aktifitas dari suatu pekerjaan, istirahatlah terlebih dahulu untuk memberi waktu menyegarkan tubuh. Mandi bisa jadi suatu cara agar tubuh menjadi segar kembali. Jagalah mood dan bersikaplah santai, jangan terlalu stres dalam melakukan hubungan seksual, misalnya memikirkan apakah”kegiatan” kali ini akan membuahkan suatu kehamilan.</p>
<p><strong>13. Minum Vitamin</strong></p>
<p>Untuk cepat hamil, konsumsi vitamin maupun jenis makanan mengandung zat-zat dibutuhkan untuk kesuburan sangatlah penting untuk Anda dan pasangan. Vitamin C, salah satunya, dapat meningkatkan kualitas sperma. Mengkonsumsi 1000 mg dan 10 mcg vitamin D atau Vitamin E dapat meningkatkan kesuburan pria dan wanita. Dan wanita yang mengkonsumsi asam folat memiliki kesempatan hamil yang lebih baik dibanding mereka yang tidak mengkonsumsinya. Asam folat juga berperan penting dalam pembentukan tabung otak sang janin kelak.</p>
<p><strong>14. Berdoa Kepada Allah</strong></p>
<p>Manusia hanyalah bisa merencanakan dan berusaha, sedangkan yang menentukan semuanya tentulah Allah. Oleh karena itu lengkapi usaha anda dengan berdoa kepada-Nya, agar diberkahi secepatnya karunia kehamilan. Doa begitu kuat, yang mampu mewujudkan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Jadi, berdoalah.</p>
<p>Sumber : detik.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummukautsar.wordpress.com/625/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummukautsar.wordpress.com/625/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummukautsar.wordpress.com/625/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummukautsar.wordpress.com/625/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummukautsar.wordpress.com/625/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummukautsar.wordpress.com/625/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummukautsar.wordpress.com/625/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummukautsar.wordpress.com/625/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummukautsar.wordpress.com/625/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummukautsar.wordpress.com/625/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummukautsar.wordpress.com/625/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummukautsar.wordpress.com/625/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummukautsar.wordpress.com/625/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummukautsar.wordpress.com/625/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&amp;blog=2819269&amp;post=625&amp;subd=ummukautsar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummukautsar.wordpress.com/2011/03/08/14-tips-agar-cepat-hamil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu Kautsar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kehamilan Keduaku</title>
		<link>http://ummukautsar.wordpress.com/2011/01/31/kehamilan-keduaku/</link>
		<comments>http://ummukautsar.wordpress.com/2011/01/31/kehamilan-keduaku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Jan 2011 08:50:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Kautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummukautsar.wordpress.com/?p=619</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah bisa menengok sedikit blog ini setelah sibuk dengan aktivitas pekerjaan. Kamis siang kemarin (tanggal 27 Januari) ana sempat perdarahan,padahal ana lagi periksa pasien ibu hamil, Alhamdulillah Allah masih menjaga ana dan janin ana, karena hasil USG menunjukkan janin ana masih hidup dan baik-baik saja, perdarahannnya karena kontraksi dan kontraksinya itu disebabkan kecapean. Oleh dokter [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&amp;blog=2819269&amp;post=619&amp;subd=ummukautsar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah bisa menengok sedikit <a href="http://ummukautsar.wordpress.com" target="_blank">blog ini</a> setelah sibuk dengan aktivitas pekerjaan. Kamis siang kemarin (tanggal 27 Januari) ana sempat perdarahan,padahal ana lagi periksa pasien ibu hamil, Alhamdulillah Allah masih menjaga ana dan janin ana, karena hasil USG menunjukkan janin ana masih hidup dan baik-baik saja, perdarahannnya karena kontraksi dan kontraksinya itu disebabkan kecapean. Oleh dokter SPOG ana disuruh bedrest total selama 1 minggu, jadinya ana bisa ga masuk kerja 1 minggu ini, makanya ana sempat deh menulis sedikit di blog ini lagi.</p>
<p><span id="more-619"></span>Alhamdulillah Allah mengamanatkan kepada kami buah hati lagi, sekarang ana memasuki kehamilan kedua dan usianya saat ini baru 17 minggu, semoga kami bisa selalu menjaga buah hati kami dan apa-apa yang diamanatkan oleh Allah. Usia anak kami yang pertama (Kautsar) sudah 3 tahun, jadi sudahpantas punya adik, apalagi dia sepertinya senang dengan anak kecil, walaupun kadang-kadang Kautsar agak gemesan dengan anak kecil. Semoga saja setelahadiknya Kautsar lahir, Kautsar bisa lebih mandiri dan ga terlalu cemburu dengan adiknya nanti. Karena kasus perdarahan kemarin, ana minta maaf kepada calon anak ana, maafkan umi ya sayang karena terlalu sibuk dan cape bekerja, umi sampai lupa menjaga kesehatan kita berdua, semoga Allah memaafkan umi.</p>
<p>Oh ya selain itu ada kabar gembira yang lain blog <a href="http://kautsarku.wordpress.com/" target="_blank">kautsar</a> dah bisa diakses lagi, Alhamdulillah. Semoga aja ana dan zauji bisa menulis artikel-artikel yang bermanfaat bagi orang lain. Amin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummukautsar.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummukautsar.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummukautsar.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummukautsar.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummukautsar.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummukautsar.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummukautsar.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummukautsar.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummukautsar.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummukautsar.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummukautsar.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummukautsar.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummukautsar.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummukautsar.wordpress.com/619/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&amp;blog=2819269&amp;post=619&amp;subd=ummukautsar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummukautsar.wordpress.com/2011/01/31/kehamilan-keduaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu Kautsar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1464/MENKES/PER/X/2010 Tentang Penyelenggaraan Praktik Bidan</title>
		<link>http://ummukautsar.wordpress.com/2011/01/30/peraturan-menteri-kesehatan-republik-indonesia-nomor-1464menkesperx2010-tentang-penyelenggaraan-praktik-bidan-3/</link>
		<comments>http://ummukautsar.wordpress.com/2011/01/30/peraturan-menteri-kesehatan-republik-indonesia-nomor-1464menkesperx2010-tentang-penyelenggaraan-praktik-bidan-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Jan 2011 00:22:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Kautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Peraturan kebidanan]]></category>
		<category><![CDATA[Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1464/MENKES/PER/X/2010]]></category>
		<category><![CDATA[Permenkes]]></category>
		<category><![CDATA[Permenkes 2010]]></category>
		<category><![CDATA[Permenkes tentang izin dan penyelenggaraan praktik bidan tahun 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummukautsar.wordpress.com/?p=616</guid>
		<description><![CDATA[Di antara yang tercantum dalam peraturan ini adalah sebagai berikut: Ketetapan Peraturan Menteri Kesehatan Tentang Penyelenggaraan Praktik Bidan. Persyaratan Praktik Bidan. Formulir Permohonan Surat Izin Kerja Bidan (SIKB) Formulir Surat Izin Praktik Bidan (SIPB) Semuanya telah dikumpulkan dalam sebuah dokumen yang bisa dipelajari oleh siapa saja, terutama para Bidan. Silakan Download di sini untuk membacanya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&amp;blog=2819269&amp;post=616&amp;subd=ummukautsar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di antara yang tercantum dalam peraturan ini adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Ketetapan Peraturan Menteri Kesehatan Tentang Penyelenggaraan Praktik Bidan.</li>
</ul>
<ul>
<li><span id="more-616"></span><img title="Selebihnya..." src="http://ummukautsar.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" />Persyaratan Praktik Bidan.</li>
</ul>
<ul>
<li>Formulir Permohonan Surat Izin Kerja  Bidan (SIKB)</li>
</ul>
<ul>
<li>Formulir Surat Izin Praktik Bidan (SIPB)</li>
</ul>
<p>Semuanya telah dikumpulkan dalam sebuah dokumen yang bisa dipelajari oleh siapa saja, terutama para Bidan.</p>
<p>Silakan <a title="klik untuk download" href="http://www.ziddu.com/download/13597061/PMKNo.1464thnttgIzindanPenyelenggaraanPraktikBidan.pdf.html" target="_blank"><strong>Download di sini</strong></a> untuk membacanya.</p>
<p>Artikel terkait:</p>
<ul>
<li><a title="Permenkes Nomor 369/Menkes/SK/III/2007 Tentang Standar Profesi Bidan" href="http://ummukautsar.wordpress.com/2010/03/31/permenkes-nomor-369menkesskiii2007-tentang-standar-profesi-bidan/" target="_blank">Permenkes Nomor 369/Menkes/SK/III/2007 Tentang Standar Profesi Bidan</a></li>
<li><a title="Panduan Kecukupan Nutrisi Harian Anak-anak" href="http://ummukautsar.wordpress.com/2009/05/22/panduan-kecukupan-nutrisi-harian-anak-anak/" target="_blank">Panduan Kecukupan Nutrisi Harian Anak-anak</a></li>
<li><a title="Aneka Zat Gizi Penyubur Untuk Menghadirkan Buah Hati" href="http://ummukautsar.wordpress.com/2009/10/22/aneka-zat-gizi-penyubur-untuk-menghadirkan-buah-hati/" target="_blank">Aneka Zat Gizi Penyubur Untuk Menghadirkan Buah Hati</a></li>
<li><a title="Bahan Tambahan Pangan (BTP)" href="http://ummukautsar.wordpress.com/2009/05/11/bahan-tambahan-pangan-btp/" target="_blank">Bahan Tambahan Pangan (BTP)</a></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummukautsar.wordpress.com/616/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummukautsar.wordpress.com/616/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummukautsar.wordpress.com/616/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummukautsar.wordpress.com/616/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummukautsar.wordpress.com/616/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummukautsar.wordpress.com/616/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummukautsar.wordpress.com/616/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummukautsar.wordpress.com/616/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummukautsar.wordpress.com/616/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummukautsar.wordpress.com/616/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummukautsar.wordpress.com/616/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummukautsar.wordpress.com/616/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummukautsar.wordpress.com/616/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummukautsar.wordpress.com/616/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&amp;blog=2819269&amp;post=616&amp;subd=ummukautsar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummukautsar.wordpress.com/2011/01/30/peraturan-menteri-kesehatan-republik-indonesia-nomor-1464menkesperx2010-tentang-penyelenggaraan-praktik-bidan-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu Kautsar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummukautsar.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Selebihnya...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Permasalahan Dalam Menyusui dan Cara Mengatasinya</title>
		<link>http://ummukautsar.wordpress.com/2011/01/29/permasalahan-dalam-menyusui-dan-cara-mengatasinya/</link>
		<comments>http://ummukautsar.wordpress.com/2011/01/29/permasalahan-dalam-menyusui-dan-cara-mengatasinya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Jan 2011 23:57:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[bingung puting]]></category>
		<category><![CDATA[cara mengatasi masalah-masalah menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[payudara abses]]></category>
		<category><![CDATA[payudara bengkak]]></category>
		<category><![CDATA[pemasalahan menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[produksi ASI kurang]]></category>
		<category><![CDATA[puting susu lecet/nyeri]]></category>
		<category><![CDATA[puting susu terpendam]]></category>
		<category><![CDATA[radang payudara]]></category>
		<category><![CDATA[relaktasi]]></category>
		<category><![CDATA[saluran ASI trsumbat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummukautsar.wordpress.com/?p=540</guid>
		<description><![CDATA[a. Puting susu datar dan terpendam Cara mangatasinya: Puting susu ditarik-tarik sampai menonjol, kalau perlu dengan bantuan pompa susu. b. Puting lecet dan nyeri Hal ini disebabkan oleh karena posisi menyusui atau cara menghisap yang salah, puting susu belum meregang (belum siap untuk disusui), dan hisapan bayi sangat kuat. Cara mengatasinya: Mulai menyusui pada puting [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&amp;blog=2819269&amp;post=540&amp;subd=ummukautsar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#0000ff;"><strong>a. Puting susu datar dan terpendam</strong></span></p>
<div>Cara mangatasinya: Puting susu ditarik-tarik sampai menonjol, kalau perlu dengan bantuan pompa susu.</div>
<div></div>
<div><span style="color:#0000ff;"><strong><strong>b. Puting lecet dan nyeri</strong></strong></span></div>
<div><span style="color:#0000ff;"><strong><strong><br />
</strong></strong></span></div>
<div>Hal ini disebabkan oleh karena posisi menyusui atau cara menghisap yang salah, puting susu belum meregang (belum siap untuk disusui), dan hisapan bayi sangat kuat.</div>
<div>Cara mengatasinya:</div>
<ul>
<li>Mulai menyusui pada puting yang tidak sakit</li>
<li>Susui sebelum bayi sangat lapar agar menghisapnya tidak terlalu kuat</li>
<li>Perbaiki cara menghisap, bibir bayi menutupi areola diantara gusi atas dan bawah</li>
<li>Jangan membersihkan puting dengan sabun atau alkohol</li>
<li>Perhatikan cara melepaskan mulut bayi dari puting setelah selesai menyusui. Letakkan jari kelingking di sudut bawah</li>
<li>Keluarkan sedikit ASI untuk dioles pada puting selesai menyusui</li>
<li>Biarkan puting kering sebelum memakai BH</li>
<li>Kalau lecet tidak sembuh dalam 1 minggu, rujuk ke Puskesmas</li>
<li>
<div>Usahakan bayi menghisap sampai kebagian hitam disekitar puting (aerola).</div>
</li>
</ul>
<div><span style="color:#0000ff;"><strong>c. Payudara bengkak</strong></span></div>
<div><strong><span id="more-540"></span><br />
</strong></div>
<div>Sekitar hari ke 3-4 payudara sering terasa lebih penuh atau tegang disertai rasa nyeri.</div>
<div>Cara mengatasinya:</div>
<ul>
<li>Susuilah bayi sesuai kebutuhan</li>
<li>Susuilah bayi tanpa dijadwal sesuai kebutuhan</li>
<li>Keluarkan ASI dengan pompa atau manual dengan tangan bila produksi ASI melebihi kebutuhan bayi</li>
<li>Untuk mengurangi rasa sakit, kompres dengan air hangat</li>
<li>
<div>Lakukan pengurutan mulai dari puting kearah pangkal.</div>
</li>
</ul>
<div><span style="color:#0000ff;"><strong><strong>d. Saluran ASI tersumbat</strong></strong></span></div>
<div></div>
<div>Cara mengatasinya:</div>
<ul>
<li>Kelurakan ASI dengan tangan/pompa</li>
<li>
<div>Kompres air hangat sebelum menyusui, kompres air dingin setelah menyusui</div>
</li>
</ul>
<div><span style="color:#0000ff;"><strong>e. Radang payudara</strong></span></div>
<div></div>
<div>Terjadi pada 1-3 minggu setelah melahirkan. Tanda-tandanya adalah:</div>
<ul>
<li>
<div>Kulit payudara tampak lebih merah</div>
</li>
<li>Payudara mengeras</li>
<li>Nyeri dan berbenjol-benjol</li>
</ul>
<div>Cara mengatasinya:</div>
<ul>
<li>Tetap menyusui bayi</li>
<li>Bila disrtai demam dan nyeri dapat diberi obat penurun demam dan menghilangkan rasa nyeri</li>
<li>Bila belum berhasil segera rujuk ke Puskesmas</li>
<li>
<div>Lakukan perawatan payudara secara baik dan teratur.</div>
</li>
</ul>
<div><span style="color:#0000ff;"><strong>f. Payudara abses</strong></span></div>
<div></div>
<div>Abses pada payudara disebabkan karena radang payudara. Untuk sementara payudara yang abses tidak dipakai untuk menyusui. Segeralah menemui dokter atau bidan. Setalah sembuh bayi dapat menyusui kembali.</div>
<div></div>
<div><span style="color:#0000ff;"><strong>g. Produksi ASI kurang</strong></span></div>
<ul>
<li>Ibu perlu menjaga ketenangan pikiran</li>
<li>Cukup istirahat dan mempertinggi rasa percaya diri akan kemampuan menyusui bayinya</li>
<li>Makanan ibu cukup bergizi</li>
<li>
<div>Tingkatkan frekuensi menghisap/menyusui</div>
</li>
</ul>
<div><span style="color:#0000ff;"><br />
<strong>h. Bingung puting</strong></span></div>
<div></div>
<div>Bila ibu bekerja atau karena sesuatu hal bayi terpaksa diberikan susu buatan, berikan dengan sendok, jangan dengan dot susu botol karena menyusui dari dot berlainan dengan puting ibu. Ini untuk menghindari agar bayi tidak bingung puting.</div>
<div>Jangan lupa untuk mempertahankan dan mempertinggi produksi ASI dengan cara :</div>
<ol>
<li>Merawat payudara dan senam payudara.</li>
<li>Memperhatikan makanan ibu menyusui.</li>
<li>Ibu menyusui makan lebih banyak dari biasanya dan minum 6-8 gelas sehari.</li>
<li>Banyak istirahat.</li>
<li>Menjaga ketenangan pikiran dan mempertinggi rasa percaya diri akan kemampuan menyusui bayinya.</li>
<li>
<div>Teruskan menyusui. Hisapan bayi akan merangsang produksi ASI.</div>
</li>
</ol>
<div><span style="color:#0000ff;"><strong>i. Relaktasi</strong></span></div>
<div></div>
<div>Apabila menyusui terhenti untuk sementara karena sesuatu sebab dan ibu ingin menyusui lagi, maka caranya adalah dengan memberikan kesempatan pada bayi menghisap payudara 8-10 kali sehari, tiap kali selama 15 menit. Apabila puting menjadi nyeri atau lecet, teruskan pemberian ASI tetapi waktunya lebih pendek, yaitu 2-3 menit tiap kali. Kalau ASI belum keluar, beri susu formula pengganti ASI sebagai tambahan. Rata-rata ASI diproduksi lagi setelah 1-2 minggu.</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummukautsar.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummukautsar.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummukautsar.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummukautsar.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummukautsar.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummukautsar.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummukautsar.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummukautsar.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummukautsar.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummukautsar.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummukautsar.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummukautsar.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummukautsar.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummukautsar.wordpress.com/540/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&amp;blog=2819269&amp;post=540&amp;subd=ummukautsar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummukautsar.wordpress.com/2011/01/29/permasalahan-dalam-menyusui-dan-cara-mengatasinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Kautsar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Download Kumpulan Satuan Penyuluhan (SATPEL)</title>
		<link>http://ummukautsar.wordpress.com/2011/01/29/download-kumpulan-satuan-penyuluhan-satpel/</link>
		<comments>http://ummukautsar.wordpress.com/2011/01/29/download-kumpulan-satuan-penyuluhan-satpel/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Jan 2011 23:36:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Kautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Askep]]></category>
		<category><![CDATA[asuhan keperawatan]]></category>
		<category><![CDATA[download]]></category>
		<category><![CDATA[download asuhan keperawatan]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan askep]]></category>
		<category><![CDATA[materi keperawatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummukautsar.wordpress.com/?p=559</guid>
		<description><![CDATA[Satpel_Alergi &#124; download Satpel_Antenatal Care (ANC) &#124; download Satpel_Anemia Pada Ibu Hamil &#124; download Satpel_ASI Eksklusif &#124; download Satpel_Asthma &#124; download Satpel_Bronchitis &#124; download Satpel_Diaper Rash &#124; download Satpel_Diare (Italic) &#124; download Satpel_Gagal Jantung &#124; download Satpel_Gagal_Ginjal_Kronik &#124; download Satpel_Gastroenteritis &#124; download Satpel_Gizi Bumil &#124; download Satpel_Gizi Seimbang &#124; download Satpel_Gizi&#38;Tumbang (Kaitannya KMS) &#124; download [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&amp;blog=2819269&amp;post=559&amp;subd=ummukautsar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Satpel_Alergi | <a href="http://www.ziddu.com/download/14995831/Satpel_Alergi.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Antenatal Care (ANC) | <a href="http://www.ziddu.com/download/14995832/Satpel_ANC.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Anemia Pada Ibu Hamil | <a href="http://www.ziddu.com/download/14995828/Satpel_AnemiaPadaIbuHamil.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_ASI Eksklusif | <a href="http://www.ziddu.com/download/14995833/Satpel_ASIEksklusif.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Asthma | download<br />
<span id="more-559"></span>Satpel_Bronchitis | <a href="http://www.ziddu.com/download/14995834/Satpel_Bronchitis.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Diaper Rash | <a href="http://www.ziddu.com/download/14995830/Satpel_DiaperRash.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Diare (Italic) | <a href="http://www.ziddu.com/download/14995829/Satpel_DiareItalic.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Gagal Jantung | <a href="http://www.ziddu.com/download/14995825/Satpel_GagalJantung.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Gagal_Ginjal_Kronik | <a href="http://www.ziddu.com/download/14995826/Satpel_Gagal_Ginjal_Kronik.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Gastroenteritis | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996031/Satpel_Gastroenteritis.zip.html" target="_blank">download<br />
</a> Satpel_Gizi Bumil | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996033/Satpel_GiziBumil.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Gizi Seimbang | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996034/Satpel_GiziSeimbang.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Gizi&amp;Tumbang (Kaitannya KMS) | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996030/Satpel_GiziTumbangKaitannyaKMS.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Hepatitis | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996036/Satpel_Hepatitis.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Hernia Inguinalis | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996035/Satpel_HerniaInguinalis.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Hypertensi (PUS) | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996032/Satpel_HypertensiPUS.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Hypertensi | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996038/Satpel_Hypertensi.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Imunisasi (Hepatitis) | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996029/Satpel_ImunisasiHepatitis.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Imunisasi | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996028/Satpel_Imunisasi.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_ISPA | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996096/Satpel_ISPA.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Kebersihan Diri (Personal Hygiene) | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996093/Satpel_KebersihanDiriPersonalHygiene.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Kebutuhan VIt A (BALITA) | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996100/Satpel_KebutuhanVItABALITA.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Kejang Demam | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996095/Satpel_KejangDemam.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Keluarga_Berencana | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996092/Satpel_Keluarga_Berencana.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Kesehatan (GILUT) | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996099/Satpel_KESGILUT.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Kesehatan Gigi kel II PKMD | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996101/Satpel_KesehatanGigikelIIPKMD.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Kesehatan Gigi | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996094/Satpel_KesehatanGigi.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Kesgi | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996097/Satpel_Kesgi.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_KESGILUT | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996098/Satpel_KesehatanGILUT.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Kesling&amp;Jamban | download<br />
Satpel_Maag (Gastritis) | download<br />
Satpel_Makanan Bayi | download<br />
Satpel_Makanan Tambahan | download<br />
Satpel_Malnutrisi &amp; Protein | download<br />
Satpel_Manfaat ASI (Teknik Menyusui yang Baik) | download<br />
Satpel_Maternitas | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996113/Satpel_Maternitas.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_MP-ASI | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996115/Satpel_MP-ASI.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Nyeri | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996111/Satpel_Nyeri.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Pentingnya ASI | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996119/Satpel_PentingnyaASI.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Perawatan Payudara (Breascare) | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996118/Satpel_PerawatanPayudaraBreascare.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Perawatan Payudara | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996120/Satpel_PerawatanPayudara.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Personal Hygiene | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996112/Satpel_PersonalHygiene.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_PMT | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996114/Satpel_PMT.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_PUS (Hypertensi) | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996116/Satpel_PUSHypertensi.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_PUS (KB) | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996152/Satpel_PUSKB.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_PUS | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996117/Satpel_PUS.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Scabies | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996149/Satpel_Scabies.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_SPAL | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996155/Satpel_SPAL.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_STROKE | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996147/Satpel_STROKE.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Sulit Makan | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996156/Satpel_SulitMakan.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_TBC | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996153/Satpel_TBC.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_TB-Paru | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996148/Satpel_TB-Paru.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_TOGA | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996154/Satpel_TOGA.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Tuberculosis Paru | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996151/Satpel_TuberculosisParu.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_UPGK | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996150/Satpel_UPGK.zip.html" target="_blank">download</a><br />
Satpel_Vitamin A | <a href="http://www.ziddu.com/download/14996211/Satpel_VitaminA.zip.html" target="_blank">download</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummukautsar.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummukautsar.wordpress.com/559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummukautsar.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummukautsar.wordpress.com/559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummukautsar.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummukautsar.wordpress.com/559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummukautsar.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummukautsar.wordpress.com/559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummukautsar.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummukautsar.wordpress.com/559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummukautsar.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummukautsar.wordpress.com/559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummukautsar.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummukautsar.wordpress.com/559/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&amp;blog=2819269&amp;post=559&amp;subd=ummukautsar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummukautsar.wordpress.com/2011/01/29/download-kumpulan-satuan-penyuluhan-satpel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu Kautsar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Curhatan</title>
		<link>http://ummukautsar.wordpress.com/2010/07/15/curhatan/</link>
		<comments>http://ummukautsar.wordpress.com/2010/07/15/curhatan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2010 12:09:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Kautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummukautsar.wordpress.com/?p=593</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirrohmannirohim. Assalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarokatuh. Bingung nih mau nulis apa, sudah lama banget ga ngurusin blog, udah 3 bulan ga pernah masukin artikel lagi. Ana mohon maaf untuk semuanya, banyak banget komentar yang belum dibalas. Terus ana juga lagi sedih, soalnya blog kami (blog suami dan ana) yang lain (kautsarku.wordpress.com) dihacker orang, jadinya kami ga bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&amp;blog=2819269&amp;post=593&amp;subd=ummukautsar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillahirrohmannirohim.</p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarokatuh.</p>
<p>Bingung nih mau nulis apa, sudah lama banget ga ngurusin blog, udah 3 bulan ga pernah masukin artikel lagi. Ana mohon maaf untuk semuanya, banyak banget komentar yang belum dibalas. Terus ana juga lagi sedih, soalnya blog kami (blog suami dan ana) yang lain (<a href="http://kautsarku.wordpress.com" target="_blank">kautsarku.wordpress.com</a>) dihacker orang, jadinya kami ga bisa masuk lagi ke blog kami, ga bisa balas semua komentar-komentar diblog tersebut, ga bisa nulis artikel lagi, padahal sudah banyak pengunjungnya, sudah banyak saudara dan teman yang kami kenal dari blog tersebut. Ya semoga saja kami bisa buat blog lain yang eksis seperti blog <a href="http://kautsarku.wordpress.com" target="_blank">kautsarku</a> dan yang menghacker, semoga saja dia sadar, bahwa dia telah merebut hak orang lain, biarlah Allah yang membalas perbuatannya tersebut.</p>
<p><span id="more-593"></span>Jujur saja mulai mei, ana dah sibuk dengan pekerjaan sebagai bidan, semoga saja ana bisa amalin ilmu yang ana punya untuk menolong orang lain. Semoga dalam waktu dekat, ana bisa balas semua komentar yang masuk diblog ini.</p>
<p>Untuk kautsar (anakku sayang) semoga engkau menjadi anak yang sholeh, yang baik akhlaqnya, yang pintar, intinya jadi anak yang baik. Doa umi dan abi selalu menyertaimu sayang. Maafin umi sayang karena sebagian waktu untukmu sekarang tersita oleh pekerjaan lain, umi melakukan ini untuk  menolong orang lain, semoga saja yang umi lakukan ini diberkahi Allah.Amin.</p>
<p>Sudah dulu ya, ana mohon maaf kalau tulisan ini ada kesalahan dan mohon maaf atas kesalahan-kesalahan ana yang lainnya kepada para pengunjung blog ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummukautsar.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummukautsar.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummukautsar.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummukautsar.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummukautsar.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummukautsar.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummukautsar.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummukautsar.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummukautsar.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummukautsar.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummukautsar.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummukautsar.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummukautsar.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummukautsar.wordpress.com/593/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&amp;blog=2819269&amp;post=593&amp;subd=ummukautsar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummukautsar.wordpress.com/2010/07/15/curhatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu Kautsar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seluk Beluk Kaki Bayi Dan Kelainan Kaki Bayi</title>
		<link>http://ummukautsar.wordpress.com/2010/04/22/seluk-beluk-kaki-bayi-dan-kelainan-kaki-bayi/</link>
		<comments>http://ummukautsar.wordpress.com/2010/04/22/seluk-beluk-kaki-bayi-dan-kelainan-kaki-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2010 09:13:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Kautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Balita]]></category>
		<category><![CDATA[Batita]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[ciri-ciri kaki normal]]></category>
		<category><![CDATA[congenital talipes equinovarus]]></category>
		<category><![CDATA[flat foot (kaki datar)]]></category>
		<category><![CDATA[kaki bayi]]></category>
		<category><![CDATA[kelainan kaki]]></category>
		<category><![CDATA[knee hyperextension]]></category>
		<category><![CDATA[leg length discperancy (perbedaan panjang tungkai)]]></category>
		<category><![CDATA[macam-macam kelainan kaki]]></category>
		<category><![CDATA[stimulasi kaki anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummukautsar.wordpress.com/?p=589</guid>
		<description><![CDATA[Kaki tidak semestinya diberi status kurang penting karena anggota tubuh bagian bawah ini punya peran sangat penting dalam kehidupan seorang anak. Jangan bingung kalau kaki bayi yang baru lahir terlihat berbentuk &#8220;O&#8221;. Tak perlu membedongnya seperti lontong agar lurus, karena langkah seperti itu sama sekali tidak tepat. Seperti dikatakan Dr. Ferry D.T., Sp. BO, bentuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&amp;blog=2819269&amp;post=589&amp;subd=ummukautsar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><em><strong>K</strong></em><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><em>aki tidak semestinya diberi  status kurang penting karena anggota tubuh bagian bawah ini punya peran  sangat penting dalam kehidupan seorang anak.</em></span></span></p>
<table border="0" cellspacing="1" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="100%"><span style="font-family:Comic Sans MS;color:#6600ff;font-size:x-large;">J</span><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">angan bingung kalau kaki bayi yang baru lahir  terlihat berbentuk &#8220;O&#8221;. Tak perlu membedongnya seperti lontong agar  lurus, karena langkah seperti itu sama sekali tidak tepat. Seperti  dikatakan <strong>Dr. Ferry D.T., Sp. BO,</strong> bentuk kaki baru lahir memang  berpola seperti huruf &#8220;O&#8221;. &#8220;Mau dibedong sekuat apa pun, kaki bayi baru  lahir akan tetap membentuk huruf O,&#8221; tambah dokter yang mengambil  spesialis ortopedi di <em>Peolpe&#8217;s Friendship University</em>, Moskow,  Rusia ini.</span><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Selain dokter, orang  tua pun bisa melakukan pemeriksaan terhadap normal-tidaknya kaki bayi.  &#8220;Nah, begitu menemukan kejanggalan atau setidaknya merasa ada sesuatu  yang tidak beres dengan pertumbuhan atau keadaan kaki anaknya, langsung  tanyakan dan periksakan pada dokter, khususnya dokter ortopedi.&#8221;</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Contoh pemeriksaan:</span></p>
<p><img src="http://1.1.1.4/bmi/www.tabloid-nakita.com/photo/05258bayi09.jpg" border="0" alt="" align="left" /></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#ff0066;font-size:x-small;"><strong>CIRI-CIRI KAKI NORMAL </strong></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span style="color:#6600ff;">* </span><span style="color:#cc33ff;">Simetris</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><img src="http://1.1.1.1/bmi/www.tabloid-nakita.com/photo/05258bayi01.jpg" border="0" alt="" align="right" />Kaki kiri dan kaki kanan bayi harus simetris.  Bentuk tulangnya relatif sama-sama lurus alias tidak ada kelebihan  rotasi ke dalam maupun ke luar. Begitu juga de­ngan tulang kering, meski  bisa saja agak membengkok ke arah belakang, namun masih dalam batas  normal. Dalam ar­ti, bengkoknya tidak terkon­sen­trasi pada satu ujung  tulang saja karena kurvanya mencakup sepanjang tulang       <em> (smooth curve). </em></p>
<p></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span style="color:#6600ff;">*</span> <span style="color:#cc33ff;"> Memiliki Sudut       Tertentu</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><img src="http://1.1.1.3/bmi/www.tabloid-nakita.com/photo/05258bayi03.jpg" border="0" alt="" align="right" /><span id="more-589"></span><!--more-->Besaran sudut sendi lutut (antara paha dan  tulang ke­ring) amat tergantung umur. Jika dibaca lebih cermat,  masing-masing usia memiliki kaki yang mem­bentuk sudut berbeda.  Sementara sumbu telapak kaki lurus dari tengah tumit ke jari kaki ke-2  dan ke-3. Begitu juga dengan sendi lutut, tidak bisa menekuk ke depan.  Perlu di­ingat, permukaan kaki bayi dapat ditekuk mencapai per­mukaan  depan tulang ke­ring dan bersifat fleksibel.</p>
<p></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span style="color:#6600ff;">*</span> <span style="color:#cc33ff;"> Panjang-Pendek Kaki Sangat Individual</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Panjang pendeknya kaki bayi  bersifat individual alias tergantung pada kondisi setiap anak. Tidak ada  patokan bayi umur sekian bulan harus mempunyai panjang kaki sekian  sentimeter. Soalnya, tiap anak bisa saja berbeda panjang kakinya. Anak  yang berbakat tinggi contohnya, bisa jadi kakinya akan lebih  jenjang/panjang. Begitu juga sebaliknya, sehingga hal ini tidak bisa  dijadikan sebagai patokan untuk mengetahui baik-buruknya perkembangan  kaki bayi. Yang penting dilihat secara keseluruhan, panjang kakinya  tampak proporsional dengan       tubuhnya.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span style="color:#6600ff;">*</span> <span style="color:#cc33ff;"> Telapak Kaki Tidak Datar</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Telapak kaki yang ideal mempunyai  cekungan di bagian sebelah dalam. Untuk mengetahui bayi mengalami kaki  datar       <em> (flat foot)</em> atau tidak memang ralatif tidak gampang  mengingat cekungan pada telapak kaki bagian dalam bayi belum terbentuk  sempurna. Hal ini baru bisa benar-benar dipantau manakala dia sudah  mulai berjalan atau setidaknya belajar berjalan. Cara memeriksanya, ajak  anak berjalan jinjit, berjalan dengan tumit, maupun berjalan dengan  telapak kaki bagian dalam dan bagian luar. Jika si anak bisa  melakukannya dengan mudah/fleksibel dan tidak nyeri, kemungkinannya ia  tidak mengalami       <em> flat foot.</em></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Namun, wajar-wajar saja dan sama  sekali tak perlu dikhawatirkan jika telapak kakinya lebar dan  jari-jarinya relatif besar sementara bayi lain berkaki kecil dengan  jari-jari relatif lebih kecil pula. Hal ini tergantung pada kondisi  masing-masing bayi yang dipengaruhi oleh faktor genetik dari kedua orang       tuanya.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Sementara cepat-tidaknya anak  bisa berjalan dan berlari, serta kuat-tidaknya ia berjalan jauh nanti,  lagi-lagi terpulang pada bagaimana dan seberapa intens orang tua  menstimulasinya. Sampai sekarang memang belum ada penelitian yang  mengatakan bahwa besar-kecilnya telapak kaki bakal berpengaruh pada  kemampuan si bayi mengoptimalkan       kakinya. </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#ff0066;font-size:x-small;"><strong>JANGAN RAGU  MENSTIMULASI</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Sebenarnya dalam menstimulasi  anak, yang harus dijadikan pegangan adalah kemampuannya melakukan  aktivitas pada setiap tahap perkembangan. Sesuaikan stimulasi itu dengan  kemampuan dan tahap perkembangannya. Jadi, sekalipun si kecil belum  cukup usia untuk berjalan, tetapi kalau dia sudah mau berjalan, itu sama  sekali tidak akan mengganggu perkembangan kaki ataupun merusak struktur  kakinya. Seperti yang selama ini kadung jadi mitos di masyarakat,  &#8220;Jangan deh! Masak sih anak umur 7 bulan sudah ditatih. Nanti kakinya  bengkok atau seperti huruf O, lo!&#8221; </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Sebenarnya, di usia 9 bulan bayi  sudah bisa diajak berdiri atau diberdirikan dengan cara memegangi bagian  samping dadanya di bawah lengan. Sedangkan di usia 11-12 bulan, umumnya  anak sudah mulai memfungsikan kedua kakinya untuk berjalan. &#8220;Hingga  memang di usia inilah anak sudah boleh diajak berjalan dengan cara  memegang tangannya dan biarkan anak sendiri yang memegang jari kita.  Awalnya, anak akan berpegangan dengan kedua tangannya, lalu lama-lama  anak akan memegang cukup dengan satu tangannya sebagai penyeimbang saat  berdiri dan berjalan.&#8221; </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Barulah di usia 13-15 bulan anak  mulai bisa berjalan sendiri tanpa perlu berpegangan untuk mengatur  keseimbangannya. Hanya saja, jalannya masih selangkah dua langkah lalu  jatuh atau masih oleng. Memasuki usia 18 bulan, umumnya anak sudah  semakin lincah bergerak ke sana kemari. Ia mulai ingin belajar naik  kursi atau tangga dengan atau tanpa bantuan. &#8220;Pokoknya, di usia ini anak  lagi senang-senangnya menjejakkan dan melangkahkan kakinya ke tempat  yang lebih tinggi dari tempat dia berpijak sebelumnya. Saat usia 24  bulan baru dia bisa naik turun tangga sendiri, selain sudah mampu  menendang bola dan berlari tanpa dibantu walau mungkin tetap masih agak  oleng.&#8221;</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Sedangkan kemampuan jongkok atau  bersimpuh, umumnya sudah bisa dilakukan sendiri tanpa harus diajari saat  dia mulai ingin memfungsikan kedua kakinya. Biasanya ini terjadi dari  merangkak atau peralihan dari duduk ke berdiri. Kendati begitu, Ferry  mengingatkan ada sebagian pihak yang berpendapat bahwa duduk di lantai  dengan kedua kaki seperti membentuk huruf W (bersimpuh dengan tungkai ke  luar) bisa memperberat kelainan rotasi pada kaki. Sebaliknya, sampai  sekarang belum ada yang mengatakan bahwa mengajak bayi belajar melompat  dan meloncat secara sederhana akan merusak atau mempengaruhi  perkembangan kakinya.</span></p>
<p><strong><span style="font-family:Verdana;color:#3399ff;font-size:small;">RAGAM  KELAINAN KAKI</span></strong></p>
<p><span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:medium;">T</span><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">anpa bedong, jika tidak ada kelainan apa-apa, di  usia 2 tahun, kaki anak yang semula membentuk huruf O akan lurus dengan  sendirinya. Menurut Ferry, justru harus dipertanyakan jika kaki si  kecil selagi berusia di bawah setahun tidak membentuk pola huruf O. Yang  pasti, tukas dokter yang berpraktek di RS Hasan Sadikin, Bandung,  ÒGangguan pada kaki bayi jauh lebih baik dideteksi sejak dini. Jika  tidak, gangguan tersebut akan sangat menghambat si kecil kelak saat dia  sudah membutuhkan sepasang kakinya. Semisal jadi sulit berjalan, mudah  jatuh, nyeri, hingga kerusakan sendi secara dini. Berikut beberapa ciri  kaki bayi yang tidak normal: </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span style="color:#6600ff;">*</span> <em><span style="color:#ff0066;">Knee       Hyperextension</span></em></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><img src="http://1.1.1.3/bmi/www.tabloid-nakita.com/photo/05258bayi08.jpg" border="0" alt="" align="left" />Ini biasanya disebabkan posisi abnormal janin,  hipermobilitas sendi,       <em> fixed equinus, injury</em> cakram pertumbuhan, dan <em> malunion</em> patah tulang. Keadaan ini menurut Ferry biasanya sudah bisa dideteksi  secara jelas saat bayi baru lahir karena posisi kaki bayi seperti ini  sangatlah tidak normal.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Untuk penanganan atau terapi pada  kasus seperti ini, saat bayi baru lahir akan diperiksa secara  menyeluruh supaya bisa diketahui tindakan apa saja yang bisa dan harus  dilakukan. Kendati tindakan itu sendiri baru bisa dilakukan setelah anak  berusia 2 tahun. Adapun tindakan pertama yang ditempuh adalah dengan       <em> brace</em> KAFO hingga si anak berusia 6 tahun. Jika tidak ada  kemajuan, baru dioperasi epifisiodesis yang akan terus dipantau hingga  anak berusia 10 tahun. Jika tidak berhasil juga atau bila anak baru  mendapat penanganan selewat usia 10 tahun, maka yang brsangkutan akan  menjalani operasi osteotomy.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span style="color:#6600ff;">*</span> <span style="color:#ff0066;"><em>Congenital Talipes Equinovarus</em></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><img src="http://1.1.1.5/bmi/www.tabloid-nakita.com/photo/05258bayi05.jpg" border="0" alt="" align="left" />Merupakan kelainan lahir dengan ciri kaki bayi  menunjuk ke bawah dan terputar ke dalam. Secara klinis hal ini bisa  ditunjukkan dengan rotasi tungkai ke bawah ke arah dalam, hingga anak  berjalan dengan bagian luar kaki. ÒKasus ini terjadi karena kurang  sempurnanya pembentukan di trimester pertama.  Terjadilah kompresi dalam  kandungan, maupun kelainan otot dan       sendi.&#8221;</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><img src="http://1.1.1.2/bmi/www.tabloid-nakita.com/photo/05258bayi07.jpg" border="0" alt="" align="left" />Keadaan seperti ini akan jauh lebih baik jika  dideteksi dan ditangani sejak dini. Pasalnya untuk kelainan kaki seperti  ini bisa ditangani sejak baru lahir seperti dengan melakukan serial  manipulasi &amp; tapping per minggu selama 2 bulan atau dengan cara  digips kurang lebih 1-2 minggu selama 2-3 bln. Setelah terkoreksi  barulah hold dengan sepatu terbalik atau splint.  Sementara operasi baru  disarankan untuk dilakukan jika terapi konservatif 6 bulan sampai  setahun gagal dan telah digips selama 3 bulan. Tindakan operasi untuk  mengembalikan posisi kaki anak ke tempat yang seharusnya, bukan berarti  tidak ada kemungkinan komplikasi. Bisa saja anak mengalami komplikasi  berupa under atau  koreksi, kaku dan nyeri, hingga recurrency atau  kambuh sampai usia 10       tahun.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span style="color:#6600ff;">*</span> <span style="color:#ff0066;"><em> Leg Length Discrepancy </em> atau Perbedaan Panjang Tungkai</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><img src="http://1.1.1.1/bmi/www.tabloid-nakita.com/photo/05258bayi06.jpg" border="0" alt="" align="right" />Kalau tidak diperiksa secara saksama dan teliti  seringkali keadaan ini terlewatkan dan baru ketahuan saat anak belajar  berjalan atau saat mengenakan celana panjang. Padahal pemeriksaan untuk  hal ini sangatlah mudah dan bisa dilakukan awam. Caranya tidurkan bayi  telentang dalam keadaan telanjang, samakan kakinya dengan cara memegang  keduanya. Amati adakah perbedaan panjang-pendeknya. Atau bisa juga  dengan cara mengukur satu per satu panjang kaki bayi dari panggul hingga  telapak kaki. </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Seperti yang dikatakan Ferry,  keadaan ini bisa disebabkan kelainan lahir (hemihipertrofi, DDH, PFFD),  kelumpuhan (polio, CP), infeksi, tumor,       <em> injury</em> (setelah patah tulang). Dampak jangka panjangnya,  kelak anak akan mengalami kesulitan berjalan, scoliosis, hingga nyeri  punggung bawah.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Untuk kasus ini biasanya tidak  perlu diambil tindakan jika perbedaan panjangnya kurang dari 2 cm karena  tidak akan terlalu berpengaruh saat anak jalan dan tidak akan terlalu  terlihat. Sementara jika perbedaannya 2-5 cm, anak akan dikenakan       <em> shoe lift</em>. Sedangkan bila perbedaan panjangnya lebih dari  5cm, mau tidak mau ini akan dilakukan operasi       <em> leg lengthening/shortening/epiphysiodesis,</em> yakni dengan  memotong tulang yang lebih panjang. </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span style="color:#6600ff;">*</span> <span style="color:#ff0066;"><em> Flat Foot </em></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><img src="http://1.1.1.4/bmi/www.tabloid-nakita.com/photo/05258bayi04.jpg" border="0" alt="" align="left" />Kelainan yang satu ini lebih dikenal dengan  sebutan kaki datar. Kondisi ini akan menyebabkan anak merasa tidak  nyaman saat berjalan, cepat lelah dan sol sepatu selalu habis sebelah.  Hanya saja menurut penelitian, kondisi seperti ini pada orang dewasa  tidak terlalu menimbulkan masalah.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><em>Flat foot</em> sendiri menurut  Ferry disebabkan kelainan posisi tulang, jaringan sendi terlalu  fleksibel,       <em>overweight</em>, kelemahan otot, kompensasi dari kaki X, dan  kelainan rotasi kaki. Akan tetapi untuk memastikan kelainan ini  sekaligus melakukan tindak penanganannya harus menunggu sampai  usia  anak minimal 3       tahun.</span></p>
<p><strong><span style="font-family:Verdana;color:#ff9933;font-size:small;">SEBAIKNYA  JANGAN GUNAKAN BABY WALKER</span></strong></p>
<p><span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:medium;">A</span><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">gar anak bisa belajar mengoptimalkan kemampuan  kakinya untuk berjalan,       <strong> Ferry</strong> mengingatkan agar orang tua sebaiknya tidak  memfasilitasinya dengan       <em> baby walker</em>. &#8220;Penggunaan fasilitas ini membuat bayi tidak  terangsang untuk berjalan mandiri, disamping tidak melatih kekuatan otot  dan tulang, maupun koordinasi gerak dan keseimbangannya.&#8221;</span></p>
<p><strong><span style="font-family:Verdana;color:#009999;font-size:small;">BERAWAL  SEJAK MASA KEHAMILAN</span></strong></p>
<p><span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:medium;">D</span><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">alam hal ini, papar       <strong>Ferry</strong>, banyak gangguan/kelainan pada kaki bayi, umumnya  berawal dari masa kehamilan. Penyebabnya bisa karena umur ibu sudah  terlalu tua atau amat berisiko untuk hamil, terkena infeksi, mengalami  kekurangan cairan ketuban, ataupun ibu mengonsumsi obat-obatan atau zat  tertentu yang dapat menyebabkan kelainan janin. Sedangkan pada masa  setelah anak lahir, bisa disebabkan infeksi, kurang gizi, kurang  rangsangan motorik ataupun trauma berupa patah tulang. </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><strong>Gazali  Solahuddin. Foto-foto: Dok. Dr. Ferry D.T., Sp. BO</strong></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummukautsar.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummukautsar.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummukautsar.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummukautsar.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummukautsar.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummukautsar.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummukautsar.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummukautsar.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummukautsar.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummukautsar.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummukautsar.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummukautsar.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummukautsar.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummukautsar.wordpress.com/589/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&amp;blog=2819269&amp;post=589&amp;subd=ummukautsar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummukautsar.wordpress.com/2010/04/22/seluk-beluk-kaki-bayi-dan-kelainan-kaki-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu Kautsar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.1.1.4/bmi/www.tabloid-nakita.com/photo/05258bayi09.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://1.1.1.1/bmi/www.tabloid-nakita.com/photo/05258bayi01.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://1.1.1.3/bmi/www.tabloid-nakita.com/photo/05258bayi03.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://1.1.1.3/bmi/www.tabloid-nakita.com/photo/05258bayi08.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://1.1.1.5/bmi/www.tabloid-nakita.com/photo/05258bayi05.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://1.1.1.2/bmi/www.tabloid-nakita.com/photo/05258bayi07.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://1.1.1.1/bmi/www.tabloid-nakita.com/photo/05258bayi06.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://1.1.1.4/bmi/www.tabloid-nakita.com/photo/05258bayi04.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
