<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Blognya Ummu Kautsar</title>
	<atom:link href="http://ummukautsar.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ummukautsar.wordpress.com</link>
	<description>Blogku... blog untuk semua</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Nov 2009 02:48:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ummukautsar.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/7755c9c38a369dc8d4d26c7a6a3afb69?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Blognya Ummu Kautsar</title>
		<link>http://ummukautsar.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Anak Anda ADD / ADHD ?</title>
		<link>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/11/26/anak-anda-add-adhd/</link>
		<comments>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/11/26/anak-anda-add-adhd/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 02:48:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Kautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Balita]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Anak ADD]]></category>
		<category><![CDATA[Anak ADHD]]></category>
		<category><![CDATA[anak tidak dapat tenang]]></category>
		<category><![CDATA[anxiety]]></category>
		<category><![CDATA[Attention Deficit Disorder]]></category>
		<category><![CDATA[dissociative]]></category>
		<category><![CDATA[Hiperaktif]]></category>
		<category><![CDATA[hiperaktifitas]]></category>
		<category><![CDATA[Impulsif]]></category>
		<category><![CDATA[impulsivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Inattention]]></category>
		<category><![CDATA[kelainan kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[pemusatan perhatian]]></category>
		<category><![CDATA[personality disorder]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummukautsar.wordpress.com/?p=470</guid>
		<description><![CDATA[Anak Anda ADD / ADHD ?
Sekarang banyak orang tua melihat Anak dari sudut kekurangannya. Ketika itu, seorang anak dibawa orang tua ke tempat praktek seorang psikolog, dan psikolog itu melihat bahwa orang tua ini sungguh tidak mengenali anaknya. Mengapa psikolog itu berkata seperti itu ? Anaknya ternyata setelah psikolog tersebut asesmen, maka psikolog itu tegakkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&blog=2819269&post=470&subd=ummukautsar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#ff0000;"><strong>Anak Anda ADD / ADHD ?</strong></span></p>
<p>Sekarang banyak orang tua melihat Anak dari sudut kekurangannya. Ketika itu, seorang anak dibawa orang tua ke tempat praktek seorang psikolog, dan psikolog itu melihat bahwa orang tua ini sungguh tidak mengenali anaknya. Mengapa psikolog itu berkata seperti itu ? Anaknya ternyata setelah psikolog tersebut asesmen, maka psikolog itu tegakkan diagnose saat itu juga bahwa anaknya tidak mengalami ADD maupun ADHD, anak itu hanyalah kurang perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya yang seringkali pergi ke luar kota sehingga anak bermain sendiri atau bersama dengan mbaknya (pembantunya). Lalu bagaimana ciri-ciri anak dengan gangguan ADD/ADHD ?</p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">ADD = kurang pemusatan perhatian + impulsivitas </span></strong><br />
<span id="more-470"></span>Jadi apakah ADD (Attention Deficit Disorder) itu, dan apakah anak anda menyandangnya? ADD sering dikenali jika anak berperilaku buruk<br />
secara ekstrim dan konsisten. Orang tua menjadi was–was melihat bagaimana perilaku anak menyimpang dari perilaku anak – anak seusianya. Guru– guru melihat bagaimana perilakunya membuat mereka terpisah dari teman – teman sekelasnya.</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>ADHD = kurang pemusatan perhatian + impulsivitas</strong></span></p>
<p>Seseorang dapat memenuhi kriteria ADHD, jika ia kurang perhatian (Inattention)<br />
atau Hiperaktifitas (tidak dapat tenang) &amp; Impulsif, atau keduanya.<br />
Kondisi ini terjadi selama periode paling tidak enam bulan, yang mana<br />
mengakibatkan pertumbuhan seseorang tersebut menjadi tidak sesuai<br />
dengan tingkat pertumbuhan usia normal.</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Kapan seseorang dapat dikategorikan sebagai Inattention?</strong></span></p>
<p>1.	Jika ia minimal memenuhi 6 kriteria dibawah ini:<br />
a) Tidak teliti atau sering ceroboh dalam menyelesaikan tugas sekolah, pekerjaan      atau kegiatan lainnya.<br />
b)	Sulit mempertahankan konsentrasi untuk menyelesaikan tugas atau permainan.<br />
c)	Sering tidak mendengarkan pada saat diajak berbicara.<br />
d)	Cenderung tidak mengikuti instruksi dalam menyelaesaikan tugas sekolah atau     pekerjaan.<br />
e)	Mengalami masalah dalam mengatur atau mengorganisasi tugas atau kegiatan.<br />
f)	Tidak menyukai atau cenderung menghindar tugas yang memerlukan kemampuan mental dan konsentrasi yang panjang.<br />
g) Sering kehilangan barang – barang atau peralatan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas. Misalnya, buku, pensil, penghapus dan lain–lain.<br />
h)	Mudah terpecah konsentrasinya.<br />
i)	Pelupa.</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Dan kapan seseorang dapat dikategorikan sebagai hiperaktifitas – Impulsif ?</strong></span></p>
<p>Jika ia memenuhi minimal 6 kriteria dibawah ini (dari gabungan Hiperaktifitas dan Impulsif).</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Hiperaktif:</strong></span></p>
<p>a)	Tidak dapat duduk dengan tenang.<br />
b)	Sering meninggalkan bangku tanpa alas an yang jelas.<br />
c)	Berlari, memanjat tidak pada tempatnya (pada usia dewasa, lebih ditunjukkan       dengan sikap gelisah).<br />
d)	Kesulitan dalam menikmati kegiatan atau permainan yang tenang dan membawa relaksasi.<br />
e)	Berkeinginan untuk selalu bergerak aktif.<br />
f)	Cerewet, suka berbicara kadang tidak sesuai dengan konteks.<br />
<span style="color:#ff0000;"><strong><br />
Impulsif: </strong></span></p>
<p>a)	Sering memberikan jawaban sebelum pertanyaan yang ditanyakan selesai.<br />
b)	Mengalami masalah dalam menunggu giliran.<br />
c)	Sering memotong pembicaraan orang lain atau menyerobot.</p>
<p>2.	Gejala yang disebutkan di atas muncul pada saat seseorang berusia sebelum             tujuh tahun.<br />
3.	Gejala muncul pada paling tidak di dua situasi berbeda, misalnya di sekolah dan di rumah.<br />
4.	Gejala tersebut mengakibatkan gangguan pada kegiatan – kegiatan sekolah,  kegiatan social atau pekerjaan.<br />
5.	Gejala tersebut tidak terjadi semata – mata karena Pervasive<br />
Developmental         Disorder atau kelainan kejiwaan yang lainnya termasuk Schizophrenia.<br />
6.	Gejala tersebut tidak dapat dijelaskan lebih baik sehubungan dengan<br />
kelainan         yang diakibatkan oleh, perubahan perasaan (mood), ketakutan<br />
yang amat sangat     (anxiety), kebingungan (dissociative), atau kelainan<br />
kepribadian (personality         disorder).</p>
<p>Sumber : Super Parenting</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummukautsar.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummukautsar.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummukautsar.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummukautsar.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummukautsar.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummukautsar.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummukautsar.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummukautsar.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummukautsar.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummukautsar.wordpress.com/470/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&blog=2819269&post=470&subd=ummukautsar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/11/26/anak-anda-add-adhd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu Kautsar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Waspadai Gejala Komplikasi Diabetes pada Retina</title>
		<link>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/11/22/waspadai-gejala-komplikasi-diabetes-pada-retina/</link>
		<comments>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/11/22/waspadai-gejala-komplikasi-diabetes-pada-retina/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 11:46:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Kautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[DIABETIC RETINOPATHY]]></category>
		<category><![CDATA[fluorescein angiography]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan mata ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala diabetic retinopathy]]></category>
		<category><![CDATA[kadar gula darah]]></category>
		<category><![CDATA[komplikasi diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Pemeriksaan Diabetic Retinopathy]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanda diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[tes optical coherence tomography (OCT)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummukautsar.wordpress.com/?p=467</guid>
		<description><![CDATA[DIABETIC RETINOPATHY adalah sebuah kondisi komplikasi diabetes akibat rusaknya pembuluh darah pada jaringan sensitif mata bagian belakang (retina). Penyakit diabetes yang memengaruhi retina dapat berakibat hingga menyebabkan kebutaan.
Dr Ian Yeo Yew San, dokter mata yang menjabat sebagai konsultan di Singapore National Eye Centre yang tergabung dalam layanan wisata sehat, FlyFreeForHealth, mengatakan, “Ketika terkena diabetes, tubuh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&blog=2819269&post=467&subd=ummukautsar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>DIABETIC RETINOPATHY </strong>adalah sebuah kondisi komplikasi diabetes akibat rusaknya pembuluh darah pada jaringan sensitif mata bagian belakang (retina). Penyakit diabetes yang memengaruhi retina dapat berakibat hingga menyebabkan kebutaan.</p>
<p><span id="more-467"></span>Dr Ian Yeo Yew San, dokter mata yang menjabat sebagai konsultan di Singapore National Eye Centre yang tergabung dalam layanan wisata sehat, FlyFreeForHealth, mengatakan, “Ketika terkena diabetes, tubuh tidak memanfaatkan gula (glukosa) dengan tepat. Jika kadar gula darah terlalu tinggi, maka lensa alami mata akan membengkak—sehingga pandangan menjadi kabur. Nantinya, jumlah gula yang terlalu banyak tersebut dapat merusak pembuluh darah kecil yang memberi nutrisi pada retina (<em>capillary</em>). Maka muncullah diabetic retinopathy.”</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Pertanda dan Gejala</strong></span></p>
<p>Pada tahap awal, diabetic retinopathy tidak memiliki gejala atau hanya menyebabkan gangguan mata ringan. Namun lama-kelamaan, bisa berujung pada kebutaan. Diabetic retinopathy biasanya memengaruhi kedua mata.<br />
<strong><br />
<span style="color:#0000ff;">Gejala diabetic retinopathy meliputi :</span></strong></p>
<p>• Bintik-bintik mengambang pada penglihatan<br />
• Penglihatan kabur atau tidak fokus<br />
• Garis-garis gelap atau merah yang menghalangi penglihatan<br />
• Sulit melihat pada malam hari<br />
• Penglihatan hilang sama sekali / buta</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Pemeriksaan / Screening untuk Diabetic Retinopathy</strong></span></p>
<p>Sebagai bagian dari tes mata, dokter Anda akan melakukan foto terhadap retina yang disebut dengan <em>fluorescein angiography</em>. Pertama-tama, dokter akan memperbesar pupil lalu memfoto bagian dalam mata. Lalu cairan warna khusus akan disuntikkan ke dalam urat nadi di lengan. Foto-foto lain akan diambil seiring dengan cairan warna yang mengalir dan mulai bersirkulasi pada mata. Dokter akan menggunakan foto-foto tersebut untuk melihat pembuluh darah mana yang tertutup, rusak ataupun bocor.</p>
<p>Dokter biasanya juga akan meminta Anda menjalani tes <em>optical coherence tomography</em> (OCT). Tes ini menghasilkan gambar-gambar pemeriksaan silang terhadap retina yang dapat menunjukkan ketebalan retina dan untuk mengetahui apakah cairan tersebut telah bocor ke dalam jaringan retina.</p>
<p>Dr Yeo menyarankan kepada pasien untuk mengendalikan diabetes dengan diet dan pengobatan untuk memperlambat atau mencegah pengembangan diabetic retinopathy atau komplikasi lainnya. Ada baiknya lakukan pemeriksaan mata setahun sekali.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummukautsar.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummukautsar.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummukautsar.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummukautsar.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummukautsar.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummukautsar.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummukautsar.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummukautsar.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummukautsar.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummukautsar.wordpress.com/467/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&blog=2819269&post=467&subd=ummukautsar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/11/22/waspadai-gejala-komplikasi-diabetes-pada-retina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu Kautsar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyakit Diabetes Mellitus (DM)</title>
		<link>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/11/22/penyakit-diabetes-mellitus-dm/</link>
		<comments>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/11/22/penyakit-diabetes-mellitus-dm/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 11:07:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Kautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[DM tipe 1]]></category>
		<category><![CDATA[DM tipe 2]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala DM]]></category>
		<category><![CDATA[Kadar gula dalam darah]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan DM]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit DM]]></category>
		<category><![CDATA[Tipe Penyakit DM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummukautsar.wordpress.com/?p=464</guid>
		<description><![CDATA[Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh.
Insulin adalah salah satu hormon yang diproduksi oleh pankreas yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&blog=2819269&post=464&subd=ummukautsar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh.</p>
<p>Insulin adalah salah satu hormon yang diproduksi oleh pankreas yang bertanggung jawab untuk mengontrol jumlah/kadar gula dalam darah dan insulin dibutuhkan untuk merubah (memproses) karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang diperlukan tubuh manusia. Hormon insulin berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah.</p>
<div>
<li><span style="color:#ff0000;"><strong>Tanda dan Gejala Diabetes Mellitus</strong></span></li>
<p><span id="more-464"></span>Tanda awal yang dapat diketahui bahwa seseorang menderita DM atau kencing manis yaitu dilihat langsung dari efek peningkatan kadar gula darah, dimana peningkatan kadar gula dalam darah mencapai nilai 160 &#8211; 180 mg/dL dan air seni (urine) penderita kencing manis yang mengandung gula (glucose), sehingga urine sering dilebung atau dikerubuti semut.</p>
<p>Penderita kencing manis umumnya menampakkan tanda dan gejala dibawah ini meskipun tidak semua dialami oleh penderita :</p>
<p>1. Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria)<br />
2. Sering atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia)<br />
3. Lapar yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia)<br />
4. Frekwensi urine meningkat/kencing terus (Glycosuria)<br />
5. Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya<br />
6. Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan &amp; kaki<br />
7. Cepat lelah dan lemah setiap waktu<br />
8. Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba<br />
9. Apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya<br />
10.Mudah terkena infeksi terutama pada kulit.</p>
<p>Kondisi kadar gula yang drastis menurun akan cepat menyebabkan seseorang tidak sadarkan diri bahkan memasuki tahapan koma. Gejala kencing manis dapat berkembang dengan cepat waktu ke waktu dalam hitungan minggu atau bulan, terutama pada seorang anak yang menderita penyakit diabetes mellitus tipe 1.</p>
<p>Lain halnya pada penderita diabetes mellitus tipe 2, umumnya mereka tidak mengalami berbagai gejala diatas. Bahkan mereka mungkin tidak mengetahui telah menderita kencing manis.</p>
<li><span style="color:#ff0000;"><strong>Tipe Penyakit Diabetes Mellitus</strong></span></li>
<div>
<span style="color:#0000ff;"><strong>1. Diabetes mellitus tipe 1</strong></span></div>
<div></div>
<div>Diabetes tipe 1 adalah diabetes yang bergantung pada insulin dimana tubuh kekurangan hormon insulin,dikenal dengan istilah Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Hal ini disebabkan hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas. Diabetes tipe 1 banyak ditemukan pada balita, anak-anak dan remaja.</p>
<p>Sampai saat ini, Diabetes Mellitus tipe 1 hanya dapat di obati dengan pemberian therapi insulin yang dilakukan secara terus menerus berkesinambungan. Riwayat keluarga, diet dan faktor lingkungan sangat mempengaruhi perawatan penderita diabetes tipe 1. Pada penderita diebetes tipe 1 haruslah diperhatikan pengontrolan dan memonitor kadar gula darahnya, sebaiknya menggunakan alat test gula darah. Terutama pada anak-anak atau balita yang mana mereka sangat mudah mengalami dehidrasi, sering muntah dan mudah terserang berbagai penyakit.</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>2. Diabetes mellitus tipe 2<br />
</strong></span></div>
<div></div>
<div>Diabetes tipe 2 adalah dimana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya, dikenal dengan istilah Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM). Hal ini dikarenakan berbagai kemungkinan seperti kecacatan dalam produksi insulin, resistensi terhadap insulin atau berkurangnya sensitifitas (respon) sell dan jaringan tubuh terhadap insulin yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah.</p>
<p>Ada beberapa teori yang mengutarakan sebab terjadinya resisten terhadap insulin, diantaranya faktor kegemukan (obesitas). Pada penderita diabetes tipe 2, pengontrolan kadar gula darah dapat dilakukan dengan beberapa tindakan seperti diet, penurunan berat badan, dan pemberian tablet diabetik. Apabila dengan pemberian tablet belum maksimal respon penanganan level gula dalam darah, maka obat suntik mulai dipertimbangkan untuk diberikan.</p>
</div>
<li><span style="color:#ff0000;"><strong>Kadar Gula Dalam Darah</strong></span></li>
<p>Normalnya kadar gula dalam darah berkisar antara 70 &#8211; 150 mg/dL {millimoles/liter (satuan unit United Kingdom)} atau 4 &#8211; 8 mmol/l {milligrams/deciliter (satuan unit United State)}, Dimana 1 mmol/l = 18 mg/dl.</p>
<p>Namun demikian, kadar gula tentu saja terjadi peningkatan setelah makan dan mengalami penurunan diwaktu pagi hari bangun tidur. Seseorang dikatakan mengalami hyperglycemia apabila kadar gula dalam darah jauh diatas nilai normal, sedangkan hypoglycemia adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami penurunan nilai gula dalam darah dibawah normal.</p>
<p>Diagnosa Diabetes dapat ditegakkan jika hasil pemeriksaan gula darah puasa mencapai level 126 mg/dl atau bahkan lebih, dan pemeriksaan gula darah 2 jam setelah puasa (minimal 8 jam) mencapai level 180 mg/dl. Sedangkan pemeriksaan gula darah yang dilakukan secara random (sewaktu) dapat membantu diagnosa diabetes jika nilai kadar gula darah mencapai level antara 140 mg/dL dan 200 mg/dL, terlebih lagi bila dia atas 200 mg/dl.</p>
<p>Banyak alat test gula darah yang diperdagangkan saat ini dan dapat dibeli dibanyak tempat penjualan alat kesehatan atau apotik seperti Accu-Chek, BCJ Group, Accurate, OneTouch UltraEasy machine. Bagi penderita yang terdiagnosa Diabetes Mellitus, ada baiknya bagi mereka jika mampu untuk membelinya.</p>
<li><span style="color:#ff0000;"><strong>Pengobatan dan Penanganan Penyakit Diabetes</strong></span></li>
<p>Penderita diabetes tipe 1 umumnya menjalani pengobatan therapi insulin (Lantus/Levemir, Humalog, Novolog atau Apidra) yang berkesinambungan, selain itu adalah dengan berolahraga secukupnya serta melakukan pengontrolan menu makanan (diet).</p>
<p>Pada penderita diabetes mellitus tipe 2, penatalaksanaan pengobatan dan penanganan difokuskan pada gaya hidup dan aktivitas fisik. Pengontrolan nilai kadar gula dalam darah adalah menjadi kunci program pengobatan, yaitu dengan mengurangi berat badan, diet, dan berolahraga. Jika hal ini tidak mencapai hasil yang diharapkan, maka pemberian obat tablet akan diperlukan. Bahkan pemberian suntikan insulin turut diperlukan bila tablet tidak mengatasi pengontrolan kadar gula darah.</p>
<p>Diabetes Articles : <a href="http://diabetes-mellitus-dm.blogspot.com/2008/02/information-about-diabetes-mellitus-dm.html" target="new">diabetes-mellitus-dm.blogspot.com</a></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummukautsar.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummukautsar.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummukautsar.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummukautsar.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummukautsar.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummukautsar.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummukautsar.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummukautsar.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummukautsar.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummukautsar.wordpress.com/464/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&blog=2819269&post=464&subd=ummukautsar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/11/22/penyakit-diabetes-mellitus-dm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu Kautsar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Penyakit Malaria</title>
		<link>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/11/22/mengenal-penyakit-malaria/</link>
		<comments>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/11/22/mengenal-penyakit-malaria/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 10:31:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Kautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[gejala malaria]]></category>
		<category><![CDATA[malaria pernisiosa]]></category>
		<category><![CDATA[malaria quartana]]></category>
		<category><![CDATA[malaria serebral]]></category>
		<category><![CDATA[malaria tertiana]]></category>
		<category><![CDATA[nyamuk Anopheles]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan malaria]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan malaria]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit malaria]]></category>
		<category><![CDATA[Plasmodium falciparum]]></category>
		<category><![CDATA[Plasmodium malariae]]></category>
		<category><![CDATA[Plasmodium ovale]]></category>
		<category><![CDATA[Plasmodium vivax]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummukautsar.wordpress.com/?p=460</guid>
		<description><![CDATA[Penyakit Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa parasit yang merupakan golongan Plasmodium, dimana proses penularannya melalui gigitan nyamuk Anopheles. Protozoa parasit jenis ini banyak sekali tersebar di wilayah tropik, misalnya di Amerika, Asia dan Afrika.
Ada empat type plasmodium parasit yang dapat meng-infeksi manusia, namun yang seringkali ditemui pada kasus penyakit malaria adalah Plasmodium [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&blog=2819269&post=460&subd=ummukautsar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Penyakit Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa parasit yang merupakan golongan Plasmodium, dimana proses penularannya melalui gigitan nyamuk Anopheles. Protozoa parasit jenis ini banyak sekali tersebar di wilayah tropik, misalnya di Amerika, Asia dan Afrika.</p>
<p>Ada empat type plasmodium parasit yang dapat meng-infeksi manusia, namun yang seringkali ditemui pada kasus penyakit malaria adalah Plasmodium falciparum and Plasmodium vivax. Lainnya adalah Plasmodium ovale dan Plasmodium malariae.</p>
<div>
<li>Tanda dan Gejala Penyakit malaria</li>
<p><span id="more-460"></span><br />
Masa tunas / inkubasi penyakit ini dapat beberapa hari sampai beberapa bulan yang kemudian barulah muncul tanda dan gejala yang dikeluhkan oleh penderita seperti demam, menggigil, linu atau nyeri persendian, kadang sampai muntah, tampak pucat / anemis, hati serta limpa membesar, air kencing tampak keruh / pekat karena mengandung Hemoglobin (Hemoglobinuria), terasa geli pada kulit dan mengalami kekejangan.</p>
<p>Namun demikian, tanda yang klasik ditampakkan adalah adanya perasaan tiba-tiba kedinginan yang diikuti dengan kekakuan dan kemudian munculnya demam dan banyak berkeringat setelah 4 sampai 6 jam kemudian, hal ini berlangsung tiap dua hari. Diantara masa tersebut, mungkin penderita merasa sehat seperti sediakala. Pada usia anak-anak serangan malaria dapat menimbulkan gejala aneh, misalnya menunjukkan gerakan / postur tubuh yang abnormal sebagai akibat tekanan rongga otak. Bahkan lebih serius lagi dapat menyebabkan kerusakan otak.</p>
<li>Penggolongan Manifestasi Penyakit Malaria</li>
<p>Ada beberapa bentuk manifestasi penyakit malaria, antara lain :<br />
- Malaria tertiana, disebabkan oleh Plasmodium vivax, dimana penderita merasakan demam muncul setiap hari ketiga.<br />
- Malaria quartana, disebabkan oleh Plasmodium malariae, penderita merasakan demam setiap hari keempat.<br />
- Malaria serebral, disebabkan oleh Plasmodium falciparum, penderita mengalami demam tidak teratur dengan disertai gejala terserangnya bagian otak, bahkan memasuki fase koma dan kematian yang mendadak.<br />
- Malaria pernisiosa, disebabkan oleh Plasmodium vivax, gejala dapat timbul sangat mendadak, mirip Stroke, koma disertai gejala malaria yang berat.</p>
<li>Menegakkan Diagnosa Penyakit Malaria</li>
<p>Dengan adanya tanda dan gejala yang dikeluhkan serta tampak oleh Tim kesehatan, maka akan segera dilakukan pemeriksaan laboratorium (khususnya pemeriksaan darah) untuk memastikan penyebabnya dan diagnosa yang akan diberikan kepada penderita.</p>
<li>Pengobatan Penyakit Malaria</li>
<p>Berdasarkan pemeriksaan, baik secara langsung dari keluhan yang timbul maupun lebih berfokus pada hasil laboratium maka dokter akan memberikan beberapa obat-obatan kepada penderita. Diantaranya adalah pemberian obat untuk menurunkan demam seperti paracetamol, vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh sebagai upaya membantu kesembuhan.</p>
<p>Sedangkan obat antimalaria biasanya yang dipakai adalah Chloroquine, karena harganya yang murah dan sampai saat ini terbukti efektif sebagai penyembuhan penyakit malaria di dunia. Namun ada beberapa penderita yang resisten dengan pemberian Chloroquine, maka beberapa dokter akan memberikan antimalaria lainnya seperti Artesunate-Sulfadoxine/pyrimethamine, Artesunate-amodiaquine, Artesunat-piperquine, Artemether-lumefantrine, dan Dihidroartemisinin-piperquine.</p>
<li>Pencegahan Penyakit Malaria</li>
<p>Pencegahan penyakit malaria dapat dilakukan dengan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN), berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk, atau upaya pencegahan dengan pemberian obat Chloroquine bila mengunjungi daerah endemik malaria.</p></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummukautsar.wordpress.com/460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummukautsar.wordpress.com/460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummukautsar.wordpress.com/460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummukautsar.wordpress.com/460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummukautsar.wordpress.com/460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummukautsar.wordpress.com/460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummukautsar.wordpress.com/460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummukautsar.wordpress.com/460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummukautsar.wordpress.com/460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummukautsar.wordpress.com/460/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&blog=2819269&post=460&subd=ummukautsar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/11/22/mengenal-penyakit-malaria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu Kautsar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Delapan Poin tentang &#8220;Sholatnya&#8221; Muslimah di Masjid</title>
		<link>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/11/22/delapan-poin-tentang-sholatnya-muslimah-di-masjid/</link>
		<comments>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/11/22/delapan-poin-tentang-sholatnya-muslimah-di-masjid/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 10:08:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Kautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[bimbingan islam]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa ulama]]></category>
		<category><![CDATA[fikih islam]]></category>
		<category><![CDATA[hukum islam]]></category>
		<category><![CDATA[izinnya wanita]]></category>
		<category><![CDATA[shaf shalat]]></category>
		<category><![CDATA[shaf shalat wanita]]></category>
		<category><![CDATA[shalat berjama'ah]]></category>
		<category><![CDATA[shalat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[shalatnya wanita di masjid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummukautsar.wordpress.com/?p=458</guid>
		<description><![CDATA[1. Kehadiran wanita dalam shalat berjamaah di masjid.
Sejak zaman Nubuwwah, kehadiran wanita dalam shalat berjamaah di masjid bukanlah sesuatu yang asing. Dalam artian, di antara shahabiyah (shahabat Rasulullah dari kalangan wanita, red) ada yang ikut menghadiri shalat berjamaah di belakang para shahabat walaupun itu tidak wajib bagi mereka. (Lihat kembali Salafy edisi IX/Rabiul Akhir 1417/1996 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&blog=2819269&post=458&subd=ummukautsar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#0000ff;"><strong>1. Kehadiran wanita dalam shalat berjamaah di masjid.</strong></span></p>
<p>Sejak zaman Nubuwwah, kehadiran wanita dalam shalat berjamaah di masjid bukanlah sesuatu yang asing. Dalam artian, di antara shahabiyah (shahabat Rasulullah dari kalangan wanita, red) ada yang ikut menghadiri shalat berjamaah di belakang para shahabat walaupun itu tidak wajib bagi mereka. (Lihat kembali Salafy edisi IX/Rabiul Akhir 1417/1996 rubrik Ahkam yang membahas tentang hukum shalat berjamaah bagi wanita dan lihat pula edisi XVI/Dzulhijjah 1417/1997 rubrik Kajian Kali Ini).</p>
<p>Ada beberapa dalil dari sunnah yang shahihah yang menunjukkan keikutsertaan wanita dalam shalat berjamaah di masjid. Tiga di antaranya kami sebutkan berikut ini :</p>
<p><strong>a. Hadits dari Aisyah radliyallahu &#8216;anha</strong>, ia berkata :<br />
<span id="more-458"></span>Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam mengakhirkan shalat Isya hingga Umar memanggil beliau (dengan berkata) : &#8220;Telah tertidur para wanita dan anak anak.&#8221; Maka keluarlah Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam lalu berkata : &#8220;Tidak ada seorang pun selain kalian dari penduduk bumi yang menanti shalat ini.&#8221; (HR. Bukhari dalam kitab Mawaqit Ash Shalah 564 dan Muslim kitab Al Masajid 2/282)</p>
<p>Imam Nawawi dalam syarahnya terhadap hadits di atas berkata : &#8220;Ucapan Umar (Telah tertidur para wanita dan anak anak) yakni di antara mereka yang menanti didirikannya shalat berjamaah di masjid.&#8221;</p>
<p><strong>b. Dalam hadits lain, Aisyah radliyallahu &#8216;anha</strong> mengabarkan :</p>
<p>&#8220;Mereka wanita wanita Mukminah menghadiri shalat shubuh bersama Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dalam keadaan berselimut dengan kain kain mereka. Kemudian para wanita itu kembali ke rumah rumah mereka hingga mereka (selesai) menunaikan shalat tanpa ada seorangpun yang mengenali mereka karena masih gelap.&#8221; (HR. Bukhari 578)</p>
<p><strong>c. Hadits dari Abi Qatadah Al Anshari radliyallahu &#8216;anhu</strong>, bahwa Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya aku berdiri untuk menunaikan shalat dan berkeinginan untuk memanjangkan shalat itu. Lalu aku mendengar tangisan bayi maka akupun memendekkan shalatku karena khawatir (tidak suka) memberatkan ibunya.&#8221; (HR. Bukhari 868, Abu Daud 789, Nasa&#8217;i 2/94 95 dan Ibnu Majah 991)</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>2. Izin bagi wanita untuk keluar ke masjid.</strong></span></p>
<p>Shalatnya seorang wanita di rumahnya lebih utama daripada shalatnya di masjid (lihat rubrik Ahkam, Salafy edisi IX). Namun tidak berarti wanita dilarang dan harus dicegah bila ingin hadir berjamaah di masjid, karena Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>&#8220;Apabila wanita (istri) salah seorang dari kalian meminta izin untuk ke masjid maka janganlah ia mencegahnya.&#8221; (HR. Bukhari 2/347 dalam Fathul Bari, Muslim 442, dan Nasa&#8217;i 2/42)</p>
<p>Salim bin Abdullah bin Umar menceritakan bahwasanya Abdullah bin Umar radliyallahu &#8216;anhuma berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>&#8220;Janganlah kalian melarang istri istri kalian dari masjid bila mereka meminta izin untuk mendatanginya.&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim 442 dan hadits yang disebutkan di sini menurut lafadh Muslim)</p>
<p>Salim berkata : Bilal bin Abdullah bin Umar lalu berkomentar: &#8220;Demi Allah, kami benar benar akan melarang mereka.&#8221;</p>
<p>(Mendengar ucapan seperti itu, pent.) Abdullah bin Umar memandang Bilal kemudian mencelanya dengan celaan yang buruk yang aku sama sekali belum pernah mendengar celaannya seperti itu terhadap Bilal. Dan Abdullah berkata : &#8220;Aku kabarkan kepadamu dari Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam lalu engkau menimpali dengan ucapanmu, &#8216;demi Allah, kami benar benar akan melarang mereka!&#8217;&#8221;</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>3. Beberapa perkataan ulama dalam permasalahan ini.</strong></span></p>
<p>Berkata Imam Nawawi rahimahullah : [ Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam :</p>
<p>"Janganlah kalian melarang hamba hamba perempuan Allah dari masjid masjid Allah"</p>
<p>Dan yang hadtis-hadist semisalnya dalam bab ini, menunjukkan bahwa wanita tidak dilarang mendatangi masjid akan tetapi harus memenuhi syarat syarat yang telah disebutkan oleh ulama yang diambil dari hadits hadits yang ada. Seperti wanita itu tidak memakai wangi wangian, tidak berhias, tidak mengenakan gelang kaki yang bisa terdengar suaranya, tidak mengenakan pakaian mewah, tidak bercampur-baur dengan laki laki, dan wanita itu bukan remaja putri (pemudi) yang dengannya dapat menimbulkan fitnah serta tidak ada perkara yang dikhawatirkan kerusakannya di jalan yang akan dilewati dan semisalnya. ] (Syarhu Muslim 2/83)</p>
<p>Syaikh Musthafa Al Adawi hafidhahullah memberi komentar terhadap ucapan Imam Nawawi di atas :</p>
<p>[ Terhadap ucapan Imam Nawawi rahimahullah tentang pelarangan remaja putri (pemudi untuk hadir di masjid) perlu dilihat kembali. Kami belum mendapatkan dalil yang jelas yang melarang pemudi atau membedakan antara pemudi dan yang selainnya untuk pergi ke masjid. ] (Jami&#8217; Ahkamin Nisa&#8217; Juz 1 halaman 278)</p>
<p>Imam Nawawi juga berkata dalam Al Majmu&#8217; Syarhul Muhadzdzab 4/199 : [ Larangan dalam hadits : "Janganlah kalian melarang hamba hamba perempuan Allah dari masjid masjid Allah."</p>
<p>Hal ini merupakan larangan tanzih/makruh (bukan larangan yang menunjukkan tahrim/haram, pent.) karena hak suami agar istri tetap tinggal di rumah wajib dipenuhi. Maka janganlah si istri meninggalkannya untuk mengerjakan amalan yang tidak wajib. ]</p>
<p>Abu Muhammad bin Hazm rahimahullah dalam Al Muhalla-nya menyatakan :</p>
<p>&#8220;Tidak halal bagi wall wanita dan tidak juga bagi majikan budak wanita untuk melarang keduanya menghadiri shalat berjamaah di masjid jika diketahui bahwa mereka memang hendak shalat. Dan tidak halal bagi mereka (kaum wanita) untuk keluar dalam keadaan memakai wangi wangian dan mengenakan pakaian yang indah (mewah). Bila si wanita melakukan hal demikian maka hendaklah dicegah.&#8221; (Al Muhalla 2/170)</p>
<p>Al Baihaqi rahimahullah menyebutkan dalam Sunan-nya (3/133) bahwa perintah untuk tidak melarang wanita merupakan perintah yang sunnah dan bersifat bimbingan, bukan perintah yang menunjukkan fardlu dan wajib.</p>
<p>Syaikh Musthafa Al Adawi berkata :</p>
<p>&#8220;Bila tidak dijumpai adanya sebab yang dapat menghalangi keluarnya wanita menuju ke masjid maka wajib bagi suami untuk mengizinkannya karena adanya larangan Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dari mencegahnya. Wallahu a&#8217;lam.&#8221; (Jami&#8217; Ahkamin Nisa&#8217; 1/279)</p>
<p>Syaikh Abu Ishak Al Huwaini Al Atsari hafidhahullah dalam kitabnya, Al Insyirah fi Adabin Nikah halaman 72 74) setelah membawakan hadits yang artinya :</p>
<p>&#8220;Bila istri salah seorang dari kalian meminta izin untuk ke masjid maka janganlah ia mencegahnya.&#8221;</p>
<p>Syaikh menyatakan : [ Dalam hadits ini menunjukkan bahwa keluarnya istri harus dengan izin suami. Seandainya si suami menahan istrinya (untuk keluar) maka si suami tidak berdosa menurut pendapat yang terpilih dari pendapat-pendapat para Ahli Tahqiq dan telah berkata Al Baihaqi : "Dengan inilah mayoritas ulama berpendapat."</p>
<p>Adapun hadits yang berbunyi :</p>
<p>"Janganlah kalian melarang hamba hamba perempuan Allah dari masjid masjid Allah"</p>
<p>Perintah di sini (yakni perintah untuk tidak melarang wanita ke masjid, pent.) tidaklah menunjukkan wajib. Karena seandainya wajib, maka tidak ada maknanya meminta izin. Wallahu a'lam. ]</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>4. Pendapat Aisyah radliyallahu &#8216;anha dan bimbingannya.</strong></span></p>
<p>Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan ucapan Aisyah radliyallahu &#8216;anha :</p>
<p>&#8220;Seandainya Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam sempat menemui apa yang diada adakan oleh para wanita (saat ini) niscaya beliau akan melarang mereka sebagaimana dilarangnya wanita wanita Bani Israil.&#8221; (HR. Bukhari hadits 869 dan dikeluarkan juga oleh Muslim 445)</p>
<p>Dalam riwayat Muslim disebutkan : Salah seorang rawi bertanya kepada Amrah binti Abdirrahman (murid Aisyah yang meriwayatkan hadits ini darinya) : &#8220;Apakah para wanita Bani Israil dilarang ke masjid?&#8221; Amrah menjawab : &#8220;Ya, adapun hal hal baru yang diperbuat para wanita Bani Israil di antaranya memakai wangi wangian, berhias, tabarruj, ikhtilath, dan kerusakan kerusakan lainnya.&#8221;</p>
<p>Ibnu Hajar rahimahullah berkata dalam Fathul Bari (2/350) : &#8220;Shalatnya wanita di rumahnya lebih utama baginya karena terjamin aman dari fitnah. Dan yang menguatkan hal ini setelah munculnya perbuatan tabarruj dan pamer perhiasan yang dilakukan oleh para wanita. Terlebih lagi Aisyah radliyallahu &#8216;anha telah berkata dengan apa yang dia katakan.</p>
<p>Sebagian orang berpegang dengan ucapan Aisyah ini untuk melarang wanita (ke masjid) secara mutlak dan pendapat ini perlu ditinjau kembali.&#8221;</p>
<p>Beliau berkata lagi : &#8220;Aisyah mengaitkan larangan dengan syarat, yang ia menganggap bila Nabi sempat melihat (perbuatan para wanita itu) niscaya beliau akan melarangnya. Dengan demikian, dikatakan kepada orang yang berpendapat wanita dilarang secara mutlak (ke masjid) bahwa Nabi tidak sempat melihat (perbuatan para wanita itu) dan beliau tidak melarang, hingga hukum (kebolehan wanita ke masjid dan larangan untuk mencegah mereka, pent.) terus berlaku &#8230; .&#8221;</p>
<p>Berkata Syaikh Musthafa Al Adawi setelah membawakan riwayat Aisyah di atas :</p>
<p>[ Ini merupakan pendapat Aisyah radliyallahu 'anha berkenaan dengan keluarnya wanita ke masjid ... . Beliau berpendapat (perlunya) larangan karena sebab yang disebutkan.</p>
<p>Pendapat ini memiliki arti bila ada fitnah dan adanya kekhawatiran terhadap kaum pria dan wanita dari fitnah itu. Akan tetapi kita kembali dan kita katakan : Pendapat ini tempatnya bila fitnah terwujud nyata. Adapun melarang mereka karena (menganggap) semata mata ke masjid itu adalah fitnah maka ini pendapat yang lemah. Allah Ta'ala telah berfirman :</p>
<p>"Dan tidaklah Tuhanmu lupa." (QS. Maryam : 64)<br />
"Tidaklah Kami luputkan sesuatu pun di dalam Kitab ini." (QS. Al An'am : 38)</p>
<p>Dan layak untuk kami (Musthafa Al Adawi) nukilkan di sini ucapan Al Hafidh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari 2/350. Beliau menyatakan : " … dan juga Allah subhanahu wa ta'ala telah mengetahui apa yang akan mereka (para wanita) perbuat. Namun Allah tidak mewahyukan kepada Nabi Nya untuk melarang mereka (mendatangi masjid).<br />
Seandainya apa yang mereka perbuat mengharuskan untuk melarang mereka dari masjid, niscaya melarang mereka dari selain masjid seperti mendatangi pasar pasar adalah lebih utama.</p>
<p>Dan juga perbuatan yang diada adakan itu hanya dilakukan oleh sebagian wanita, tidak seluruhnya. Maka pengkhususan larangan (penunjukkan larangan) ditujukan kepada wanita yang berbuat. Yang lebih utama adalah menilik perkara yang dikhawatirkan akan menimbulkan kerusakan, lalu menghindarinya berdasarkan isyarat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan melarang memakai wangi wangian dan berhias." (Lihat Jami' Ahkamin Nisa' 1/280) ]</p>
<p>Ibnu Hazm rahimahullah dalam Al Muhalla (3/ 134) menyebutkan enam sisi bantahan terhadap orang yang berhujjah dengan ucapan Aisyah radliyallahu &#8216;anha ini untuk melarang wanita ke masjid secara mutlak.</p>
<p>Dua sisi di antaranya kami sebutkan secara ringkas di bawah ini :</p>
<p>Sisi pertama : Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam tidak sempat melihat apa yang diperbuat para wanita, maka beliau tidak melarang mereka ke masjid. Apabila beliau sendiri tidak melarang mereka (ke masjid) maka berarti melarang mereka adalah bid&#8217;ah dan kesalahan. Ini sama dengan firman Allah Ta&#8217;ala :</p>
<p>&#8220;Wahai istri istri Nabi, siapa di antara kalian yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata niscaya akan dilipatgandakan siksaan padanya dua kali lipat &#8230; .&#8221; (QS. Al Ahzab : 30)</p>
<p>Maka mereka sama sekali tidak mengerjakan perbuatan keji yang nyata sehingga tidak dilipatgandakan adzab bagi mereka, walhamdulillah. Dan juga seperti firman Allah Ta&#8217;ala :</p>
<p>&#8220;Jikalau sekiranya penduduk negeri negeri itu beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka barakah dari langit dan bumi.&#8221; (QS. Al A&#8217;raf : 96)</p>
<p>Maka mereka tidak beriman sehingga tidak dibukakan barakah bagi mereka.</p>
<p>Sisi Kedua : Aisyah radliyallahu &#8216;anha tidak berpendapat melarang para wanita karena sebab itu dan ia tidak berkata : &#8220;Laranglah mereka karena apa yang mereka perbuat.&#8221; Akan tetapi Aisyah mengabarkan : &#8220;Andai Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam masih hidup niscaya beliau melarang mereka &#8230; .&#8221;</p>
<p>Kami katakan : Seandainya Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam melarang mereka, kami pun melarang mereka. Dan bila beliau tidak melarang maka kami pun tidak melarang mereka.</p>
<p><strong>5. Syarat syarat yang harus dipenuhi.</strong></p>
<p>Wanita dibolehkan menghadiri shalat berjamaah di masjid namun harus memenuhi ketentuan ketentuan yang ditetapkan syariat seperti tidak memakai wangi wangian sebagaimana dikabarkan oleh Zainab Ats Tsaqafiyah, istri Abdullah bin Mas&#8217;ud radliallahu anhuma. la berkata : Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda kepada kami :</p>
<p>&#8220;Bila salah seorang dari kalian (para wanita) ingin menghadiri shalat di masjid maka janganlah ia menyentuh wewangian.&#8221; (HR. Muslim 4/163, Ibnu Khuzaimah 1680, dan Al Baihaqi 3/439)</p>
<p>Demikian juga hadits Abi Hurairah radliyallahu &#8216;anhu dari Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam :</p>
<p>&#8220;Wanita mana saja yang memakai wangi wangian maka janganlah ia menghadiri shalat lsya yang akhir bersama kami.&#8221; (HR. Muslim 4/162, Abu Daud 4175, dan Nasa&#8217;i 8/154)</p>
<p>Syaikh Musthafa Al Adawi berkata :</p>
<p>[ Abu Muhammad Ibnu Hazm rahimahullah memiliki pendapat yang ganjil di mana ia berkata dalam Al Muhalla 4/78 :<br />
"Tidak halal bagi seorang wanita menghadiri shalat di masjid dalam keadaan memakai wangi wangian. Jika ia melakukannya maka batallah shalatnya."</p>
<p>Ini merupakan pendapat yang ganjil dari beliau rahimahullah. Yang benar, --wallahu a'lam- wanita yang melakukan perbuatan demikian (memakai wewangian ketika keluar menuju masjid) berarti telah berbuat dosa, akan tetapi dosanya tersendiri dari shalatnya dan tidak ada hubungan antara dosa itu dengan batalnya shalat. Allahu a'lam. ] (Jami&#8217; Ahkamin Nisa&#8217; 1/288)</p>
<p>Al Qadli &#8216;Iyadl rahimahullah menyebutkan syarat dari ulama berkenaan dengan keluarnya wanita, di antaranya tidak mengenakan perhiasan, tidak memakai wewangian, dan tidak berdesak desakan dengan laki laki. Kata Al Qadli : &#8220;Termasuk dalam makna wewangian adalah menampakkan perhiasan dan keindahannya. Jika ada sesuatu dari perbuatan demikian maka wajib melarang mereka karena takut fitnah.&#8221;</p>
<p>Berkata Syaikh Abdullah Al Bassam dalam kitabnya, Taudlihul Ahkam (2/283) :</p>
<p>Termasuk wewangian adalah sesuatu yang semakna dengannya berupa gerakan gerakan yang dapat mengundang syahwat seperti pakaian yang indah, perhiasan, dan dandanan. Karena aroma si wanita, perhiasan, bentuknya, dan penonjolan kecantikannya merupakan fitnah baginya dan fitnah bagi laki laki.</p>
<p>Bila si wanita melakukan hal demikian atau melakukan sebagiannya, haram baginya untuk keluar berdasarkan hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Hurairah radliyallahu &#8216;anhu (telah disebutkan di atas, pent.) dan hadits dalam Shahihain dari Aisyah radliyallahu &#8216;anhuma, ia berkata:</p>
<p>&#8220;Seandainya Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam melihat apa yang dilakukan para wanita sebagaimana yang kita lihat niscaya beliau akan melarang mereka ke masjid.&#8221; ]</p>
<p>Dituntunkan kepara para wanita yang hadir dalam shalat berjamaah di masjid untuk bersegera kembali ke rumah setelah menunaikan shalat. Imam Bukhari meriwayatkan dari Aisyah radliyallahu &#8216;anha :</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam menunaikan shalat shubuh ketika hari masih gelap. Maka para wanita Mukminah berpaling (meninggalkan masjid) dalam keadaan mereka tidak dikenali karena gelap atau sebagian mereka tidak mengenali sebagian lainnya.&#8221; (HR. Bukhari 872)</p>
<p>Syaikh Musthafa Al Adawi berkata setelah membawakan hadits di atas: [ Imam Bukhari membuat satu bab untuk hadits ini dalam kitab Shahih-nya dan diberi judul : Bab Bersegeranya Wanita Meninggalkan Masjid Setelah Shalat Shubuh dan Sebentarnya Mereka Berdiam di Masjid. Al Hafidh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan : "Dikhususkan waktu shubuh karena mengakhirkan keluar dari masjid (berdiam lama di masjid, pent.) berakibat suasana sekitar sudah terang. Maka sepantasnya wanita bersegera keluar. Berbeda dengan Isya, karena suasana akan semakin gelap hingga tidak bermudlarat untuk berdiam lebih lama di masjid (tentunya dengan catatan aman dari fitnah dan tidak ada gangguan yang membahayakan si wanita di jalanan seperti zaman sekarang ini, wallahu a'lam, pent.)." ]</p>
<p>Aku (Mustafa Al Adawi) katakan : &#8220;Ucapan Al Hafidh ini diikuti oleh hadits berikutnya (hadits Ummu Salamah yang akan disebutkan setelah ini, pent.). Maka tidak ada maknanya untuk mengkhususkan waktu shubuh daripada waktu lainnya dalam hal bersegeranya wanita keluar dari masjid. Yang benar, para wanita bergegas meninggalkan masjid setelah menunaikan semua shalat hingga memungkinkan mereka untuk pergi sebelum bercampur-baur dengan laki laki.&#8221; (Jami&#8217; Ahkamin Nisa&#8217; 1/285)</p>
<p>Hindun bintu Al Harits berkata bahwa Ummu Salamah -istri Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam&#8211; menceritakan padanya tentang para wanita di masa Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam : &#8220;Apabila mereka telah mengucapkan salam dari shalat fardlu, mereka berdiri meninggalkan masjid sedangkan Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam beserta para pria yang ikut shalat tetap tinggal selama waktu yang dikehendaki Allah. Maka apabila Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam berdiri, para pria pun ikut berdiri.&#8221; (HR. Bukhari 866)</p>
<p>Dalam riwayat lain dari Ummu Salamah juga, ia berkata : &#8220;Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bila telah selesai salam (dari shalat) beliau tinggal sejenak di tempatnya (sebelum berdiri meninggalkan masjid, pent.).&#8221; (HR. Bukhari 849)</p>
<p>Berkata seorang perawi hadits di atas : &#8220;Kami berpendapat, wallahu a&#8217;lam, beliau berbuat demikian agar ada kesempatan bagi para wanita untuk meninggalkan masjid.&#8221;</p>
<p>Imam Syaukani rahimahullah dalam Nailul Authar 2/315 berkata : &#8220;Hadits ini menunjukkan disunnahkannya imam untuk memperhatikan keadaan makmum dan bersikap hati hati dengan menjauhi apa yang dapat mengantarkan kepada perkara yang dilarang &#8230; .&#8221;</p>
<p>Ibnu Qudamah rahimahullah berkata : &#8220;Jika pria dan wanita hadir bersama imam (dalam shalat berjamaah) maka disunnahkan bagi sang imam dan jamaah pria agar tetap tinggal di tempat (selesai menunaikan shalat) sekadar imam berpendapat bahwa jamaah wanita telah meninggalkan masjid &#8230; .&#8221; (Al Mughni 2/560)</p>
<p>Syaikh Musthafa Al Adawi berpendapat : &#8220;Bila di masjid itu ada pintu khusus bagi wanita dan mereka terhijab dari kaum pria dan kaum pria tidak melihat mereka maka tidak ada larangan &#8211;wallahu a&#8217;lam- bagi mereka untuk tetap tinggal di tempat shalat agar mereka dapat bertasbih, bertahmid, bertakbir, dan bertahlil dengan dzikir dzikir tertentu setelah shalat karena para Malaikat bershalawat untuk orang yang shalat selama ia tetap di tempat shalatnya dalam keadaan berdzikir pada Allah dan selama ia belum berhadats sebagaimana hal ini diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam.&#8221; (Jami&#8217; Ahkamin Nisa&#8217; 1/286 287)</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>6. Sebaik baik shaf wanita.</strong></span></p>
<p>Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abi Hurairah radliyallahu &#8216;anhu, ia berkata : Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>&#8220;Sebaik baik shaf pria adalah shaf yang pertama dan sejelek jelek shaf pria adalah yang paling akhir. Sebaik baik shaf wanita adalah yang paling akhir dan sejelek jeleknya yang paling depan.&#8221; (HR. Muslim nomor 440, Nasa&#8217;i 2/93, Abu Daud 678, Tirmidzi 224 dan ia berkata : &#8220;Hadits hasan shahih.&#8221; Ibnu Majah juga meriwayatkan hadits ini nomor 1000)</p>
<p>Ada beberapa pendapat ulama dalam permasalahan ini, di antaranya :</p>
<p>Berkata Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarhu Muslim (halaman 1194) :</p>
<p>&#8220;Adapun shaf pria maka secara umum selamanya yang terbaik adalah shaf yang pertama dan yang paling jelek adalah shaf yang terakhir. Adapun shaf wanita maka yang dimaksudkan dalam hadits adalah shaf shaf wanita yang shalat bersama kaum pria. Sedangkan bila mereka (kaum wanita) shalat terpisah dan tidak bersama kaum pria maka mereka sama dengan pria, yakni sebaik baik shaf mereka adalah yang paling depan dan seburuk buruknya adalah yang paling akhir.</p>
<p>Yang dimaksud dengan jelek-nya shaf bagi pria dan wanita adalah yang paling sedikit pahalanya dan keutamaannya serta paling jauh dari tuntutan syar&#8217;i. Sedangkan shaf yang paling baik adalah sebaliknya. Shaf yang paling akhir bagi jamaah wanita yang hadir bersama jamaah pria dikatakan memiliki keutamaan karena jauhnya para wanita itu dari bercampur (ikhtilath) dengan pria, dari melihat pria, dan tergantungnya hati tatkala melihat gerakan kaum pria, serta mendengar ucapan (pembicaraan mereka), dan semisalnya.<br />
Dan celaan bagi shaf yang terdepan bagi jamaah wanita (yang hadir bersama pria) adalah sebaliknya dari alasan di atas, wallahu a&#8217;lam.&#8221;</p>
<p>Beliau rahimahullah berkata juga dalam Al Majmu&#8217; 4/301 : &#8220;Telah kami sebutkan tentang disunnahkannya memilih shaf pertama kemudian sesudahnya (shaf kedua) kemudian sesudahnya sampai shaf yang akhir. Hukum ini berlaku terus-menerus bagi shaf pria dalam segala keadaan dan juga bagi shaf wanita yang jamaahnya khusus wanita, terpisah dari jamaah pria. Adapun jika kaum wanita shalat bersama pria dalam satu jamaah dan tidak ada pemisah/penghalang di antara keduanya, maka shaf wanita yang paling utama adalah yang paling akhir berdasarkan hadits Abi Hurairah radliyallahu &#8216;anhu (telah disebutkan di atas, pent.).&#8221;</p>
<p>Berkata Imam Syaukani rahimahullah : [ Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam :</p>
<p>" ... dan sebaik baik shaf wanita adalah yang paling akhir."</p>
<p>Dikatakan paling baik karena berdiri pada shaf tersebut menyebabkan jauhnya dari bercampur dengan pria, berbeda dengan berdiri di shaf pertama dari shaf-shaf jamaah wanita karena mengandung (kemungkinan) bercampur dengan pria dan tergantungnya hati dengan mereka (para pria) disebabkan melihat mereka dan mendengar ucapan mereka. Karena inilah, shaf pertama dinyatakan paling jelek (bagi wanita). (Nailul Authar 3/184) ]</p>
<p>Dalam Subulus Salam 2/30 (Maktabah Dahlan), Imam Shan&#8217;ani rahimahullah berkata : &#8220;Shaf yang paling akhir dikatakan shaf yang terbaik bagi wanita. Alasannya karena dalam keadaan demikian mereka berada jauh dari pria, dari melihat, dan mendengar omongan mereka. Hanya saja alasan ini tidak sempurna kecuali bila shalat mereka dilakukan bersama kaum pria.</p>
<p>Adapun bila mereka shalat dan imam mereka juga wanita (jamaah khusus wanita, pent.) maka shaf shaf mereka hukumnya seperti shaf shaf pria yaitu yang paling utama adalah shaf pertama.&#8221;</p>
<p>Syaikh Musthafa Al Adawi berkata setelah menyebutkan hadits Abi Hurairah di atas :</p>
<p>[Ketentuan ini berlaku bila kaum wanita bergabung bersama kaum pria dalam shalat berjamaah di mana mereka berada di belakang shaf shaf.</p>
<p>Adapun bila jamaahnya khusus wanita atau bersama kaum pria dalam melaksanakan shalat akan tetapi mereka tidak dapat terlihat oleh pria, maka shaf yang paling baik adalah yang paling depan berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :</p>
<p>"Seandainya mereka tahu keutamaan shaf yang terdepan niscaya mereka akan berundi untuk mendapatkannya." (HR. Bukhari 721) ] (Jami&#8217; Ahkamin Nisa&#8217; 1/353 354)</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>7. Kebolehan wanita shalat sunnah di masjid.</strong></span></p>
<p>Sebagaimana wanita dibolehkan untuk shalat berjamaah di masjid, dibolehkan pula baginya untuk melakukan shalat sunnah di masjid selama aman dari fitnah dan terpenuhi syarat syarat yang ditetapkan.</p>
<p>Hal ini berdalil dengan riwayat Imam Bukhari dalam Shahih-nya dari Anas bin Malik radliyallahu &#8216;anhu. Anas berkata : Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam masuk ke dalam masjid, tiba tiba beliau mendapatkan seutas tali terbentang di antara dua tiang (masjid). Maka beliau bersabda :</p>
<p>&#8220;Tali apa ini?&#8221; Para shahabat menjawab : &#8220;Tali ini milik Zainab. Bila ia merasa lemah (dari melaksanakan shalat sunnah, pent.) ia bergantung dengan tali ini.&#8221; Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda : &#8220;Jangan, putuskan tali ini! Hendaklah salah seorang dari kalian shalat dalam keadaan ia bersemangat maka kalau ia lemah hendaklah ia duduk.&#8221; (HR. Bukhari hadits 1150, dikeluarkan juga oleh Muslim, Abu Daud 1312, Nasa&#8217;i, dan Ibnu Majah 1371)</p>
<p>Berkata Al Hafidh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 3/37 : &#8220;Hadits ini menunjukkan upaya menghilangkan kemungkaran dengan tangan dan lisan dan menunjukkan bolehnya para wanita menunaikan shalat nafilah (sunnah) di masjid.&#8221;</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>8. Penutup.</strong></span></p>
<p>Sebelum seorang wanita melangkah ke masjid, ia harus melihat syarat syarat yang telah ditetapkan dalam agama ini agar ia tidak jatuh dalam pelanggaran dan perbuatan dosa.</p>
<p>Dan ia hendaknya tidak melupakan sabda Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam kepada Ummu Humaid ketika Ummu Humaid berkata : &#8220;Ya Rasulullah, sesungguhnya aku senang shalat bersamamu.&#8221; Nabi menjawab :</p>
<p>&#8220;Sungguh aku tahu bahwa engkau suka shalat bersamaku, namun shalatmu di rumahmu lebih baik daripada shalatmu di masjid kaummu dan shalatmu di masjid kaummu lebih baik daripada shalatmu di masjidku ini.&#8221; (HR. Ibnu Khuzaimah 1689, Ahmad 6/371, Ibnu Abdil Barr dalam Al Isti&#8217;ab. Kata Syaikh Abu Ishaq Al Huwaini : &#8220;Isnadnya hasan dengan syawahid.&#8221; Lihat Al Insyirah halaman 74)</p>
<p>Syaikh Abu Ishaq Al Huwaini menyatakan : &#8220;Bersamaan dengan dibolehkannya wanita keluar ke masjid maka sesungguhnya shalatnya di rumahnya lebih utama daripada hadirnya ia dalam shalat berjamaah (di masjid).&#8221; (Al Insyirah halaman 73)</p>
<p>Wallahu A&#8217;lam Bish Shawwab.</p>
<p>(Dikutip dari tulisan Ustadzah Ummu Ishaq, sumber : Majalah Salafy [MUSLIMAH XXXII/1420/1999/Kajian Kita])</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummukautsar.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummukautsar.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummukautsar.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummukautsar.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummukautsar.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummukautsar.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummukautsar.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummukautsar.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummukautsar.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummukautsar.wordpress.com/458/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&blog=2819269&post=458&subd=ummukautsar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/11/22/delapan-poin-tentang-sholatnya-muslimah-di-masjid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu Kautsar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Kanker Serviks</title>
		<link>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/11/19/mengenal-kanker-serviks/</link>
		<comments>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/11/19/mengenal-kanker-serviks/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 03:58:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[deteksi dini kanker serviks]]></category>
		<category><![CDATA[gejala kanker serviks]]></category>
		<category><![CDATA[kanker mulut rahim]]></category>
		<category><![CDATA[kanker serviks]]></category>
		<category><![CDATA[pap smear]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan kanker serviks]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan kanker serviks]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian kanker serviks]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab kanker serviks]]></category>
		<category><![CDATA[tahapan stadium kanker serviks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummukautsar.wordpress.com/?p=456</guid>
		<description><![CDATA[PENGERTIAN KANKER SERVIKS
Kanker serviks atau sering dikenal dengan kanker mulut rahim/kanker serviks  adalah kanker yang terjadi pada servik uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina).

Menurut Globacan (2002) di seluruh dunia setiap tahun ada 493.243 wanita terdiagnosa kanker serviks, 273.505 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&blog=2819269&post=456&subd=ummukautsar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#ff0000;"><strong>PENGERTIAN KANKER SERVIKS</strong></span></p>
<p><strong>Kanker serviks </strong>atau sering dikenal dengan kanker mulut rahim/kanker serviks  adalah kanker yang terjadi pada <strong>servik uterus</strong>, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (<em>uterus</em>) dengan liang senggama (<em>vagina</em>).</p>
<p><a href="http://www.suaradokter.com/wp-content/uploads/2009/07/reproduksi-wanita.jpg"></a></p>
<p>Menurut Globacan (2002) di seluruh dunia setiap tahun ada 493.243 wanita terdiagnosa kanker serviks, 273.505 meninggal. Di dunia, lebih dari 700 wanita meninggal setiap hari karena kanker serviks. Di Indonesia, kanker serviks menempati urutan pertama kanker pada wanita.</p>
<p>Setiap hari di Indonesia ada 40 orang wanita terdiagnosa dan 20 wanita meninggal karena kanker serviks. Karena kanker serviks merupakan penyakit yang telah diketahui penyebabnya dan telah diketahui perjalanan penyakitnya. Ditambah juga sudah ada metode deteksi dini kanker serviks dan adanya pencegahan dengan vaksinasi, seharusnya angka kejadian dan kematian akibat kanker servik dapat diturun. Banyaknya kasus kanker serviks di Indonesia disebabkan pengetahuan tentang kanker servik yang kurang sehingga kesadaran masyarakat untuk deteksi dini pun masih rendah.</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong><strong>PENYEBAB KANKER SERVIKS</strong></strong></span></p>
<p><span id="more-456"></span>Hingga saat ini <em>Human Papilloma Virus</em> (HPV) merupakan penyebab 99,7% kanker serviks. Virus papilloma ini berukuran kecil, diameter virus kurang lebih 55 nm. Terdapat lebih dari 100 tipe HPV, HPV tipe 16, 18, 31, 33, 35, 45, 51, 52, 56 dan 58 sering ditemukan pada kanker maupun lesi pra kanker serviks. HPV tipe 16 dan 18 merupakan 70 % penyebab kanker serviks.</p>
<p>Sebenarnya sebagian besar virus HPV akan menghilang sendiri karena ada system kekebalan tubuh alami, tetapi ada sebagian yang tidak menghilang dan menetap. HPV yang menetap inilah yang menyebabkan perubahan sel leher rahim menjadi kanker serviks. Perjalanan kanker serviks dari infeksi HPV, tahap pre kanker hingga menjadi kanker serviks memakan waktu 10 &#8211; 20 thn.</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>PERKEMBANGAN KANKER LEHER RAHIM</strong></span></p>
<p>Dari infeksi virus HPV sampai menjadi kanker serviks memerlukan waktu bertahun-tahun, bahkan lebih dari 10 tahun. Pada tahap awal infeksi virus akan menyebabkan perubahan sel-sel epitel pada mulut rahim, sel-sel menjadi tidak terkendali perkembangannya dan bila berlanjut akan menjadi kanker.</p>
<p>Pada tahan awal infeksi sebelum menjadi kanker didahului oleh adanya lesi prakanker yang disebut <em>Cervical Intraepthelial Neoplasia</em> (CIN) atau <em>Neoplasia Intraepitel Serviks</em> (NIS). Lesi prakanker ini berlangsung cukup lama yaitu memakan waktu antara 10 -­ 20 tahun. Dalam perjalanannya CIN I (NIS I) akan berkembang menjadi CIN II (NIS II) kemudian menjadi CIN III (NIS III) yang bila penyakit berlanjut maka akan berkembang menjadi kanker serviks.</p>
<p>Konsep regresi spontan serta lesi yang persiten menyatakan bahwa tidak semua lesi pra kanker akan berkembang menjadi lesi invasive atau kanker serviks, sehingga diakui masih banyak faktor yang mempengaruhi. CIN I (NIS I) hanya 12 % saja yang berkembang ke derajat yang lebih berat, sedangkan CIN II (NIS II) dan CIN III (NIS III) mempunyai risiko berkembang menjadi kanker invasif bila tidak mendapatkan penanganan.</p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">STADIUM KANKER SERVIKS</span></strong></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><strong></strong>Stadium pada kanker serviks  merupakan faktor kunci yang menentukan pengobatan apa yang akan diambil. Biasanya pemeriksaan yang dilakukan dapat berupa: gambaran radiologi, pemeriksaan seperti X-Ray, computerized tomography (CT) Scan atau MRI.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Tahapan Stadium Kanker Serviks</strong></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><strong>Stadium 0</strong><br />
Kanker noninvasive, kanker dini ini kecil dan hanya terbatas pada permukaan serviks.</p>
<p><strong>Stadium I</strong><br />
Kanker hanya terbatas pada serviks</p>
<p><strong>Stadium II</strong><br />
Kanker pada stadium ini termasuk serviks dan uterus, namun belum menyebar ke dinding pelvis atau bagian bawah vagina</p>
<p><strong>Stadium III</strong><br />
Kanker pada stadium ini telah menyebar dari serviks dan uterus ke dinding pelvis atau bagian bawah vagina.</p>
<p><strong>Stadium IV</strong><br />
Pada stadium ini kanker telah menyebar ke organ terdekat , seperti kandung kemih atau rectum, atau telah menyebar ke daerah lain di dalam tubuh, seperti paru-paru, hati atau tulang.<br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI</strong></span></p>
<p>2 bentuk kanker serviks yang paling sering dijumpai yaitu karsinoma sel skuamosa dan adenokarsinoma. 85% merupakan karsinoma skuamosa (epidermoid), 10% merupakan jenis adenokarsinoma dan 5% merupakan adenoskuamosa, <em>clear cell</em>, <em>small cell</em> dan <em>verucous</em>.</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>BAGAIMANA ORANG BISA TERKENA INFEKSI HPV?</strong></span></p>
<p>Setiap orang bisa terinfeksi HPV baik pada wanita maupun pria, infeksi HPV ditularkan melalui kontak kelamin, bukan hanya melalui hubungan seks. Infeksi ini mudah menular sehingga semua wanita yang sudah melakukan hubungan seks berisiko terkena kanker leher rahim. Resiko menderita kanker leher rahim meningkat pada wanita perokok, berganti-ganti pasangan seksual, menikah usia muda dan penderita dengan penurunan kekebalan tubuh/HIV+ (AIDS).</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>GEJALA KANKER LEHER RAHIM</strong></span></p>
<p>Infeksi HPV tidak menimbulkan gejala, bahkan orang tidak menyadari bahwa dia sudah terinfeksi bahkan sudah menularkannya kepada orang lain.</p>
<p>Pada tahap/stadium awal (prekanker) tidak ada gejala yang jelas, setelah berkembang menjadi kanker timbul gejala-gejala keputihan yang tidak sembuh walaupun sudah diobati, keputihan yang keruh dan berbau busuk, perdarahan setelah berhubungan seks, perdarahan di luar siklus haid dan lain-lain. Pada stadium lanjut dimana sudah terjadi penyebaran ke organ-organ sekitar mungkin terdapat keluhan nyeri daerah panggul, sulit BAK, BAK berdarah dan lain-lain.</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>DETEKSI DINI</strong></span></p>
<p><strong>Pap smear </strong>merupakan salah satu cara deteksi dini kanker leher rahim, test ini mendeteksi adanya perubahan-perubahan sel leher rahim yang abnormal, yaitu suatu pemeriksaan dengan mengambil cairan pada laher rahim dengan spatula kemudian dilakukan pemeriksaan dengan miroskop.</p>
<p>Saat ini telah ada teknik <em>thin prep</em> (<em>liquid base cytology</em>) adalah metoda <strong>pap smear </strong>yang dimodifikasi yaitu sel usapan serviks dikumpulkan dalam cairan dengan tujuan untuk menghilangkan kotoran, darah, lendir serta memperbanyak sel serviks yang dikumpulkan sehingga akan meningkatkan sensitivitas. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengunakan semacam sikat (<em>brush</em>) kemudian sikat dimasukkan ke dalam cairan dan <em>disentrifuge</em>, sel yang terkumpul diperiksa dengan mikroskop.</p>
<p><strong>Pap smear</strong> hanyalah sebatas skrining, bukan diagnosis adanya kanker serviks. Jika ditemukan hasil <strong>pap smear</strong> yang abnormal, maka dilakukan pemeriksaan standar berupa kolposkopi. Kolposkopi merupakan pemeriksaan dengan pembesaran (seperti mikroskop) yang digunakan untuk mengamati secara langsung permukaan serviks dan bagian serviks yang abnormal. Dengan kolposkopi akan tampak jelas lesi-lesi pada permukaaan servik, kemudian dilakukan biopsy pada lesi-lesi tersebut.</p>
<p>IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) tes merupakan alternatif skrining untuk kanker serviks. Tes sangat mudah dan praktis dilaksanakan, sehingga tenaga kesehatan non dokter ginekologi, bidan praktek dan lain-lain. Prosedur pemeriksaannya sangat sederhana, permukaan serviks/leher rahim diolesi dengan asam asetat, akan tampak  bercak-bercak  putih pada permukaan serviks yang tidak normal. Penanganan kanker serviks dilakukan sesuai stadium penyakit dan gambaran histopatologimnya. Sensitifitas <strong>pap smear </strong>yang dilakukan setiap tahun mencapai 90%.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://www.suaradokter.com/wp-content/uploads/2009/07/papsmear.jpg"></a></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Proses Tahapan Pap Smear :</span></strong></p>
<ol>
<li>Vagina dibuka dengan spekulum agar mulut rahim kelihatan;</li>
<li>Dilakukan usapan pada mulut rahim dengan spatel;</li>
<li>Spatel dioleskan ke obyek glas, kemudian diperiksa dengan mikroskop;</li>
<li>Metode berbasis cairan : usapan pada mulut rahim dilakukan dengan citobrush (sikat) &gt; sikat dimasukkan ke dalam cairan fiksasi,dibawa ke laboratorium &gt; diperiksa dengan miroskop.</li>
</ol>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>PENANGANAN KANKER LEHER RAHIM</strong></span></p>
<p>Penanganan kanker leher dilakukan sesuai dengan stadiumnya. Pada tahap prekanker yaitu pada tahap CIN penanganan dilakukan dengan destruksi lokal pada mulut rahim. Sedangkan bila sudah pada tahap kanker penanganan yang dilakukan adalah pembedahan berupa pengangkatan rahim, kemoterapi dan radioterapi. Pada tahap kanker walaupun dilakukan penanganan yang semestinya angka kesembuhannya kecil sekali.</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>PENCEGAHAN</strong></span></p>
<p>Menjaga perilaku seksual yang sehat dan melakukan skrining dan deteksi dini secara teratur merupakan langkah terbaik yang dapat dilakukan. Sekarang telah dikembangkan vaksin untuk mencegah kanker leher rahim, untuk menimbulkan kekebalan yang cukup diperlukan 3 kali penyuntikan vaksin.</p>
<p>Cegah kanker serviks sebelum terlambat. Lakukan deteksi dini dan pencegahan dengan vaksinasi. Anda terlalu berharga untuk keluarga dan orang di sekitar anda. Jangan sampai kanker serviks merenggut kebahagiaan dan impian-impian anda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber : suara dokter  dan  cancer helps</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummukautsar.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummukautsar.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummukautsar.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummukautsar.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummukautsar.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummukautsar.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummukautsar.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummukautsar.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummukautsar.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummukautsar.wordpress.com/456/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&blog=2819269&post=456&subd=ummukautsar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/11/19/mengenal-kanker-serviks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Kautsar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyakit Pneumonia</title>
		<link>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/11/16/penyakit-pneumonia/</link>
		<comments>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/11/16/penyakit-pneumonia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 14:29:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Kautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala Penyakit Pneumonia]]></category>
		<category><![CDATA[Penanganan Penyakit Pneumonia]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan Penyakit Pneumonia]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit pneumonia]]></category>
		<category><![CDATA[sebab terjadinya pneumonia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummukautsar.wordpress.com/?p=454</guid>
		<description><![CDATA[Pneumonia adalah suatu penyakit infeksi atau peradangan pada organ paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur ataupun parasit di mana pulmonary alveolus (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer menjadi &#8220;inflame&#8221; dan terisi oleh cairan. Pneumonia dapat juga disebabkan oleh iritasi kimia atau fisik dari paru-paru atau sebagai akibat dari penyakit lainnya, seperti kanker [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&blog=2819269&post=454&subd=ummukautsar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pneumonia adalah suatu penyakit infeksi atau peradangan pada organ paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur ataupun parasit di mana pulmonary alveolus (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer menjadi &#8220;inflame&#8221; dan terisi oleh cairan. Pneumonia dapat juga disebabkan oleh iritasi kimia atau fisik dari paru-paru atau sebagai akibat dari penyakit lainnya, seperti kanker paru-paru atau terlalu banyak minum alkohol. Namun penyebab yang paling sering ialah serangan bakteria streptococcus pneumoniae, atau pneumokokus.</p>
<p>Penyakit Pneumonia sering kali diderita sebagian besar orang yang lanjut usia (lansia) dan mereka yang memiliki penyakit kronik sebagai akibat rusaknya sistem kekebalan tubuh (Imun), akan tetapi Pneumonia juga bisa menyerang kaula muda yang bertubuh sehat. Saat ini didunia penyakit Pneumonia dilaporkan telah menjadi penyakit utama di kalangan kanak-kanak dan merupakan satu penyakit serius yang meragut nyawa beribu-ribu warga tua setiap tahun.</p>
<li><span style="color:#ff0000;"><strong>Terjadinya Penyakit Pneumonia</strong></span></li>
<p><span id="more-454"></span>Cara penularan virus atau bakteri Pneumonia sampai saat ini belum diketahui pasti, namun ada beberapa hal yang memungkinkan seseorang beresiko tinggi terserang penyakit Pneumonia. Hal ini diantaranya adalah :</p>
<p>1. Orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah, seperti penderita HIV/AIDS dan para penderita penyakit kronik seperti sakit jantung, diabetes mellitus. Begitupula bagi mereka yang pernah/rutin menjalani kemoterapy (chemotherapy) dan meminum obat golongan Immunosupressant dalam waktu lama, dimana mereka pada umumnya memiliki daya tahan tubuh (Immun) yang lemah.</p>
<p>2. Perokok dan peminum alkohol. Perokok berat dapat mengalami irritasi pada saluran pernafasan (bronchial) yang akhirnya menimbulkan secresi muccus (riak/dahak), Apabila riak/dahak mengandung bakteri maka dapat menyebabkan Pneumonia. Alkohol dapat berdampak buruk terhadap sel-sel darah putih, hal ini menyebabkan lemahnya daya tahan tubuh dalam melawan suatu infeksi.</p>
<p>3. Pasien yang berada di ruang perawatan intensive (ICU/ICCU). Pasien yang dilakukan tindakan ventilator (alat bantu nafas) &#8216;endotracheal tube&#8217; sangat beresiko terkena Pneumonia. Disaat mereka batuk akan mengeluarkan tekanan balik isi lambung (perut) ke arah kerongkongan, bila hal itu mengandung bakteri dan berpindah ke rongga nafas (ventilator) maka potensial tinggi terkena Pneumonia.</p>
<p>4. Menghirup udara tercemar polusi zat kemikal. Resiko tinggi dihadapi oleh para petani apabila mereka menyemprotkan tanaman dengan zat kemikal (chemical) tanpa memakai masker adalah terjadi irritasi dan menimbulkan peradangan pada paru yang akibatnya mudah menderita penyakit Pneumonia dengan masuknya bakteri atau virus.</p>
<p>5. Pasien yang lama berbaring. Pasien yang mengalami operasi besar sehingga menyebabkannya bermasalah dalah hal mobilisasi merupakan salah satu resiko tinggi terkena penyakit Pneumonia, dimana dengan tidur berbaring statis memungkinkan riak/muccus berkumpul dirongga paru dan menjadi media berkembangnya bakteri.</p>
<li><strong><span style="color:#ff0000;">Tanda dan Gejala Penyakit Pneumonia</span></strong></li>
<p>Gejala yang berhubungan dengan pneumonia termasuk batuk, sakit dada, demam, dan kesulitan bernafas. Sedangkan tanda-tanda menderita Pneumonia dapat diketahui setelah menjalani pemeriksaan X-ray (Rongent) dan pemeriksaan sputum.</p>
<li><span style="color:#ff0000;"><strong>Penanganan dan Pengobatan Penyakit Pneumonia</strong></span></li>
<p>Penanganan dan pengobatan pada penderita Pneumonia tergantung dari tingkat keparahan gejala yang timbul dan type dari penyebab Pneumonia itu sendiri.</p>
<p>1. Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri akan diberikan pengobatan antibiotik. Pengobatan haruslah benar-benar komplite sampai benar-benar tidak lagi adanya gejala atau hasil pemeriksaan X-ray dan sputum tidak lagi menampakkan adanya bakteri Pneumonia, jika tidak maka suatu saat Pneumonia akan kembali diderita.</p>
<p>2. Pneumonia yang disebabkan oleh virus akan diberikan pengobatan yang hampir sama dengan penderita flu, namun lebih ditekankan dengan istirahat yang cukup dan pemberian intake cairan yang cukup banyak serta gizi yang baik untuk membantu pemulihan daya tahan tubuh.</p>
<p>3. Pneumonia yang disebabkan oleh jamur akan mendapatkan pengobatan dengan pemberian antijamur.</p>
<p>Disamping itu pemberian obat lain untuk membantu mengurangi nyeri, demam dan sakit kepala. Pemberian obat anti (penekan) batuk di anjurkan dengan dosis rendah hanya cukup membuat penderita bisa beristirahat tidur, Karena batuk juga akan membantu proses pembersihan secresi mucossa (riak/dahak) diparu-paru.</p>
<p>&nbsp;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummukautsar.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummukautsar.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummukautsar.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummukautsar.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummukautsar.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummukautsar.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummukautsar.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummukautsar.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummukautsar.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummukautsar.wordpress.com/454/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&blog=2819269&post=454&subd=ummukautsar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/11/16/penyakit-pneumonia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu Kautsar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyakit Hepatitis A, B, dan C</title>
		<link>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/11/16/penyakit-hepatitis-a-b-dan-c/</link>
		<comments>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/11/16/penyakit-hepatitis-a-b-dan-c/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 14:22:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Kautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala hepatitis A]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala hepatitis B]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala hepatitis C]]></category>
		<category><![CDATA[hepatitis A]]></category>
		<category><![CDATA[hepatitis B]]></category>
		<category><![CDATA[hepatitis C]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan hepatitis A]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan hepatitis B]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan hepatitis C]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan hepatitis A]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan hepatitis B]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan hepatitis C]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummukautsar.wordpress.com/?p=451</guid>
		<description><![CDATA[Penyakit Hepatitis adalah penyakit yang disebabkan oleh beberapa jenis virus yang menyerang dan menyebabkan peradangan serta merusak sel-sel organ hati manusia. Hepatitis diketegorikan dalam beberapa golongan, diantaranya hepetitis A,B,C,D,E,F dan G. Di Indonesia penderita penyakit Hepatitis umumnya cenderung lebih banyak mengalami golongan hepatitis B dan hepatitis C. namun disini kita akan membahas pada fokus artikel [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&blog=2819269&post=451&subd=ummukautsar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Penyakit Hepatitis adalah penyakit yang disebabkan oleh beberapa jenis virus yang menyerang dan menyebabkan peradangan serta merusak sel-sel organ hati manusia. Hepatitis diketegorikan dalam beberapa golongan, diantaranya hepetitis A,B,C,D,E,F dan G. Di Indonesia penderita penyakit Hepatitis umumnya cenderung lebih banyak mengalami golongan hepatitis B dan hepatitis C. namun disini kita akan membahas pada fokus artikel penyakit Hepatitis A,B dan C.</p>
<li><strong><span style="color:#ff0000;">Penyakit Hepatitis A</span></strong></li>
<p><span id="more-451"></span>Hepatitis A adalah golongan penyakit Hepatitis yang ringan dan jarang sekali menyebabkan kematian, Virus hepatitis A (VHA=Virus Hepatitis A) penyebarannya melalui kotoran/tinja penderita yang penularannya melalui makanan dan minuman yang terkomtaminasi, bukan melalui aktivitas sexual atau melalui darah. Sebagai contoh, ikan atau kerang yang berasal dari kawasan air yang dicemari oleh kotoran manusia penderita.</p>
<p>Penyakit Hepatitis A memiliki masa inkubasi 2 sampai 6 minggu sejak penularan terjadi, barulah kemudian penderita menunjukkan beberapa tanda dan gejala terserang penyakit Hepatitis A.</p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">1. Gejala Hepatitis A</span></strong></p>
<p>Pada minggu pertama, individu yang dijangkiti akan mengalami sakit seperti kuning, keletihan, demam, hilang selera makan, muntah-muntah, pusing dan kencing yang berwarna hitam pekat. Demam yang terjadi adalah demam yang terus menerus, tidak seperti demam yang lainnya yaitu pada demam berdarah, tbc, thypus, dll.</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>2. Penanganan dan Pengobatan Hepatitis A</strong></span></p>
<p>Penderita yang menunjukkan gejala hepatitis A seperti minggu pertama munculnya yang disebut penyakit kuning, letih dan sebagainya diatas, diharapkan untuk tidak banyak beraktivitas serta segera mengunjungi fasilitas pelayan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pengobatan dari gejala yang timbul seperti <em>paracetamol</em> sebagai penurun demam dan pusing, <em>vitamin</em> untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan nafsu makan serta obat-obatan yang mengurangi rasa mual dan muntah.</p>
<p>Sedangkah langkah-langkah yang dapat diambil sebagai usaha pencegahan adalah dengan mencuci tangan dengan teliti, dan suntikan imunisasi dianjurkan bagi seseorang yang berada disekitar penderita.</p>
<li><span style="color:#ff0000;"><strong>Penyakit Hepatitis B</strong></span></li>
<p>Hepatitis B merupakan salah satu penyakit menular yang tergolong berbahaya didunia, Penyakit ini disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB) yang menyerang hati dan menyebabkan peradangan hati akut atau menahun. Seperti hal Hepatitis C, kedua penyakit ini dapat menjadi kronis dan akhirnya menjadi kanker hati. Proses penularan Hepatitis B yaitu melalui pertukaran cairan tubuh atau kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi Hepatitis B.</p>
<p>Adapun beberapa hal yang menjadi pola penularan antara lain penularan dari ibu ke bayi saat melahirkan, hubungan seksual, transfusi darah, jarum suntik, maupun penggunaan alat kebersihan diri (sikat gigi, handuk) secara bersama-sama. Hepatitis B dapat menyerang siapa saja, akan tetapi umumnya bagi mereka yang berusia produktif akan lebih beresiko terkena penyakit ini.</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>1. Gejala Hepatitis B</strong></span></p>
<p>Secara khusus tanda dan gejala terserangnya hepatitis B yang akut adalah demam, sakit perut dan kuning (terutama pada area mata yang putih/sklera). Namun bagi penderita hepatitis B kronik akan cenderung tidak tampak tanda-tanda tersebut, sehingga penularan kepada orang lain menjadi lebih beresiko.</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>2. Penanganan dan Pengobatan Hepatitis B</strong></span></p>
<p>Penderita yang diduga Hepatitis B, untuk kepastian diagnosa yang ditegakkan maka akan dilakukan periksaan darah. Setelah diagnosa ditegakkan sebagai Hepatitis B, maka ada cara pengobatan untuk hepatitis B, yaitu pengobatan telan (oral) dan secara injeksi.</p>
<p><span style="color:#008000;">a. Pengobatan oral yang terkenal adalah ; </span></p>
<p>- Pemberian obat <em>Lamivudine</em> dari kelompok nukleosida analog, yang dikenal dengan nama 3TC. Obat ini digunakan bagi dewasa maupun anak-anak, Pemakaian obat ini cenderung meningkatkan enzyme hati (ALT) untuk itu penderita akan mendapat monitor bersinambungan dari dokter.<br />
- Pemberian obat Adefovir dipivoxil (<em>Hepsera</em>). Pemberian secara oral akan lebih efektif, tetapi pemberian dengan dosis yang tinggi akan berpengaruh buruk terhadap fungsi ginjal.<br />
- Pemberian obat Baraclude (<em>Entecavir</em>). Obat ini diberikan pada penderita Hepatitis B kronik, efek samping dari pemakaian obat ini adalah sakit kepala, pusing, letih, mual dan terjadi peningkatan enzyme hati. Tingkat keoptimalan dan kestabilan pemberian obat ini belum dikatakan stabil.<br />
<span style="color:#008000;"><br />
b. Pengobatan dengan injeksi/suntikan adalah ;</span></p>
<p>Pemberian suntikan <em>Microsphere</em> yang mengandung partikel radioaktif pemancar sinar ß yang akan menghancurkan sel kanker hati tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya. Injeksi <em>Alfa Interferon</em> (dengan nama cabang INTRON A, INFERGEN, ROFERON) diberikan secara subcutan dengan skala pemberian 3 kali dalam seminggu selama 12-16 minggu atau lebih. Efek samping pemberian obat ini adalah depresi, terutama pada penderita yang memilki riwayat depresi sebelumnya. Efek lainnya adalah terasa sakit pada otot-otot, cepat letih dan sedikit menimbulkan demam yang hal ini dapat dihilangkan dengan pemberian paracetamol.</p>
<p>Langkah-langkah pencegahan agar terhindar dari penyakit Hepatitis B adalah pemberian vaksin terutama pada orang-orang yang beresiko tinggi terkena virus ini, seperti mereka yang berprilaku sex kurang baik (ganti-ganti pasangan/homosexual), pekerja kesehatan (perawat dan dokter) dan mereka yang berada didaerah rentan banyak kasus Hepatitis B.</p>
<li><span style="color:#ff0000;"><strong>Penyakit Hepatitis C</strong></span></li>
<p>Penyakit Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis C (VHC). Proses penularannya melalui kontak darah {transfusi, jarum suntik (terkontaminasi), serangga yang menggiti penderita lalu mengigit orang lain disekitarnya}. Penderita Hepatitis C kadang tidak menampakkan gejala yang jelas, akan tetapi pada penderita Hepatitis C kronik menyebabkan kerusakan/kematian sel-sel hati dan terdeteksi sebagai kanker (cancer) hati. Sejumlah 85% dari kasus, infeksi Hepatitis C menjadi kronis dan secara perlahan merusak hati bertahun-tahun.</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>1. Gejala Hepatitis C</strong></span></p>
<p>Penderita Hepatitis C sering kali orang yang menderita Hepatitis C tidak menunjukkan gejala, walaupun infeksi telah terjadi bertahun-tahun lamanya. Namun beberapa gejala yang samar diantaranya adalah ; Lelah, Hilang selera makan, Sakit perut, Urin menjadi gelap dan Kulit atau mata menjadi kuning yang disebut &#8220;jaundice&#8221; (jarang terjadi). Pada beberapa kasus dapat ditemukan peningkatan enzyme hati pada pemeriksaan urine, namun demikian pada penderita Hepatitis C justru terkadang enzyme hati fluktuasi bahkan normal.</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>2. Penanganan dan Pengobatan Hepatitis C</strong></span></p>
<p>Saat ini pengobatan Hepatitis C dilakukan dengan pemberian obat seperti <em>Interferon alfa, Pegylated interferon alfa</em> dan <em>Ribavirin</em>. Adapun tujuan pengobatan dari Hepatitis C adalah menghilangkan virus dari tubuh anda sedini mungkin untuk mencegah perkembangan yang memburuk dan stadium akhir penyakit hati. Pengobatan pada penderita Hepatitis C memerlukan waktu yang cukup lama bahkan pada penderita tertentu hal ini tidak dapat menolong, untuk itu perlu penanganan pada stadium awalnya.<br />
<!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --> // &lt;![CDATA[// &lt;![CDATA[<br />
document.write(&#039;</iframe>');<br />
// ]]&gt;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummukautsar.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummukautsar.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummukautsar.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummukautsar.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummukautsar.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummukautsar.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummukautsar.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummukautsar.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummukautsar.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummukautsar.wordpress.com/451/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&blog=2819269&post=451&subd=ummukautsar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/11/16/penyakit-hepatitis-a-b-dan-c/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu Kautsar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyakit Demam Berdarah Dengeu (DBD)</title>
		<link>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/11/16/penyakit-demam-berdarah-dengeu-dbd/</link>
		<comments>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/11/16/penyakit-demam-berdarah-dengeu-dbd/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 14:09:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Kautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala DBD]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan DBD]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan DBD]]></category>
		<category><![CDATA[Penularan DBD]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Demam Berdarah Dengeu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummukautsar.wordpress.com/?p=448</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian Penyakit Demam Berdarah Dengeu
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) {bahasa medisnya disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)} adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang mana menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan.
Penyakit ini banyak ditemukan didaerah tropis seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&blog=2819269&post=448&subd=ummukautsar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#ff0000;"><strong>Pengertian Penyakit Demam Berdarah Dengeu</strong></span></p>
<p>Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) {bahasa medisnya disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)} adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang mana menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan.</p>
<p>Penyakit ini banyak ditemukan didaerah tropis seperti Asia Tenggara, India, Brazil, Amerika termasuk di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut. Dokter dan tenaga kesehatan lainnya seperti Bidan dan Pak Mantri <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' />  seringkali salah dalam penegakkan diagnosa, karena kecenderungan gejala awal yang menyerupai penyakit lain seperti Flu dan Tipes (Typhoid).</p>
<li><strong><span style="color:#ff0000;">Tanda dan Gejala Penyakit Demam Berdarah Dengue</span></strong></li>
<p><span id="more-448"></span>Masa tunas / inkubasi selama 3 &#8211; 15 hari sejak seseorang terserang virus dengue, Selanjutnya penderita akan menampakkan berbagai tanda dan gejala demam berdarah sebagai berikut :</p>
<p>1. Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari (38 &#8211; 40 derajat Celsius).<br />
2. Pada pemeriksaan uji torniquet, tampak adanya jentik (puspura) perdarahan.<br />
3. Adanya bentuk perdarahan dikelopak mata bagian dalam (konjungtiva), Mimisan (Epitaksis), Buang air besar dengan kotoran (Peaces) berupa lendir bercampur darah (Melena), dan lain-lainnya.<br />
4. Terjadi pembesaran hati (Hepatomegali).<br />
5. Tekanan darah menurun sehingga menyebabkan syok.<br />
6. Pada pemeriksaan laboratorium (darah) hari ke 3 &#8211; 7 terjadi penurunan trombosit dibawah 100.000 /mm3 (Trombositopeni), terjadi peningkatan nilai Hematokrit diatas 20% dari nilai normal (Hemokonsentrasi).<br />
7. Timbulnya beberapa gejala klinik yang menyertai seperti mual, muntah, penurunan nafsu makan (anoreksia), sakit perut, diare, menggigil, kejang dan sakit kepala.<br />
8. Mengalami perdarahan pada hidung (mimisan) dan gusi.<br />
9. Demam yang dirasakan penderita menyebabkan keluhan pegal/sakit pada persendian.<br />
10.Munculnya bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah.</p>
<li><span style="color:#ff0000;"><strong>Proses Penularan Penyakit Demam Berdarah Dengue</strong></span></li>
<p>Penyebaran penyakit DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, sehingga pada wilayah yang sudah diketahui adanya serangan penyakit DBD akan mungkin ada penderita lainnya bahkan akan dapat menyebabkan wabah yang luar biasa bagi penduduk disekitarnya.<br />
<span style="color:#ff0000;"><strong><br />
</strong></span></p>
<li><span style="color:#ff0000;"><strong>Pengobatan Penyakit Demam Berdarah</strong></span></li>
<p>Fokus pengobatan pada penderita penyakit DBD adalah mengatasi perdarahan, mencegah atau mengatasi keadaan syok/presyok, yaitu dengan mengusahakan agar penderita banyak minum sekitar 1,5 sampai 2 liter air dalam 24 jam (air teh dan gula sirup atau susu).</p>
<p>Penambahan cairan tubuh melalui infus (intravena) mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Transfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastis. Selanjutnya adalah pemberian obat-obatan terhadap keluhan yang timbul, misalnya :<br />
- Paracetamol membantu menurunkan demam<br />
- Garam elektrolit (oralit) jika disertai diare<br />
- Antibiotik berguna untuk mencegah infeksi sekunder</p>
<p>Lakukan kompress dingin, tidak perlu dengan es karena bisa berdampak syok. Bahkan beberapa tim medis menyarankan kompres dapat dilakukan dengan alkohol. Pengobatan alternatif yang umum dikenal adalah dengan meminum jus jambu biji bangkok, namun khasiatnya belum pernah dibuktikan secara medik, akan tetapi jambu biji kenyataannya dapat mengembalikan cairan intravena dan peningkatan nilai trombosit darah.</p>
<li><span style="color:#ff0000;"><strong>Pencegahan Penyakit Demam Berdarah</strong></span></li>
<p>Pencegahan dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk diwaktu pagi sampai sore, karena nyamuk aedes aktif di siang hari (bukan malam hari). Misalnya hindarkan berada di lokasi yang banyak nyamuknya di siang hari, terutama di daerah yang ada penderita DBD nya. Beberapa cara yang paling efektif dalam mencegah penyakit DBD melalui metode pengontrolan atau pengendalian vektornya adalah :</p>
<p>1. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), pengelolaan sampah padat, modifikasi tempat. perkembangbiakan nyamuk hasil samping kegiatan manusia, dan perbaikan desain rumah.<br />
2. Pemeliharaan ikan pemakan jentik (ikan adu/ikan cupang) pada tempat air kolam, dan bakteri (Bt.H-14).<br />
3. Pengasapan/fogging (dengan menggunakan malathion dan fenthion).<br />
4. Memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat penampungan air seperti, gentong air, vas bunga, kolam, dan lain-lain.</p>
<p>// &lt;![CDATA[// &lt;![CDATA[<br />
document.write(&#039;</iframe>');<br />
// ]]&gt;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummukautsar.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummukautsar.wordpress.com/448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummukautsar.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummukautsar.wordpress.com/448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummukautsar.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummukautsar.wordpress.com/448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummukautsar.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummukautsar.wordpress.com/448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummukautsar.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummukautsar.wordpress.com/448/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&blog=2819269&post=448&subd=ummukautsar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/11/16/penyakit-demam-berdarah-dengeu-dbd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu Kautsar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengobatan Penyakit TBC</title>
		<link>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/11/16/pengobatan-penyakit-tbc/</link>
		<comments>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/11/16/pengobatan-penyakit-tbc/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 14:01:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Kautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[bakteri mikobakterium tuberkulosa]]></category>
		<category><![CDATA[cara penularan TBC]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala TBC]]></category>
		<category><![CDATA[infeksi penyakit TBC]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan TBC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummukautsar.wordpress.com/?p=445</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian Penyakit TBC
Penyakit TBC adalah merupakan suatu penyakit yang tergolong dalam infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Penyakit TBC dapat menyerang pada siapa saja tak terkecuali pria, wanita, tua, muda, kaya dan miskin serta dimana saja. Di Indonesia khususnya, Penyakit ini terus berkembang setiap tahunnya dan saat ini mencapai angka 250 juta kasus baru [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&blog=2819269&post=445&subd=ummukautsar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#ff0000;"><strong>Pengertian Penyakit TBC</strong></span></p>
<p>Penyakit TBC adalah merupakan suatu penyakit yang tergolong dalam infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Penyakit TBC dapat menyerang pada siapa saja tak terkecuali pria, wanita, tua, muda, kaya dan miskin serta dimana saja. Di Indonesia khususnya, Penyakit ini terus berkembang setiap tahunnya dan saat ini mencapai angka 250 juta kasus baru diantaranya 140.000 menyebabkan kematian. Bahkan Indonesia menduduki negara terbesar ketiga didunia dalam masalah penyakit TBC ini.<strong><span style="color:#ff0000;"> </span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">Penyebab Penyakit (TBC)</span></strong></p>
<div><span id="more-445"></span>Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa, Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Jenis bakteri ini pertama kali ditemukan oleh seseorang yang bernama Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882, Untuk mengenang jasa beliau maka bakteri tersebut diberi nama baksil Koch. Bahkan penyakit TBC pada paru-paru pun dikenal juga sebagai Koch Pulmonum (KP).<br />
<a href="http://4.bp.blogspot.com/_c9XHxCUSPGk/R13HdEY8T7I/AAAAAAAAAGA/4sRbXxPGexw/s1600-h/Penyakit+TBC.jpg"><img src="http://1.1.1.5/bmi/4.bp.blogspot.com/_c9XHxCUSPGk/R13HdEY8T7I/AAAAAAAAAGA/4sRbXxPGexw/s400/Penyakit+TBC.jpg" border="0" alt="" /></a></div>
<div></div>
<div><span style="color:#ff0000;"><strong>Cara Penularan Penyakit TBC</strong></span></div>
<div>
Penularan penyakit TBC adalah melalui udara yang tercemar oleh Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan/dikeluarkan oleh si penderita TBC saat batuk, dimana pada anak-anak umumnya sumber infeksi adalah berasal dari orang dewasa yang menderita TBC. Bakteri ini masuk kedalam paru-paru dan berkumpul hingga berkembang menjadi banyak (terutama pada orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah), Bahkan bakteri ini pula dapat mengalami penyebaran melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening sehingga menyebabkan terinfeksinya organ tubuh yang lain seperti otak, ginjal, saluran cerna, tulang, kelenjar getah bening dan lainnya meski yang paling banyak adalah organ paru.</p>
<p><a href="http://www.sghhealth4u.com.sg/Health4U/respiratory/images/rccm_tuberculosis_body.gif"><img src="http://1.1.1.5/bmi/www.sghhealth4u.com.sg/Health4U/respiratory/images/rccm_tuberculosis_body.gif" border="0" alt="" /></a>Masuknya Mikobakterium tuberkulosa kedalam organ paru menyebabkan infeksi pada paru-paru, dimana segeralah terjadi pertumbuhan koloni bakteri yang berbentuk bulat (globular). Dengan reaksi imunologis, sel-sel pada dinding paru berusaha menghambat bakteri TBC ini melalui mekanisme alamianya membentuk jaringan parut. Akibatnya bakteri TBC tersebut akan berdiam/istirahat (dormant) seperti yang tampak sebagai tuberkel pada pemeriksaan X-ray atau photo rontgen.</p>
<p>Seseorang dengan kondisi daya tahan tubuh (Imun) yang baik, bentuk tuberkel ini akan tetap dormant sepanjang hidupnya. Lain hal pada orang yang memilki sistem kekebelan tubuh rendah atau kurang, bakteri ini akan mengalami perkembangbiakan sehingga tuberkel bertambah banyak. Sehingga tuberkel yang banyak ini berkumpul membentuk sebuah ruang didalam rongga paru, Ruang inilah yang nantinya menjadi sumber produksi sputum (riak/dahak). Maka orang yang rongga parunya memproduksi sputum dan didapati mikroba tuberkulosa disebut sedang mengalami pertumbuhan tuberkel dan positif terinfeksi TBC.</p>
<p>Berkembangnya penyakit TBC di Indonesia ini tidak lain berkaitan dengan memburuknya kondisi sosial ekonomi, belum optimalnya fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, meningkatnya jumlah penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal dan adanya epidemi dari infeksi HIV. Hal ini juga tentunya mendapat pengaruh besar dari daya tahan tubuh yang lemah/menurun, virulensi dan jumlah kuman yang memegang peranan penting dalam terjadinya infeksi TBC.<br />
<span style="color:#ff0000;"><strong> </strong></span></div>
<div></div>
<div><span style="color:#ff0000;"><strong>Gejala Penyakit TBC</strong></span></div>
<div></div>
<div>Gejala penyakit TBC digolongkan menjadi dua bagian, yaitu gejala umum dan gejala khusus. Sulitnya mendeteksi dan menegakkan diagnosa TBC adalah disebabkan gambaran secara klinis dari si penderita yang tidak khas, terutama pada kasus-kasus baru.</p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">1. Gejala umum (Sistemik)</span></strong></p>
<ul>
<li>Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul.</li>
</ul>
<ul>
<li>Penurunan nafsu makan dan berat badan.</li>
</ul>
<ul>
<li>Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah).</li>
</ul>
<ul>
<li>Perasaan tidak enak (malaise), lemah.</li>
</ul>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">2. Gejala khusus (Khas)</span></strong></p>
<ul>
<li>Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena, bila terjadi sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar, akan menimbulkan suara &#8220;mengi&#8221;, suara nafas melemah yang disertai sesak.</li>
</ul>
<ul>
<li>Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat disertai dengan keluhan sakit dada.</li>
</ul>
<ul>
<li>Bila mengenai tulang, maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya, pada muara ini akan keluar cairan nanah.</li>
</ul>
<ul>
<li>Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai meningitis (radang selaput otak), gejalanya adalah demam tinggi, adanya penurunan kesadaran dan kejang-kejang.</li>
</ul>
</div>
<div>
Pada penderita usia anak-anak apabila tidak menimbulkan gejala, Maka TBC dapat terdeteksi kalau diketahui adanya kontak dengan pasien TBC dewasa. Sekitar 30-50% anak-anak yang terjadi kontak dengan penderita TBC paru dewasa memberikan hasil uji tuberkulin positif. Pada anak usia 3 bulan – 5 tahun yang tinggal serumah dengan penderita TBC paru dewasa dengan BTA positif, dilaporkan 30% terinfeksi berdasarkan pemeriksaan serologi/darah.<br />
<span style="color:#0000ff;"><strong> </strong></span></div>
<div></div>
<div><span style="color:#ff0000;"><strong>Penegakan Diagnosis pada TBC</strong></span></div>
<div>
Apabila seseorang dicurigai menderita atau tertular penyakit TBC, Maka ada beberapa hal pemeriksaan yang perlu dilakukan untuk memeberikan diagnosa yang tepat antara lain :</p>
<p>- Anamnesa baik terhadap pasien maupun keluarganya.<br />
- Pemeriksaan fisik secara langsung.<br />
- Pemeriksaan laboratorium (darah, dahak, cairan otak).<br />
- Pemeriksaan patologi anatomi (PA).<br />
- Rontgen dada (thorax photo).<br />
- dan Uji tuberkulin.<br />
<strong><span style="color:#ff0000;"> </span></strong></div>
<div></div>
<div><strong><span style="color:#ff0000;">Pengobatan Penyakit TBC</span></strong></div>
<div></div>
<div>Pengobatan bagi penderita penyakit TBC akan menjalani proses yang cukup lama, yaitu berkisar dari 6 bulan sampai 9 bulan atau bahkan bisa lebih. Penyakit TBC dapat disembuhkan secara total apabila penderita secara rutin mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan dokter dan memperbaiki daya tahan tubuhnya dengan gizi yang cukup baik.</p>
<p>Selama proses pengobatan, untuk mengetahui perkembangannya yang lebih baik maka disarankan pada penderita untuk menjalani pemeriksaan baik darah, sputum, urine dan X-ray atau rontgen setiap 3 bulannya. Adapun obat-obatan yang umumnya diberikan adalah <em>Isoniazid dan rifampin</em> sebagai pengobatan dasar bagi penderita TBC, namun karena adanya kemungkinan resistensi dengan kedua obat tersebut maka dokter akan memutuskan memberikan tambahan obat seperti <em>pyrazinamide dan streptomycin sulfate atau ethambutol HCL</em> sebagai satu kesatuan yang dikenal &#8216;Triple Drug&#8217;.</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummukautsar.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummukautsar.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummukautsar.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummukautsar.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummukautsar.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummukautsar.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummukautsar.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummukautsar.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummukautsar.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummukautsar.wordpress.com/445/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummukautsar.wordpress.com&blog=2819269&post=445&subd=ummukautsar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/11/16/pengobatan-penyakit-tbc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu Kautsar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.1.1.5/bmi/4.bp.blogspot.com/_c9XHxCUSPGk/R13HdEY8T7I/AAAAAAAAAGA/4sRbXxPGexw/s400/Penyakit+TBC.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://1.1.1.5/bmi/www.sghhealth4u.com.sg/Health4U/respiratory/images/rccm_tuberculosis_body.gif" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>